English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

BAKMI MIE-KITA UTAN KAYU, WARALABA NAN BERSAHABAT

Rabu, 20 Januari 2010

Menu Masakan si Ahli Teknik yang 
Sekali Dicoba Langsung Disuka


Utankayu, kelanakuliner.com
Perjalananku kali ini sedikit diganggu dengan rusaknya si jago ngebut motor biruku, Honda CB 1972 125 cc yang kain hari kian cantik saja kendaraan antik itu... Setelah masuk bengkel yang profesional dan pelayanannya sangat menjanjikan, kelanakuliner berjalan dan mencari kendaraan umum, bis Metromini jurusan pramuka, menuju kantor Is Plaza RM Gurih.
Sambel Sambil jepret sana, jepret sini dengan kamera digitalku, tahu-tahu seorang pemuda memberikan salam tersenyum sayapun membalas senyumnya dan memutar memori otakku mencoba mengingat dimana saya mengenalnya. Teman kampuskah? Teman sekolahkah atau orang yang berkunjung ke rumahku untuk survey kredit bank, atau orang asuransi pendidikan yang sering mengontakku?

Alhamdulillah, dengan sikap sesopan mungkin akhirnya saya teringat kembali, rupanya dia teman adik kandungku. Aahhh... forget it lah, yang penting sekarang ada teman dan dengan baik hatinya dia tawarkan  mengantarku ke kantor Is Plaza. Namun aku akhirnya minta diturunkan di perapatan Utankayu, dan meneruskan berjalan kaki dengan niat canvasing (susur jejak kuliner baik berjalan kaki maupun berkendaraan, yah ini kan kelana kuliner yang sebenarnya, kan?) Perjalanan meniti pinggiran jalan Utankayu menuju tembusan jalan ke Pramuka Raya itulah, aku melihat satu ruko yang tampak masih baru. Bakmi Mie-Kita. Sepertinya asyik juga dan lumayan akrab di telinga nama resto ini.


Waktu menunjukkan pukul 14.17 WIB dan langsung saja masuk setelah melewati interior ruangan yang dominan kuning muda dan hijau itu yang juga berhiaskan lukisan neo-klasik karya seniman Jogja. Di ujung meja dapur, saya mencoba mencari informasi tentang sang pemilik dan tepat di bagian bawah meja kasir sekaligus loket layanan pesan, sebuah poster informasi waralaba Bakmi Mie-Kita terpampang manis (satu trik pemasaran yang cukup cerdik, untuk menangkap peluang pasar baru - setidaknya itulah yang dikatakan sang pemilik waralaba Petrus). Tertulis di poster itu "Peluang Usaha (Busines Opportunity) Waralaba Bakmi Mie-Kita, yang ditawarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Makanan Sehat, Enak dan Murah. Tipe waralaba, kelas "Food Court - Modal hanya 77jt", "Mini Resto - Modal hanya 160jt", "Resto - modal cuma 175jt", BEP (Titik Balik Impas) 12 s/d 16 bulan. Hubungi Petrus/Nadir No. Telp 08588.3262.658 atau 0856.9292.5050."


Setelah beberapa waktu, kontak pertama saya justru langsung dengan sang pemilik waralaba pak Petrus, tapi belakang waktu saya tahu bahwa ternyata saya berhubungan dengan Nadir, sang penerima waralaba dan pemilik ruko di Utankayu. Kami pun membuat janji bertemu dan saya masih beranggapan akan bertemu dengan pemilik waralaba, Petrus Puspo Sutopo.

Kurang dari satu jam, dan nyaris saja saya tenggelam dalam tidur di kursi makan yang berbentuk sofa tinggi RM Bakmi Mie-Kita, saat bertelepon ria dengan kolega, akhirnya datang juga, Nadir. Walaupun saya sudah tahu, lelaki Arab (ganteng eh... jangan ah nanti GR dan salah tafsir lagi) ini, tapi saya mencoba "melucu" menanyakan nama dirinya, "Dengan pak Petrus?"  (emang ada yah orang Arab yang namanya Petrus? Kalo di "sana" ya pastinya ada lah!...Sayangnya saya lupa mematikan HP saya yang masih OL dengan kolega... ih nggak etis buanget deh gue!), "Saya Nadir, pak," jawabnya menerima jabatan tangan perkenalan diri saya. (by the way... aku jadi ingat satu istilah... sampai ke titik nadir... titik terendah di horizon langit... so what's the meaning of Nadir?)



Setelah berkenalan dan berbincang dengan Nadir, lelaki keturunan Arab kelahiran Jeddah 28 tahun lalu ini, ternyata menyenangkan diajak berdiskusi. Menurutnya, dengan berwaralaba Bakmi Mie-Kita setidaknya keinginannya untuk berwiraswasta dan asyik duduk manis di rumah bisa dilakukan. "Tapi biarpun begitu seperti yang ditawarkan oleh franchisor, saya masih kepingin ikut nimbrung sibuk terjun ke bisnis usaha resto bakmi ini," ujarnya serius. Bujangan yang akan merencanakan menikah  dengan adik sahabat lamanya pada tahun depan ini menegaskan, justru dirinya memang mau bersibuk-sibuk ria untuk jadi pengusaha yang tahu banyak hal tentang bagaimana  memproduksi usaha resto bakmi.


Sebagai gambaran betapa rumit dan sibuknya usaha Bakmi Mie-Kita, jumlah sajian menunya saja hingga seratus lebih. Bisa dibayangkan, bukan bagaimana banyaknya SOP (bukan semacam sop buntut, coy... tapi Standard Operation Procedure - alias Prosedur Operasi Baku) dan beragamnya suplay bahan baku menu masakan. "Wajar saja Mas, kalau masalah product knowledge, sebaiknya ditanyakan langsung kepada pak Petrus... Dia yang lebih paham dengan segala macam menu itu," ujarnya merendah.

Bagi saya bukan itu saja masalahnya, namun yang paling penting adalah bagaimana seh sebenarnya rasa dari bakminya itu sendiri. Apa sama hebat dan lezatnya dengan sang legendaris Bakmi GM? Ah nggak usah kelamaan cerita... Kelanakuliner pun akhirnya mencoba semangkuk porsi Bakmi Komplet yang berisi PG (bukan Partai Golkar, tapi Pangsit Goreng), PR (juga bukan PuRel yang cantik tapi Pangsit Rebus, hehehe), ETM (yang ini juga bukan Etometic Teller Machine - maksa banget kan?- tapi Es Teh Manis). Dan sebagai hasilnya adalah ......................................... (bentar lagi asyik mengingat kenikmatan sensasi makan bakmi..... hmmmm) rasanya tak kalah dengan Bakmi GM (kenapa seh disebut Bakmi Gajah Mada? Emang bakminya segede-gede Gajah Mada... atau emang jaman dulu Gajah Mada doyan bakmi ya? Ahh gak jelas... Tapi konon menurut buku sejarah Indonesia, Bakmi GM dikasih nama seperti itu karena si pedagang bakmi dulu sekali awalnya dagang bareng Gajah Mada.... eh bukan maksudnya dagang di Jalan Gajah Mada... dasar beg*!)

Memang ada idiom di dunia "perbakmian" bahwa jadulbang (jaman dulu banget) patokan makanan bakmi yang enak adalah Bakmi GM, setelah beberapa tahun, muncul lah nama-nama mirip yang juga dikelola oleh warga Cina lainnya seperti Bakmi GK (lagi-lagi bukan Golongan Karya tapi Gang Kelinci). Bakmi GK ini pun juga begitu populer di kalangan masyarakat Jakarta, namun sedikit sekali yang tahu persis, bahwa Bakmi GK menggunakan B2 (alias bukan BlueBand tapi BaBi). lihat tulisan saya yang pertama kali di link kelanakuliner ini.

Kembali ke laptop, eh salah kembali ke pokok bahasan Bakmi Mie-Kita Utan Kayu. Resto Bakmi yang masih dalam pengawasan langsung Petrus (bukan Petrik dan juga bukan Petruk, apalagi Patrick Starfish temannya Spongebob Squarepants). Menurut pengakuan Petrus, usaha waralaba Bakmi Mie-Kita yang dikelolanya ini jelas berbeda dengan usaha waralaba lainnya yang sejenisnya. "Kebanyakan para pemilik waralaba bakmi lainnya itu, setelah mendapatkan uang investasi, maka mereka tidak memberikan yang intens dan berkelanjutan". Itulah sebabnya saya lebih mengutamakan para pelanggan, tambahnya, karena pada akhirnya yang menentukan adalah pasar.

Lelaki humoris yang penuh pengalaman pahit selama hidupnya di masa kecilnya ini menegaskan, bahwa tanggung jawab dirinya tidak berhenti setelah si pemilik modal menyerahkan uangnya membeli merk Bakmi Mie-Kita. "Seumur hidup saya membuka komunikasi, kapanpun mereka butuh saya untuk konsultasi usaha yang telah belasan tahun saya tekuni ini," ungkapnya sambil berpromosi. Kelanakuliner sendiri mengakui bahasa tubuh dan caranya berkomunikasi yang mampu meyakinkan orang lain untuk mau bekerjasama waralaba. Saya jadi ingat film klasik The God Father, dimana ada satu quote populer Marlon Brando dalam film itu, "I'm going to make him an offer he can't refuse."


Lelaki Petrus Puspo Sutopo memang jago bisa meyakinkan para mitra dan koleganya dengan prinsip belajar dari pengalaman, dan yang penting pertama kali adalah skill, kemudian kejujuran, keuletan, baru modal, demikian ungkapnya. Makanya tak heran jika akhirnya ia memilih untuk berwirausaha. dan mengembangkan usahanya dengan konsep waralaba dan kemitraan seperti BO (Business Opportunity). Seiring  itu ia juga mempunyai filosofi hidup yang ingin menolong orang. "Dari kecil Saya hidup banyak ditolong orang, maka Saya bercita-cita ingin menolong orang. Baik itu karyawan maupun para pemilik modal," tandas Petrus.

Pada kenyataannya, Petrus membuktikan hal itu dengan seringnya ia meningkatkan pembinaan  kinerja kepada para karyawannya yang sering dirolling ke setiap cabang yang berbeda maupun cabang baru. "Saya hanya mau memberikan bantuan tenaga kerja ahli (karyawan) saya yang telah lebih dari 6 bulan pengalamannya bekerja dengan saya, demi mempertahankan kualitas SDM di tiap cabang waralaba lain yang baru dibuka," pungkasnya.


Sekarang ini di Jakarta, setidaknya ada 5 cabang waralaba, mulai dari Salemba, Tebet, Kelapa Gading, Sunrise Garden, juga termasuk Bogor.

Bila Anda tertarik ingin merasakan nikmatnya ratusan pilihan menu Bakmi Mie-Kita, maka bisa langsung kunjungi Bakmi Mie-Kita Jl. Utan Kayu No. 106, Jakarta Timur atau menghubungi telepon
(021) 9704.3288 - 9704.3289
untuk pesan antar lokasi terbatas. Sedangkan pesan antaran radius lebih jauh dikenakan ongkos kirim Rp. 2.500,-


SidikKelana Rizal - dobeldobel.com



LILI DIMSUM: Lezat dan Berkhasiat

Minggu, 19 Juli 2009

Dimsum Kilat Mengkilat Rasanya Melejit Lezat
Hakau, Pokaicau, Maulingkau, Siomay, Hakkau Brokoli,

Bekasi  - kelanakuliner.com
Menanti suasana petang berlalu dan memasuki malam yang indah di jantung kota Bekasi, mungkin hanya di beberpa tempat istimewa yang berdekatan dengan perempatan pintu gerbang Tol Bekasi Barat. Ada Giant, Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, Ramayana Dept Store dan Bekasi Square. Sepertinya hanya Bekasi Cyber Park yang cukup dikenal sebagai tempat jajanan kuliner dengan failitas hotspot dan live music.

Di lantai dua, saya coba ruang terbuka di sana dulunya ada band live music, namun beberapa perubahan temporer, terkadang pertunjukan diadakan di dalam secara bergiliran. Untuk makanan kelas ringan dan tak perlu repot serta saji cepat, sepertinya dialokasikan di bagian ruang terbuka.

Sedangkan makanan yang masuk kategori dinner dan meal ada di bagian area dalam. Namun begitu keduanya sama-sama memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah Lili Dimsum, yang berada di luar dan di barisan tengah.

Lili Dimsum yang dimiliki oleh Merry ini, memang hanya menyajikan makanan sehat khas Asia (berasal dari Korea). Rebusan aneka ikan atau udang yang dicacah kemudian dibungkus adonan tepung sagu campur terigu dan dikukus hingga tampak mengkilat dan kelihatan menarik, segar sertamengundang selera. Wangi bahan-bahan sayur dan bumbunya harum dan tak ada amis ikan sama sekali, di samping itu makanan ini sangat direkomendasikan karena proses pemasakannya yang tidak digoreng dengan minyak namun dikukus matang.

Kelezatan dimsum memang sudah dikenal di manca negara dan Dimsum Lili punya kekhasan. Seperti halnya siomay, maka salah satu menu favorit dan andalan Lili Dimsum adalah Hakau Dua Mata dan Hakau Brokoli. Dua jenis Hakau baik yang berisi Udang maupun ikan ini termasuk unik dan tak ada duanya di lain tempat. Dan perlu Anda ketahui, Dimsum Lili sudah menjadi supplier tetap dimsum beberapa hotel berbintang di Bandung, aku Merry yang menjadi wakil pemasaran & distribusi wilayah Bekasi.

Harganya pun relatif terjangkau untuk kelas BCP. Hanya dengan Rp.12.000,- satu porsi dimsum siap tersaji di meja Anda dengan jumlah 4 potong per paketnya. Mau Anda kombinasi dengan makanan lainnya? Tinggal Anda pilih sendiri, rata-ratanya harga serupa.

Rekomendasi saya adalah 3 bintang mengenai bentuk dan rasanya. Plus satu bintang perak untuk kategori makanan yang menyehatkan khususnya Anda yang menderita penyakit asam urat, kolesterol dan tekenan darah tinggi. Cepatlah Anda datang ke outlet Lili Dimsum baik yang di BCP atau yang ada di Taman Galaxy.
Dik Rizal - dobeldobel.com

Tulisan Terkait dengan Dimsum

Hasil Kursus Aneka Dimsum sama Orange Kitchen
Hari Ahad kemarin aku ikutan kursus aneka dimsum di Titan Fatmawati. Kursus ini di selenggarakan komunitas Orange Kitchen. Di komando dengan 3 orang chef dari sebuah hotel di bandung (jauh amat ya import chef-nya, jangan-jangan mau sekalian jalan-jalan “wink” ) suasama kursus dari jam 10 sampai hampir jam 4 sore jadi terasa fully loaded dengan banyak ilmu plus tips dan trik serta ada bonus resep
Sebelum aku lupa, aku buat catatan di blog ini. Semoga dengan begini makin banyak masukan dan aku tetap ingat dengan hasil kursus (dan mesti di praktekkan ya…secara makanan ini eunak).Kursus Aneka Dimsum Orange Kitchen
By chef Rudi dan Andi 9 november 2008. Titan Fatmawati.
Kulit Hakau
Bahan :
1000 gr tepung tangmien
500 gr tepung sagu
500 gr air panas

Cara membuat :

  1. Campur rata tepung tangmien dan tepung sagu. Setelah dicampur bagi menjadi 2 bagian.
  2. Tambahkan air mendidih sambil di uleni sambil ditambah campuran tepung sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
  3. Kalau adonan sudah jadi bungkus dengan plastik supaya adonan tidak cepat kering dan keras.
Kulit Kuotie dan shanghai shiolung pao

Bahan :

600 gr tepung terigu kunci
30 gr tepung sagu
300 gr air panas mendidih
1 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Campur terigu dan sagu.
  2. Siram dengan air panas, aduk sampai jadi adonan.
  3. Roll bulat-bulat. Iris/potong. Kemudian giling supaya bentuknya bulat.
Mantau dan kulit shiuolung pao

Bahan :

600 gr terpung terigu kunci
150 gr gula
16 gr ragi instant (mis. Fermipan)
8 gr baking powder
5 sdm santan Kara
250 gr air



Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan kecuali air.
  2. Masukkan air sedikit demi sedikit, aduk adonan sampai kalis.
  3. Roll panjang dan bulat, kemudian potong-potong. Untuk mantau setelah bulat tekan sedikit di bagian atas jadi ntar bentuk adonan yg dikukus tidak bulat tapi agak oval.
  4. Semprot dengan air, diamkan 30 menit, kemudian kukus sampai matang.

    Kaki ayam.

    Bahan :
    600 gr kaki ayam
    4 gr garam
    15 gr chicken powder (misal royco, knorr)
    15 gr gula
    25 gr tepung sagu
    1 sdm saus tiram
    2 sdm saus sambal
    150 saus merah (resep ada di bawah)
    2 sdm tausi
    20 gr bawang putih goreng
    Minyak wijen secukupnya
    2-3 buah bunga lawang/star anise

    Bawang adun, bawang
    bombay, jahe, diiris.

    Cara membuat :
    1. Potong kaki ayam jadi 2 bagian.
    2. Rebus kaki ayam kemudian goreng (sebaiknya dengan minyak goreng bekas supaya hasilnya kaki ayam lebih coklat).
    3. Setelah di goreng angkat, letakkan di wadah campur dengan bawang daun, bawang bombay, jahe dan bunga lawang. Campuran ini bisa direbus selama 45 menit atau cara lain tambahkan air kemudian kukus selama kurang lebih 1 jam.
    4. setelah itu tiriskan. Campur dengan sagu.
    5. Di tempat lain campur chicken powder, garam, gula, saus merah, tausi, minyak wijen, saos sambal. Aduk sampai kalis.
    6. Setelah tercampur rata dan kalis masukkan kaki ayam.

    Saus Merah
    Bahan :
    350 gr gula
    50 gr chicken powder
    35 gr kecap asin
    70 gr saus tiram
    35 gr mushroom soy sauce
    Campur semua bahan di atas (A)
    160 gr tepung sagu
    70 gr tepung maizena
    200 gr air (kalau air kurang ambil dari 1000 gr air yg sudah ditulis di bawah)
    Campur rata jadi seperti pasta (B)
    1000 gr air
    Pewarna merah secukupnya

    Bumbu :
    ½ butir bawang bombay
    1 buah jahe
    4 tangkai bawang daun
    3 buah bawang merah
    3 buah bawang putih
    Cincang halus bahan bumbu

    Cara membuat :
    1. Tumis bumbu cincang sampai harum.
    2. Tambahkan bahan A yg sudah tercampur rata tadi. Tambah air, masak sampai mendidih. Setelah itu saring.
    3. Masukkan bahan B, aduk sampai kental dan mendidih, beri sedikit minyak supaya tidak gosong/lengket.
    4. Masukkan ke kulkas, inapkan selama semalam. Hasilnya seperti lem kanji warna merah.
    5. Saus merah siap digunakan sebagai bumbu untuk kaki ayam atau untuk campuran ayam sebagai isian bakpau.

    Isi Siomay
    Bahan :
    400 gr paha ayam filet, potong kotak
    200 gr udah, kupas, potong kotak
    20 gr tepung sagu
    5 gr garam
    10 gr chicken powder
    15 gr gula
    20 gr jamur shitake, potong kotak
    Minyak wijen sesuai selera

    Cara membuat :
    1. Campur ayam, udang, dan jamur yg suddah dicuci bersih dan di potong kotak.
    2. Masukkan potongan ayam ke dalam campuran garam, lada, sagu, aduk hingga campur rata. Kemarin pas kursus di aduk pakai mikser pakai padle atau K beater. Di aduk sampai ”benyek”.
    3. Kemudian tambahkan gula, chicken powder, dan udang. Aduk lagi sampai udang agak ”tercabik-cabik” pokoknya kondisi udang sudah tidak ”firm” seperti udang segar.
    4. kemudian masukkan jamur shitake, aduk rata lagi.
    5. Terakhir tambahkan minyak wijen sesuai selera.
    6. Setelah adonan isian siomay jadi masukkan ke dalam kulkas minimal 1 jam, supaya adonan gampang di bentuk dan tidak terlalu lembek.

    Isi Hakau
    Bahan :
    600 gr udang peci, kupas, potong kotak
    10 gr chicken powder
    5 gr garam
    15 gr gula
    15 gr sagu
    Minyak wijen sesuai selera
    Minyak bawang untuk olesan.

    Cara membuat :
    1. Aduk udang. Garam, sagu hingga ½ hancur. Kalau di kursus ya itu tadi, di aduk pakai mikser dengan pengaduk padle (bagi pemakai kitchen aid) atau K beater (bagi pengguna kenwood).
    2. Tambahkan chicken powder, gula, minyak wijen. Aduk lagi sampai rata.

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger