English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

WARUNG ANGKRINGAN ASAP PUTIH: GAULNYA BEGITU GIMBAL DAN DAMAI ala JAMAICA

Rabu, 14 April 2010

WARUNG ANGKRINGAN ASAP PUTIH: GAULNYA BEGITU GIMBAL DAN DAMAI

BIARPUN BADAN BERTATTO HATINYA TIDAK BERTATTO

Sentra Bisnis Harapan Indah - kelanakuliner.co.cc
Apa yang ada di benak Anda bila bertemu dengan para rasta atau komunitas bertatto? Apa pula persepsi Anda tentang orang yang berambut gimbal? Mungkin seram atau aneh itu yang paling sering terdengar dari kebanyakan orang awam. Namun ada juga sebagian remaja atau kaum muda yang menganggap mereka adalah para penggemar reggae atau seniman lagu-lagunya Mbah Surip. Dan pergeseran pandangan semenjak populernya Mbah Surip terhadap para seniman kreatif berpenampilan "nyeni dan nyeleneh" serta berambut gimbal atau berpakaian warna-warni mencolok dengan tatto di sekujur badan kian menuju ke arah anggapan bahwa mereka adalah kaum pencinta damai. "Yah kami bukanlah orang yang suka resek!" demikian ujar seorang rastafaria.

Kalau di dunia hiburan populer ada almarhum Mbah Surip yang merupakan seorang Rastafaria senior yang begitu fenomenal dan legendaris, maka di dunia para seniman reggae Nusantara ada juga Tony Q, seorang seniman yang begitu banyak membuat lagu-lagu reggae Indonesia dan menjadi idola sebagian para penganut faham rastafaria ini.

Kelanakuliner berhasil menemui sebuah pusat tongkrongan asyik dan wajib kunjung di kawasan Bekasi, tepatnya di Sentra Bisnis Harapan Indah. Dimana banyak sekali pusat jajanan rakyat yang bukan hanya asyik buat tongkrongan tapi juga asyik buat kongkow-kongkow menghabiskan waktu di malam hari. Wisata kuliner di wilayah ini pun kian waktu kian ramai. Khususnya tempat makan yang murah meriah buat kaum muda dan sekaligus menawarkan kenyamanan buat nongkrong, ngobrol serta menghabiskan waktu di malam hari hingga pagi sepertinya cuma ada satu tempat, yakni di warung angkringan Asap Putih milik Mas Berto alias Mbah Suripnya Setra Bisnis Harapan Indah.

Jangan salah walaupun tempatnya mojok di ujungkidul nya Sentra Bisnis HI, tapi rupanya inilah tempat terfavorit buat para remaja kota Bekasi untuk berkumpul. Temaram, full music reggae, ada makanan minuman murah meriah dan bisa nongkrong sepuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssnya sampe pagi.

Sementara ini, warung angkringan Asap Putih yang dikelola oleh mas Berto memang jadi alternatif pilihan nongkrong buat sebagian besar remaja baik itu komunitas motor maupun lainnya. Mas Berto yang bernama asli Muhammad Sho'im ini menggagas sebuah tempat tongkrongan yang sopan dan jauh dari kesan buruk dan penggunaan narkoba juga minuman keras. "Walau penampilan saya seram atau berkesan nggak seperti kebanyakan orang, tapi saya sangat suka dan cinta damai. Saya pun tidak suka menggunakan narkoba, termasuk tidak memberikan fasilitas buat para remaja atau anak muda untuk minum-minuman keras di warung ini," papar mas Berto.

BIla ada yang mau minum-minuman keras di wilayah warung angkringan kami, maka kami akan menggiringnya keluar dari ring area angkringan Asap Putih secara baik-baik, imbuh lelaki beranak satu ini kepada kelanakuliner. "Bahkan pernah kami menerima pelanggan yang menanyakan apakah kami menjual miras atau narkoba. Saya dengan senyum hanya bilang bahwa di sini hanya jualan minuman untuk KPK. Komunitas Penggemar Kopi!" katanya sambil tertawa lebar.

Melihat betapa ramainya warung angkringan Asap Putih, sepertinya mengundang banyak pedagang lain dan investor untuk menempati pojok selatan ini sebagai alternatif wisata kuliner yang mejanjikan di masa mendatang. tak lepas mulai dari manajemen Sentra Bisnis Kota Harapan Indah sendiri semakin sering mengadakan event acara yang mengundang banyak pengunjung setiap tahunnya. Walau kadang terlihat tidak memikirkan konsekwensinya bagi para pedagang kaki lima saat acara diselenggarakan. Apakah para pedagang kaki lima dan penyewa atau pengusaha telepon selular yang menempati kios-kios mengalami peningkatan penjualan. Sepertinya usaha ini adalah alih-alih menunggu pusat perbelanjaan terbesar di Bekasi selesai dibangun di kawasan Kota Harapan Indah yang terletak di Kecamatan Medan Satria ini.

Alah... masa bodo lah dengan permasalahan wisata kuliner yang ada di Harapan Indah, yang penting saat kelanakuliner menikmati malam di warung angkringan Asap Putih mendapatkan sajian unik berupa Wedang Jahe Susu dengan tambahan batang serai (sereh) plus rempah-rempah rahasia yang luar biasa mantap rasanya. Sekali mencoba, maka kehangatan langsung menjalar sehingga mampu mengusir dingin keluar dari dalam tubuh kita. Kelanakuliner sangat merekomendasikan minuman hangat ini, dan lebih nikmat bila dicampur es batu. Dingin di lidah tapi hangat di badan.... hmmmm unik bukan. Segelas besarnya kita hanya perlu merogoh kocek Rp 4.000,- saja. Bagaimana kurang puas?

Sambil menikmati musik reggae Anda bisa juga menikmati menu nasi kucing yang sebungkusnya cuma Rp 1.000,- plus Anda bisa pilih sendiri lauk pauknya mulai dari gorengan tempe, tahu atau sate telor maupun sate usus goreng. Sambil menikmati minuman rempah hangat dan makanan camilan yang murah meriah Anda bisa duduk-duduk lesehan di atas tikar yang digelar di atas trotoar ruko bagian selatan Sentra Bisnis, hingga ke lapangan rumput yang sejuk dan kadang bersemut-ria. Jangan kuatir semut-semut ini tidak ganas, justru jinak dan di sinilah uniknya. Menikmati minuman dan makanan ditemani semut-semut hitam dan merah kecil yang tak akan mengganggu Anda kecuali jika Anda mengusik mereka. Alami dan ramah lingkungan bukan?

Dan bila kita mau tahu apa seh istimewanya Nasi Angkringan yang bernuansa Jamaica serta lagu reggae dan olahraga Capoeira ini, kenapa nggak ngunjungi aja mulai dari jam 17.30 sore sampai jam 06.30 pagi. Temui mas Berto yang siap diajak berkonsultasi tentang misi damai kaum rastafaria atau bila Anda hendak mengenal lebih jauh tentang musik reggae bernada gembira dan selalu enak dinikmati kapanpun ini.

Tertarik untuk reservasi buat acara dengan komunitas atau rekan-rekan Anda bikin acara di tengah malam hingga pagi hari? Langsung saja hubungi nomor telepon mas Berto di nomor (021) 9346.1965 atau 0817.99177.06....

DikRizal - dobeldobel.co.cc

CANGKRU'AN VW Jembatan Empat, Rawalumbu Bekasi

Jumat, 30 Oktober 2009

SegO RAKyat, Vokoke Wareg
Berdiri sejak 1828 (ba'da Maghrib) sampe Secapeknya



Bekasi, kelanakuliner.com
Sukakah Anda bila saya beritahu dimana tempat cangkru'an (red: nongkrong dalam bahasa Betawi dan angkring dalam bahasa Jawa Tengah atau nangkring dalam bahasa Sunda) yang paling nyeleneh dan mungkin satu-satunya di dunia yang adanya bukan di Jawa Timur? Ya adanya cuma di Bekasi, tepatnya Jembatan Empat Perumahan Rawalumbu Bekasi. Tepat di depat sebuah distro bergaya konspirasi. Lah?

Kok disebut conspiracy distro and cafe? Kalau distronya yang dikenal bernama Verbad, sedangkan cafenya yang diberi nama Cangkru'an VW maka keduanya mempunyai konsep life style yang sangat bertolak belakang. Coba saja Anda bayangkan, kalau distronya yang juga sebagai salah satu distro yang menjual merk asli Bekasi "Why Not" ini sebenarnya lebih menjuju high profile customer (ngerti kan artinya?)


Distro Verbad Conspiracy memang dijuju untuk target pasar mereka yang suka sekali bergaya unik dan beda dari yang lain namun dengan citra selangit (nggak berlebihan lah kalau saya bilang begitu... memang umunya pelanggannya pada selangit gayanya atau "borjuis" namun masih terjangkau), sementara persis di depannya ada warung makan sederhana yang begitu "low profile" dan "egaliter" (begitu istilah Cak Gogon, sang pemilik distro sekaligus kafe nyeleneh ini menyebutnya) maka untuk mempertemukan keduanya disebutlah istilah Konspirasi (taelah gayanya si Cak Gogon memang benar-benar bikin saya tertawa terbahak-bahak tersenyum geli!)

Tapi ada hal lebih membuat saya betah dan selalu tersenyum di tempat cangkru'an ini, yakni menu masakannya yang bener-bener konyol lucu menurut saya. Mulai dari nama Sego Rakyat plus Sambel Bledheg-nya yang luar biasa ganas pedasnya (ampun mak nyak!) sebagai merk utamanya. Sego Rakyat sendiri sejatinya mirip dengan Sego Kucing khas Semarang atau Solo maupun Jogjakarta, tapi kayaknya porsi ikan asinya lebih gedem (tau kan artinya?) dan bikin kita merem marem! Belum lagi lauk lainnya yang bukan saja bikin kita tersnyum geli tapi juga mau memborong semua (emang boleh apa?) karena saking murah dan nyamlengnya di lidah kita.


Yang lucu banget adalah Jajanan Antikapitalis (busyet deh provokatif banget neh namanya... tapi...  yah tauk sendiri lah, eman g bener kan?) seperti, Risoles atau Sosis Oslo, Saya jadi ingat sama Burger Bathok nya mas Agung. Tapi sepertinya ada perbedaan mendasar dari keduanya, yakni konsep idealismenya, bila yang satu mengangkat makanan barat burger yang dibuat jadi khas Indonesia, sedangkan satunya lagi Cangkru'an khas Jawa Timuran ini mengangkat makanan kahas masakan ibu kita yang mungkin sudah jarang bisa kita temui di resto manapun, demikian bongkar Cak Gogon kepada kelanakuliner.com. Hmmmmm saya pikir bener juga seh!


Terus bagaimana dengan harganya? Huwaduh... setelah saya periksa (dan ini memang tipikalnya saya sebagai orang Indonesia asli kalau membaca menu kayak orang Arab, dari kanan ke kiri.... hehehehehe tau kan artinya?) Ternyata nggak ada satupun sajian khas di tempatnya Cak Gogon dan istrinya mbak Endang ini yang harga sajian makanannya lebih dari selembar uang biru! bener-bener antikapitalis sejati, Rek!

Kalau nggak percaya mendingan langsung aja menggelinding ke lokasi buat Anda yang masih gendut atau meluncur buat Anda yang sudah ramping ke sana (maskudnya apa thoh?). Tepatnya ke Jembatan Empat, dan lihat distro Verbad Conspiracy, Cangkru'an VW.... Hmmm saya pasti berani menjamin Anda akan tersenyum dan kenyang pada saat yang sama, tanpa harus merogoh dan membuka dompet dengan senyum kecut....! Plis deh ah!

Banyak hal unik dan menarik yang bisa mengendorkan syaraf kita bisa kita dapati di tempat ini, tengok pengumuman berikut ini.


tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an
toean poean njang siboek bekerdja
zonder waktoe oentoek memasak
agar soepaja toean poean tida’ spanneng
bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna
toen poean pasti akan soeka
sehat djiwa raganja,
pandjang oemoernja
serta moelia
menoeai pahala
menoeai pahala
bergegaslah sebelum kaseb !







Sidik Rizal

Angkringan Studio Musik Genada: Tempat Nongkrongnya Para Musisi

Minggu, 25 Oktober 2009


HIDUPKAN STUDIO MUSIK DAN KECINTAAN MUSIK DI BEKASI MELALUI ANGKRINGAN


Bekasi - kelanakuliner.com
Mencari tempat tongkrongan yang asyik sambil menikmati live music baik dengan organ tunggal maupun akustik di Bekasi khususnya di wilayah perumahan kayaknya baru ada di Jembatan Nol Perumahan Rawalumbu tepatnya di Studio Musik Genada. Baru saja bertandang ke angkringan khas Solo, saya nggak perlu lagi kuatir untuk bisa jajan, walau di kantong cuma sekadar limaribu perak. Coba saja Anda bayangkan, bila di kantong hanya ada sedikit uang, dan kita mau nongkrong di satu tempat untuk menghibur diri tapi tidak menghilangkan gaya, maka macam mana pilihannya? Apakah kafe atau warung kaki lima? Ya jelas mending Anda pilih Angkringan Solo dengan live music di Studio Genada.


Sesaat saya mampir ke tempat itu, saya sendiri disambut oleh sang istri pemilik, dimana kebetulan pak Hendro, pemilik Studio Musik Genada sedang asyik memainkan organ demi menghibur pelanggannya itu. Walau baru buka perdana, namun Hendro sang pensiunan Manager HRD di sebuah perusahaan swasta ini sangat antusias akan Warung Angkringan Studio Genadanya ini akan meledak dan diserbu oleh banyak pelanggannya. Setidaknya itulah harapan lelaki beranak 3 orang putra ini.


Bila sang istri mempunyai usaha di bidang rekaman video, maka sang suami, yang bernama lengkap Hendro Suranto Esha ini lebih suka bergelut di usaha yang menjadi hobinya dari kecil, yakni musik. Setelah bekerja beberapa tahun di bidang sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, lelaki lulusan Sarjana Hukum ini ingin menjalankan usaha yang berhubungan dengan kecintaannya pada dunia musik. Dia buka studio musik Genada pada tahun 2002 lalu di wilayah Rawalumbu tepatnya jalan Dasadharma no. 12A Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu Bekasi.


Untuk mempermudah promosi dan sosialisasi studio musiknya yang mempekerjakan seorang teknisi (sound engineer) lokal jebolan pendidikan luar negeri dan beberapa karyawan profesional lainnya, Hendro mulai mempunyai ide untuk membuka angringan nasi kucing. Bila Studi Musiknya bisa jadi tempat tongkrongan anak muda dan para musisi belia di wilayah Kota Bekasi, maka mau tak mau dia harus membuat satu lingkungan yang asyik dan nyaman buat para pelanggannya.


Dengan membangun komunitas pencinta musik dan pengguna studi musiknya, dia berharap akan mengembangkan pasar dan jangkauan studionya yang terbilang lengkap dalam hal layanan ini. Mulai dari rekaman, mastering, sound editing dan banyak lagi lainnya yang berkaitan, seperti jasa studio video editing yang dikelola istrinya.

Terlepas dari usahanya itu, kelanakuliner.com ingin mencoba hal unik yang disajikan oleh warung angkringan studio musik Genada. Saya ditawari minuman khas angkringan nasi kucing, yakni Wedang Jahe. Namun kali ini saya disuguhi Wedang jahe Coklat. Hmmm kedengaran asyik tuh!?



Wedang jahe Coklat ala Angkringan Studio Genada ternyata awalnya agak pahit, rupanya sang karyawan yang menyajikan terlupa memberikan takaran gula yang kurang, karena hanya 3 sendok teh gula pasir saja sementara menurut Hendro, ukuran yang sebenarnya adalah 5 sendok teh atau 2 sendok makan gula pasir ke dalam segelas besar wedang jahe panas dan ditambahi sesendok bubuk coklat. Hmmmm, nikmat banget bos!

Hangat dan panas yang menjelajahi dada saya, membuat aliran aneh tidak seperti bila saya minum air suplemen pasaran.

Wedang Jahe Coklat Angkringan Studio Genada tampaknya memang bisa dijadikan alternatif tongkrongan anak muda di Kota Bekasi, di samping tempat parkir motor dan mobil yang lumayan lebar, Studio Musik ini memberikan fasilitas audio system dan tempat yang pas buat para musisi yang ingin memulai kariernya.

Mau coba? Kamu-kamu orang bisa menghubungi no. telp sang pemiliknya langsung di (021) 824.26.540 atau 0811.874.714 dengan sang musisi yang tampil santai dan enak diajak ngobrol.
Sidik Rizal

WARUNG ANGKRINGAN HOTSPOT baru di Durenjaya, Bekasi

Minggu, 03 Mei 2009

Warung Angkringan Hotspot
NASI KUCING R.I.
Prembun Kebumen SirnoboyoAsli



Bekasi, dobeldobel.com
Durenjaya, Bekasi ada Hotspot baru yang memang enak buat nongkrong, terutama buat anda yang mau main internet hotspot 24 jam penuh dan tinggal di dekat daerah Kota Bekasi. Walau Soft-launching nya buka pertengahan Mei tapi kamu bisa hunting lokasinya kini untuk cari tahu tempat hangout di Durenjaya, namanya Warung Angkringan Hotspot, Nasi Kucing R.I. dengan pelayanan dan makanan asli Prembun Kebumen Sirnoboyo.

Pengelolanya adalah Mas Sum, seorang duda dengan anak cowoknya yang ganteng seperti artis keren Vicky siapa gettu (gue lupa itu loh yang main film Rock n Roll barengan sama Nadya Chandrawinata... maklum lah gue kan cowok mana inget sama artis cowo... kalo cewek sih gpp!). Mas Sum adalah orang Prembun asli yang besar di desa Sirnoboyo, 5km sebelah selatan dari kota kecil Prembun Kabupaten Kebumen. Itulah sebabnya nama Warung angkringannya Prembun Kebumen, Sirnoboyo, demikian jelasnya sambil tersenyum.

Kayaknya neh warung angkringan hotspot bakal dipoenuhin sama abg cewek... abis gimana enggak, penjaga warungnya kayak bertampang model dan artis gitu... Coba ada pelayan ceweknya yang kayak model juga yah...? (kalo bisa yang kayak Luna Maya lah!)

Saat ditanya kenapa baru buka (soft launching) pertengahan bulan Mei, lelaki beranak dua ini mengatakan bahwa sebenarnya mau dibuka secara resmi di akhir bulan Mei. Namun karena pihak pemodal, bapak Nasution dan manajemen akan merenovasi seluruh rukonya menjadi Warung Angkringan yang nyaman, jelasnya.

Fasilitas yang ada selain Hotspot dan Televisi layar dinding (menggunakan Focus Projector langsung ke pesawat TV dan komputer), so kita bisa menikmati nonton bola bareng atau hanya sekedar berselancar di Internet sepuasnya dengan laptop masing-masing.

Adapun pilihan jajanannya yang serba ringan dan murah ini adalah sebagai berikut:

MAKANAN DIJUAL Harga
  • - Nasi Kucing Prembun ---------------------- Rp2.000,00
  • - Nasi Goreng Kebumen ---------------------- Rp2.000,00
  • - Nasi Uduk Sirnoboyo ---------------------- Rp2.000,00
  • - Nasi Kuning ala Nasution ---------------------- Rp2.000,00
  • - Bakwan ala Sidik ---------------------- Rp2.000,00
  • - Tahu Goreng ala Aris ---------------------- Rp2.000,00
  • - Tahu Isi ala mas Dian ---------------------- Rp2.000,00
  • - Tempe Goreng ala Eyang ---------------------- Rp2.000,00
  • - Ubi Goreng Medan ---------------------- Rp2.000,00
  • - Singkong Goreng Jawa ---------------------- Rp2.000,00
  • - Risoles Palembang ---------------------- Rp2.000,00
  • - Tahu Fantasi ---------------------- Rp4.000,00
  • - Pastel Daeng ---------------------- Rp4.000,00
  • - Lemper Isi ala Bali ---------------------- Rp4.000,00
  • - Arem-arem / Bacang ala Medan ---------------------- Rp4.000,00
  • - Lontong Biasa ala Eddy EW ---------------------- Rp2.000,00
  • - Pisang Coklat ala Makcik ---------------------- Rp2.000,00
  • - Pisang Goreng ala Makcik ---------------------- Rp2.000,00
  • - Sate Telur Puyuh ---------------------- Rp2.000,00
  • - Sate Usus Ayam ---------------------- Rp2.000,00
  • - Sate Ampela Ati ---------------------- Rp2.000,00
  • - Combro ala Abi ---------------------- Rp2.000,00
  • - Misro ala Ummi ---------------------- Rp2.000,00
  • - Martabak Telor ala Lulu ---------------------- Rp2.000,00
  • - Getuk Singkong ---------------------- Rp2.000,00
  • - Black Forrest Diana ---------------------- Rp2.000,00
  • - Kubik Donat ---------------------- Rp2.000,00

MINUMAN DIJUAL Harga
  • - Wedang Jahe Prembun ---------------------- Rp3.000,00
  • - Wedang Jahe Susu Kebumen ---------------------- Rp3.000,00
  • - Jahe Madu ala Sirnoboyo ---------------------- Rp3.000,00
  • - Kopi Tubruk ala Eyang ---------------------- Rp3.000,00
  • - Kopi Habbatussauda ---------------------- Rp3.000,00
  • - Kopi Ginseng ala Turki ---------------------- Rp2.400,00
  • - Kopi Susu ala mas Dian ---------------------- Rp2.000,00
  • - Kopi Jahe ala mas Sum ---------------------- Rp3.000,00
  • - Kopi Jahe Susu ala Yugo ---------------------- Rp3.000,00
  • - Jeruk Panas ala Rizal ---------------------- Rp3.000,00
  • - Es Jeruk ala Iin ---------------------- Rp3.000,00
  • - Softdrinks ---------------------- Rp3.000,00


Apalagi dia sedang masa promo, pihak manajemen WAH (Warung Angkringan Hotspot) Nasi Kucing R.I. sedang mengadakan quiz Trivia. Para calon pengunjung bisa menentukan sendiri nama lengkap kepanjangan dari akronim R.I. pada merk Nasi Kucing R.I. (atau NKRI).

Buat komentar dan penjawab terbaik mereka akan mendapat voucher diskon 50% atau senilai dengan Rp.100.000 untuk sepuluh orang.

Contoh :
R.I. = Ridho Ilaahi
R.I. = Republik Indonesia
R.I. = Restu Ibu
R.I. = Rasa Istimewa

Kirimkan e-mail ke bekasikukotaku@gmail.com atau sms ke 081.385.386.583, batas waktu hingga 30 Desember 2009

--------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel Nasi Kucing Warung Angkringan lainnya:

Angkringan Dan Nasi Kucing


Mungkin temen2 sekalian pernah denger dari sodara2 atau teman2 yg kuliah di yogya apa itu nasi kucing apa itu angkringan


Angkringan adalah tempat berjualan berbagai macam makanan yang ada di hampir setiap ruas jalan dan gang Jogjakarta. Kalau boleh mendiskripsikan, angkringan itu berwujud seperti sebuah gerobak dorong yang berisi penuh makanan dan jajan, beroperasi di sore, malam dan dinihari dan menggunakan penerangan lampu senthir (kebanyakan) serta temaramnya lampu-lampu mercury jalanan Jogja.

Konsumen angkringan, meski sering dicap sebagai warung rendahan, pada kenyataannya terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari tukang becak, anak2 perantauan, mahasiswa, budayawan dan seniman, karyawan hingga eksekutif kadang tak sungkan menghabiskan malam untuk menyantap makanan dan minum teh jahe di Angkringan.

Perilaku konsumen pun bermacam-macam di sana. Ada yang hanya membeli untuk dibawa pulang, ada pula yang membeli, makan sebentar lalu pulang, namun yang paling sering ditemui adalah membeli, ngobrol, membeli lagi, dan ngobrol lagi di warung angkringan bersama rekan maupun “rekan-rekan” baru yang ditemui dan di kenal di sana. Otomatis, di angkringan tidak ada pembedaan strata sosial, agama maupun ras. Mereka semua sama di keremangan lampu senthir, sebagai sosok anak manusia yang makan dan minum dari tangan penjual yang sama.


Nasi kucing (atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan "segÄ kucing") bukanlah suatu menu tertentu tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada warung angkringan. Dinamakan "nasi kucing" karena disajikan dalam porsi yang (sangat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Nasi kucing adalah sebentuk nasi rames, dengan menu bermacam-macam: tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala atau cakar ayam serta sate telur puyuh, yg semangkin nikmat kalau dibakar dahulu sebentar sebelum disajikan.
Nasi yang disajikan dapat berupa nasi biasa maupun nasi gurih (nasi uduk)dan di dalam porsi yg sedikit tersebut diberi lauk sambal bajak (cabe digoreng dahulu) dan sepotong kecil pindang bandeng goreng. Jika makannya ditemani minuman hangat berbahan dasar jahe (jahe coklat, jahe kopi, dan jahe teh) maka segala sakit kepala - masuk angin akan hilang dengan sendirinya. Di Solo dikenal dengan sebutan Sego Kucing Warung Hiik.
Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan sangat populer di kalangan mahasiswa karena harganya lumayan murah untuk ukuran kantong anak kos-kosan, selain itu rasanya juga pas di lidah orang Indonesia.


Kiriman Dari: "Agung Prihraharjo"
----------------------------------------------------------------------------------------------
Warung Angkringan ala Batam Jadi Tempat Mangkal Anak Muda
Selasa, 10 Pebruari 2009

Ada yang Mengira Pakai Daging Kucing

Krisis finansial, ternyata masih berbuah manis bagi sebagian warga. Sendy Sinnay, salah satunya. Warung angkringan Wonolopo yang baru ia dirikan sebulan, ternyata mendapat sambutan baik. Kini mereka berencana buka satu lagi di Batam Centre. Seperti apa kisahnya?
RIBUT SANTOSA, Batam
Mejanya berderet di hamparan karpet hitam memanjang di pinggiran parkiran Komplek Sulaiman Plaza, Nagoya, Batam. Penerangannya, hanya mengandalkan sinar lampu ruko di sekitarnya dan sorotan lampu kendaraan yang berseliweran di jalan Teuku Umar, Nagoya. Agak remang-remang, memang. Namun pengunjungnya lumayan ramai. Apalagi saat malam minggu, kadang sampai harus antre untuk bisa dapat meja.
Para pengunjung, terutama anak-anak muda betah berlama-lama nongkrong di warung dengan menu khas warung angkringan di Kota Yogyakarta dan Solo ini, seperti nasi kucing, wedang jahe, mendoan, telur bacem, teh tubruk, ceker bacem, dan lain-lain.
”Tempatnya santai, enak untuk ngobrol,” ujar Kamaruzaman, salah seorang pengunjung yang sampai menunggu 15 menit untuk mendapatkan meja.
Bagi sebagian warga Batam, terutama yang pernah kuliah di Yogyakarta atau pernah tinggal di Kota Gudeg, menu angkringan memang banyak memberi kenangan tersendiri. Harganya sangat terjangkau dan banyak membantu mahasiswa menekan biaya makan sebulan.
”Banyak yang merasa seperti sedang berada di Yogya setelah duduk dan melihat menu masakannya,” ujar Sendy Sinnay membuka obrolan ketika Batam Pos berkunjung ke angkringanya, malam minggu lalu.
Sementara bagi pengunjung yang belum mengenal menu makanan ini, tak sedikit yang penasaran dan mengajukan sejumlah pertanyaan yang membuat Sendy tersenyum. Pernah seorang pengunjung menanyakan soal menu nasi kucing. Pengunjung mengira pakai daging kucing, padahal menu itu hanya terdiri atas nasi, sambel, ikan teri atau telur dadar. Tak ada sedikit pun mengandung daging kucing atau daging yang lain.
Kata beberapa orang Yogyakarta, nasi ini dinamakan nasi kucing karena porsinya yang serba kecil plus ikan dan murah. Ada yang bilang karena ada ikan terinya jadi seperti makanan kucing. Malah ada juga di salah satu blogspot yang bilang, sebutan nasi kucing hanya untuk menghaluskan nama bahwa nasi ini untuk kelas berkantong cekak dan sangat terjangkau untuk pelajar dan mahasiswa. Namun terlepas dari makna nama itu, nama nasi kucing kini sudah cukup dikenal orang.
Pembelinya pun berkembang tak hanya sebatas yang berkantong cekak. Anak gedongan pun banyak yang jadi langganan.
Meskipun banyak mengadopsi menu nasi angkringan di Yogyakarta, namun Sendy lebih suka menyebut warungnya ini sebagai sebuah revolusi angkringan. Tanpa gerobak khas angkringan dan bangku untuk duduk. Semua pengunjung lesehan. Tampil di tengah kota dengan suasana lebih nyaman dan bersih. Murah tapi tidak terkesan murahan.
”Warung angkringan ini adalah warung wedangan khas Jawa seperti di Yogyakarta dan Solo yang sangat terkenal dengan kelezatan, keramahan, serta kemurahannya. Pokoknya kami usahakan sama seperti di tempat asalnya,” ujarnya.
Ditanya soal ide pendirian warung ini, Sendy mengaku warungnya terinspirasi oleh minimnya tempat nongkrong yang asyik, sehat, dan murah di Batam. Sebagai kota yang terus berkembang dan jumlah anak mudanya terus meningkat, Batam masih minim tempat nongkrong untuk anak muda yang terjangkau.
Ia lalu berfikir bagaimana membuat tempat yang asyik, pengunjung yang kebetulan banyak didominasi anak muda bisa ngumpul sama temen-temen sampai larut malem, nyantai, bisa sambil selonjoran, dan rebah-rebahan. Ia akhirnya ingat dengan menu angkringan Jogja yang terkenal murah meriah. ”Lama juga mikir idenya dulu, butuh perjalanan panjang,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan idenya itu, lelaki yang juga aktif sebagai MC di sejumlah iven di Batam ini, mulai bergerak mencari dan mensurvei lokasi. Beberapa pemilik tempat yang menarik, ia lobi, hingga akhirnya ia mendapat lokasi di trotoar parkiran Komplek Sulaiman Plaza, seberang Hotel Puri Garden. Tempat sudah, tinggal tenaga kerja. Untuk menyuguhkan rasa masakan yang sama dengan angkringan di Yogyakarta, ia pun menyeberang ke Pulau Jawa mencari tenaga kerja yang trampil.
Setelah semua lengkap, awal Januari ia mulai melaunching warungnya. Namun di hari pertama buka ini, mereka sudah mendapat cobaan. Ia bersama empat anggotanya malah ikut kena razia KTP dan dibawa ke kantor polisi. Kebetulan saat itu polisi sedang gencar menggelar razia di seputaran Nagoya. ”Ini pengalaman tak terlupakan,” ujarnya.
Untungnya setelah didata, mereka pun akhirnya dilepaskan kembali dan uniknya, para anggota polisi yang merazia mereka saat itu, kini malah menjadi langganan di warungnya. ”Mereka malah sering makan di sini bersama temen-temannya,” ungkap Sendy.
Melihat warungnya makin hari makin ramai, ia dan temannya Totok berencana meluaskan usahanya. Mereka kini sedang mencari tempat strategis di Batam Centre. ***


Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger