English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

BENGKEL KULINER : Ayam, Bebek dan Ikan Bakar Jimbarannya Menjajah Rasa

Minggu, 21 Februari 2010

View Terbaik Pujasera berkonsep Rest Area Jatiwaringin


Jakarta, kelanakuliner.com
Pusat Jajan Serba Ada dengan nama yang mirip dengan sebuah kafe terkenal di tahun 80-an di Jakarta, Bengkel Cafe, kini dikenal banyak kalangan dengan sebutan Bengkel Kuliner.

Mengingat buanyak buanget pujasera-pujasera yang mengambil Bengkel Kuliner sebagai satu sumber inspirasi untuk membuka konsep usaha jajanan kuliner di daerah lain, maka pengelolaan manajemen pujasera yang menggunakan sistem syariah ini akan dijual secara kepada investor lokal maupun negara tetangga.

Masalah betapa ramainya pengunjung Bengkel Kuliner, jelas sudah dibuktikan oleh sang pemilik, H. Wawan, lelaki kelahiran Jakarta tanggal 29 September 1963, dengan banyaknya waiting list (daftar calon tenant yang nunggu giliran masuk) hingga mencapai 50-an begitu melihat berjuberlnya pelanggan yang berkunjung untuk menikmati makan dan minum walaupun di hari biasa. Apalagi hari libur, kadang para pengunjung rela menunggu giliran untuk bisa duduk makan minum dengan mengunjungi fasilitas lainnya seperti futsal.

Mengenai banyaknya para calon tenant yang hendak membuka outlet di pujasera syariah ini, H. Wawan memaparkan, "Sedikitnya ada 50an orang yang menunggu untuk bisa buka gerai di tempat kami. Di antaranya  sampai  sering datang bolak-balik ke sini dan selalu meminta jawaban dari saya, 'Kapan Pak Haji, bisa masuk?' dan terkadang saya jadi kikuk dibuatnya.

Soalnya hampir setiap hari mereka datang menemui saya menanyakan hal itu," ungkapnya dengan sedikit agak sedih. Rupanya berkah dari banyaknya calon tenant pengusaha kuliner yang mau buka gerai outlet makanan di pujasera Bengkel Kuliner, membuatnya sering merasa tidak enak untuk menolak.

H. Wawan, lelaki penggemar motor gede ini lebih menegaskan lagi bahwa usahanya sekarang ini jauh lebih terasa berkah karena perjuangannya bila dibandingkan dengan usahanya dulu saat dirinya masih muda.

Setelah menjalani usaha jual beli tanah dan proyek-proyek besar lainnya dengan teman dan kolega lamanya, kini dia lebih menikmati usaha kuliner. "Justru dengan usaha kuliner yang sekarang ini saya tekuni, saya jauh lebih merasa tenang dibandingkan dulu,"  jelasnya tersenyum.

Dulu H. Wawan, lelaki beranak 3 orang ini belum pernah merasa setenang dan selega kini dalam berbisnis usaha yang lebih mengutamakan aspek syariahnya. "Kini saya lebih menikmati usaha kuliner di tempat ini dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan saya merasakan berkahnya setiap saat dengan kelelahan saya saat pulang ke rumah dan bertemu anak istri membawa hasil yang jauh lebih halal!" imbuhnya.

Usaha berkelanjutan yang dirintisnya dari nol ini memang rupanya mulai menunjukkan hasilnya, dengan semakin ramainya pengunjung Bengkel Kuliner, H. Wawan merasa harus semakin menambah fasilitas lainnya yang dibutuhkan para calon pelanggannya dengan menambahkan pompa bensin (SPBU loh bukan tempat 'mompa' lainnya.... misalnya pompa balon), fasilitas dan sarana olahraga seperti Futsal dan mushola. Yang istimewa dari semua fasilitas itu adalah posisinya dari ketinggian tanah atau jalan raya.

H. Wawan menjelaskan, dia memang sengaja menaikkan elevasi tanah, sehingga para pengguna jalan raya bila melihat area Bengkel Kuliner akan melihat ke arah atas. Mulai dari Pompa Bensin yang tanahnya sengaja ditinggikan dari permukaan jalan raya, demikian pula Pujaseranya Bengkel Kuliner, kemudian Lapangan Futsal dan Musholanya.

Demi memenuhi kepuasan pelanggan atas fasilitas yang ada di Bengkel Kuliner, setidaknya dirinya kini sedang membangun 2 lagi lapangan futsal berukuran internasional 29m x18m. Sedangkan lapangan yang sudah tersedia hanyalah lapangan standar nasional berukuran 28m x 16m dan lapangan futsal anak-anak berukuran 25m x 15m. Sementara dia juga sedang membangun area sebelah selatan untuk foodcourt berselera menu internasional dan modern. Satu sajian yang berbeda konsep dengan Pujasera Bengkel Kuliner yang lebih ke menu sajian nusantara dan tradisional.

Sementara itu pujasera Bengkel Kuliner sendiri memiliki sedikitnya ada belasan kounter gerai makanan yang menyajikan beragam menu masakan tradisional seluruh nusantara. Sedangkan untuk menu sajian internasionalnya dia sedang menjalin kerjasama dengan pengusaha fastfood waralaba asing agar mau mendirikan resto fastfood untuk kaum remaja. Di samping itu H. Wawan juga sedang mempersiapkan pembangunan ruang khusus untuk ATM booth beberapa unit.

Kembali ke pispot eh... laptop !
Sejak kapan seh Bengkel Kuliner ini berdiri? H. Wawan sendiri mengungkapkan bahwa usaha kuliner pujaseranya ini telah berdiri sejak 2 tahun silam tepatnya tahun 2007. Setelah membuka usaha bengkel mobil dan berdagang asesoris mobil, dia mencoba berinisiatif membuka usaha makanan yang sangat bertolak belakang dengan latar belakang kehidupan dan hobinya di bidang otomotif. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, justru usahanya di bidang resto dan pujasera ini malah memberikan masukan yang lumayan dan lebih baik buat diri dan keluarganya. "Walaupun tidak seperti dulu ketika saya masih muda, kini saya lebih merasakan berkahnya yang memang betul-betul membuat saya merasa tenang dan enak tidur..." ujarnya tertawa lepas.


Menu Unggulan Dapur Ampera

Tidak seperti kebanyakan pengusaha pujasera di tempat lainnya, dimana mereka lebih kepada membuka lahan usaha kuliner dan mereka mengandalkan pemasukan dari uang sewa para tenant. Di Bengkel Kuliner. H. Wawan menegaskan bahwa yang menjadi dasar pertimbangan usaha Bengkel Kulinernya adalah kounter Dapur Ampera yang dikelola dengan sistem syariah bersama rekan dan para karyawannya.

Dengan usaha yang dikelolanya sendiri ini, dia tidak hanya mengandalkan uang sewa dan komisi keuntungan dari omzet para tenantnya semata. Artinya, saya berusaha agar setiap pengusaha warung di Bengkel Kuliner mereka juga merasakan keuntungan atau benefit dari fasilitas yang disediakan, mulai dari tenaga kasir, kebersihan, keamanan, listrik dan air serta lainnya, dimana bila para tenant untung, maka kami pun senang dan bila omzet mereka kecil, kami pun berusaha menolong mereka dengan berbagai cara agar terjadi peningkatan di kemudian hari, tambahnya menjelaskan sistem kerjasama syariah di Bengkel Kuliner.

Adapun menu unggulan di bengkel Kuliner tidak terfokus pada satu outlet saja, tapi semua tenant berkesempatan sama seperti tenant lainnya untuk menyajikan menu unggulan mereka. Kini yang menjadi masalah adalah, bisa tidaknya para tenant menyajikan menu yang disukai para pengunjung Bengkel Kuliner.

"Salah satu gerai bengkel Kuliner adalah Dapur Ampera. Nama Dapur  sendiri sebenarnya berkonsep "emperan" yang artinya warung emperan yang siap menyajikan segala menu semua kelas pelanggan," ungkapnya kepada kelanakuliner.com dab jkebetulan sekali letaknya ada di pinggiran jalan dan Dapur Ampera juga ada di posisi pinggiran Bengkel Kuliner

Lihat saja menu unggulannya seperti Ikan Bakar Jimbaran, Ayam Bakar Jimbaran, Bebek bakar Jimbaran. Termasuk kami menyediakan Nasi Liwet khas Solo dan Nasi Timbel ala Sunda komplit. Dan ternyata menu-menu inilah yang paling diminati olah para pengunjung dan mereka akhirnya menjadi pelanggan fanatik menu sajian kami ini, ungkap H. Wawan.

Tak kurang dari beberapa pejabat tinggi dan koleganya dari komunitas tertentu pernah berkunjung ke Bengkel Kuliner. Sebenarnya pujasera ini tidak dikhususkan buat pasar tertentu, apalagi konsepnya adalah pujasera berbasis kemitraan syariah, maka captive marketnya adalah mereka yang melewati jalan ini, papar H. Wawan.

Jalur jalan raya Jatiwaringin adalah jalur hidup yang dilalui kendaraan yang berangkat ke jalan tol atau pulang dari via jalan tol. Maka konsep rest area seperti kebanyakan di pinggiran jalan tol mau saya terapkan di Bengkel Kuliner tentunya dengan investasi yang lebih terjangkau oleh saya.

Lelaki berpenampilan lebih muda dari usianya ini menjelaskan, bahwa dia kini membuka kesempatan berbisnis kepada setiap calon investor yang mau mendirikan pujasera di daerahnya dengan modal dana dan lahan luas agar seperti usahanya yang beromset ratusan juta per bulannya dengan cara menitipkan calon karyawannya untuk ditraining selama sedikitnya 2 bulan dan setiap investor mempunyai peluang untuk membeli bumbu-bumbu rahasia serta kiat-kiat usaha kuliner yang sukses seperti Bengkel Kuliner miliknya itu.

Buat Anda yang tertarik ingin bermitra dan mau membuka usaha kuliner dengan sistem syariah yang berkonsep seperti Rest Area serupa yang mempunyai luas tanah sedikitnya 5000 meter persegi itu, Anda bisa berkunjung ke Bengkel Kuliner, Jl Jatiwaringin Raya, samping Bakmi Japos atau untuk reservasi bisa langsung menghubungi Sidik Rizal di (021) 9346.1965 atau langsung dengan H. Wawan di 08129445100



DAFTAR MENU

Bebek Jimbaran
Paket Bebek Nasi Timbel
A. Nasi Timbel, Bebek, Tahu-Tempe, Sambal+Lalapan, Teh Botol Rp.25.000,-
B. Nasi Timbel, Bebek, Tahu-Tempe, Sambal+Lalapan Rp.23.000,-
Paket Bebek Nasi Putih
A. Nasi Putih, Bebek, Tahu-Tempe, Sambal+Lalapan, Teh Botol Rp.25.000,-
B. Nasi Putih, Bebek, Tahu-Tempe, Sambal+Lalapan Rp.23.000,-

Bebek Bakar Jimbaran Rp.16.000,-
Bebek Bengil Rp.16.000,-
Bebek Kremes Rp.16.000,-
Bebek Rica-Rica Rp.16.000,-
Bebek Sambal Hijau Rp.16.000,-
Bebek Sambal Padang Rp.16.000,-

Bebek Bekakak (1 ekor) Rp.50.000,-
Nasi Timbel Rp.5.000,-
Nasi Putih Rp.4.000,-
Sambal+Lalapan Rp.2.000,-
Tempe-Tahu Rp.2.000,-

Teh Botol/Air Mineral Rp.3.500,-


PESANAN (021)9197.5369 atau 088210191735
SidikRizal - dobeldobel.com

Pondok Kuring: Saung Kuliner Pondok Kelapa Kalimalang

Minggu, 15 November 2009

Kenal Kebutuhan Pelanggan, Kenal Keinginan Mitra, Kenal Kepentingan Karyawan
IKAN BAKAR JIMBARAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Kalimalang sebagai area pilihan para kelana kuliner memang pantas saja. Mulai dari yang fenomenal Pecel Lele Lela, Burger Bathok, Martabak Kubang, kemudian Ayam Bakar Mas Mono, Bebek Ireng Cak Bas, Resto Cepat Saji Mac Donald sampai dengan warung kaki lima apa saja ada di pinggiran Kalimalang mulai dari Cawang hingga ujung Bekasi di Cikarang.


Dan kini saya mencoba mengunjungi tempatnya Pecel Lele Lela, milik Rangga Umaro. Rupanya besarnya pelanggan yang datang ke Saung Blessing (dan kini diganti nama dengan nama Saung Kuliner. tempat dimana Pecel Lela Lela berada) yang berlokasi di Pondok Kelapa Kalimalang ini dimana awalnya dipicu dengan berdirinya Pecel Lele Lela, maka berdatangan lah para pengusaha kuliner lainnya. Bahkan mantan kolega dan mitra Pecel Lele Lela sendiri, yakni mas Mono juga mendirikan Lela Park yang brandnya termasuk di bawah manajemen Ayam Bakar Mas Mono Group. Kalau mas Mono mengeluarkan klaim Lela Park (dengan logo uniknya yang meniru persis Jurassic Park) sebagai Lebih Enak - Lebih Enak (hingga dua kali) maka Pecel Lele Lela menggunakan tagline yang lebih provokatif, Lela = Lebih Laku. (hahahaha.... saya tersenyum geli saja melihat perang promo yang kian cerdik dan kreatif itu, padahal mereka masih menggunakan warna "tone" restoran yang sama-sama hijau muda).






Terlepas dari perang promo antara kedua pengusaha pecel lele itu, maka saya lebih tertarik untuk masuk ke Saung Kuliner lebih ke dalam. Di bagian dalam masih banyak lagi usaha kuliner lainnya yang kini mulai menggeliat bangun dan berkembang lumayan ramai. Taruhlah Bebek Ireng Cak Bas yang memang sudah begitu terkenal dan masih kolega dekat Pecel Lele Lela saat di cabang samping gedung TransTV, dan kemudian ada pendatang baru lainnya seperti Sate Kambing Bang Dibul, Kafe NTT (kabarnya sudah disarankan namanya dirubah jadi Warung Mbok Tuman), Pondok Kuring serta Warung Keprabon Solo. Terus  bagaimana saya memilih yang paling menarik untuk saya tulis? Pilihan saya jatuh kepada Kafe NTT, namun akhirnya saya diperkenalkan dengan pemilik Pondok Kuring, mas Iwan.

Lelaki yang bernama lengkap Linwan Opunk Kurniawan dan kerap dipanggil Opunk atau Iwan oleh teman-temannya ini mau menerima saya ngobrol duduk panjang lebar tentang kian maraknya Saung Kuliner di tempat tersebut.


Pondok Kuring yang dikelola dan milik mas Iwan ini sejatinya adalah sebuah usaha resto yang sebelumnya dirinya punya pengalaman pernah bekerjasama dengan investor tempat Bengkel Kuliner, Pondok Jati, Jakarta Timur. Mas Iwan yang bekerja sebagai pengelola Dapur Ampera  salah satu tenant di Resto Bengkel Kuliner  yang mulai dari nol tersebut,  akhirnya berhasil memajukan dan mengembangkan  Dapur Ampera dan saat manajemen pengelolaan akan diambil alih oleh pihak keluarga investor, Iwan mengundurkan diri, padahal  Iwan telah menanamkan sedikitnya 50 juta untuk modal awal usaha di Dapur Ampera. Modal usaha yang didapat dari menjual mobilnya itu, kini masih tertanam di manajamen pengelolaan  Dapur Ampera dan Iwan masih menanti pengembalian modal tersebut dari pihak manajemen. Sambil menunggu pengembalian modal tersebut kini dirinya membuka warung sendiri di Saung Kuliner, Pondok Kelapa - Kalimalang yang disemangati oleh teman-teman kerjanya di Bengkel Kuliner. Anak-anak, demikian Iwan menyebut mereka selaku rekan kerja selama ini, adalah yang memotivasi saya untuk membuka warung di tempat lain selain di Dapur Ampera dan Bengkel Kuliner, ungkapnya membeberkan alasannya. Namun karena alasan etika dan hubungan baiknya dengan sang investor, pak Haji Wawan, dia tak mau menerima dan mengajak rekan-rekan kerjanya di Bengkel Kuliner dan Dapur Ampera bekerja di Warung Pondok Kuringnya yang baru beberapa pekan dibuka ini.



Mengenai pemilihan nama Pondok Kuring, Iwan mengaku sudah beberapa kali memilih nama yang tepat dan pas buat warung sederhana bernuansa kampung ini dengan mendiskusikannya dengan rekan-rekan kerjanya di tempat baru ini dan akhirnya pilihannya adalah 'Pondok Kuring', "Kebetulan lokasinya kan di Pondok bambu, dan pas juga belum ada yang namanya seperti di wilayah ini," jelas lelaki yang belajar manajemen usaha kuliner dari pengalamannya selama ini kepada kelana kuliner.

"Yang jelas saya berusaha agar Pondok Kuring ini bernuansa kampung tapi nggak kampungan, kemudian memiliki sajian murah tapi nggak murahan. Juga tampilan suasana warung yang ndeso tapi nggak norak," ungkapnya berteori. Ini berdasarkan pengalaman saya selama beberapa tahun  bekerja mengelola  Bengkel Kuliner, imbuhnya lagi.

Memang pengalaman adalah guru yang paling baik. Bahkan jauh lebih baik dibandingkan yang didapatkan di bangku kuliah atau sekolah sekalipun, karena bila yang satu didapat dari pengalaman langsung sehari-hari sementara yang lainnya didapat dengan mendengarkan teori baku yang dibukukan dan diajarkan sang guru atau dosen.


Kembali ke pokok permasalahan, yakni sajian menu unggulan apa yang ada di Pondok Kuring yang baru berusia beberapa minggu ini? Iwan pun membuka kiatnya secara blak-blakan dan panjang lebar kepada kelana kuliner hingga jam menunjukkan pukul 12 malam. Mulai dari pengalaman-pengalaman genting saat melayani tamu sementara bahan baku sajian tidak mencukupi, atau kisah bagaimana para karyawannya menghadapi masalah yang sangat mempengaruhi kinerjanya sehari-hari dan termasuk kiat-kiatnya mengelola hubungan baik dengan pelanggan, mitra, manajemen, dan karyawan. Secara prinsip dalam menjalankan usaha kuliner ia bermotto, "Mengenali kebutuhan pelanggan, mengenali keinginan mitra usaha, mengenali kepentingan karyawan", pungkasnya di lain kesempatan.

Pondok Kuring sendiri buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 22.00 wib, bahkan untuk malam minggu bisa sampai menjelang dini hari bila memang masih ada pelanggan. Kapasitas meja yang berjumlah 20 kursi ini memang pantas sebagai tempat pilihan acara keluarga atau mengajak teman dan mitra bisnis makan siang maupun malam. Pelanggan bukan saja dimanjakan dengan rasa dan sajian tradisional kombinasi antara menu Sunda, Jawa dan Bali, tapi juga atmosfer yang begitu asri dan seolah kita dibawa ke alam kampung nan klasik. Belum lagi terkadang mas Iwan akan melayani langsung dan menyediakan waktunya untuk sekadar berdiskusi atau curhat tentang banyak hal, dan memang begitulah sifatnya dalam melayani pelanggan. 



Menu unik dan khas ala Pondok Kuring adalah Ayam atau Bebek seperti berikut ini:

- Ayam Bakar Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Bakar Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Goreng Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Goreng Kering
- Ayam Bekakak Goreng Saus Tiram / Kecap



- Bebek Bakar Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Bakar Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Goreng Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Goreng Kering
- Bebek Bekakak Goreng Rujak
- Bebek Goreng




Sajian utama paket Pondok Kuring sendiri adalah seperti berikut ini:
- Nasi Kastrol Bebek (Paket A, B dan C)
- Nasi Timbel Bebek (Paket A, B dan C)
- Nasi Putih Bebek (Paket A, B dan C)

Kemudian sajian paket ayam seperti
- Nasi Kastrol Ayam (Paket A, B dan C)
- Nasi Timbel Ayam (Paket A, B dan C)
- Nasi Putih Ayam (Paket A, B dan C)



Menu Ikan ala Pondok Kuring adalah sebagai berikut:

- Ikan Baronang Bakar (Jimbaran)
- Ikan Baronang Bakar (Kecap)
- Ikan Bawal Hitam Bakar (Jimbaran)
- Ikan Bawal Hitam Bakar (Kecap)

- Ikan Kakap Merah Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kakap Merah Bakar (Kecap)

- Ikan Kambing2 Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kambing2 Bakar (Kecap)
- Ikan Kwek Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kwek Bakar (Kecap)




- Udang Bakar atau Goreng (Bumbu Jimbaran, Kecap, Asam Manis, Saus Tiram atau Crispy)
- Cumi Bakar atau Goreng (Bumbu Jimbaran, Kecap, Asam Manis, Saus Tiram atau Crispy)



- Ikan Gurame Bakar bumbu Jimbaran, Kecap
- Ikan Gurame Goreng Kering atau Bumbu  Asam Manis/Pedas


- Sup Ikan Gurame
- Sup Kakap Merah
- Sup Tomyam
- Ikan Mas Goreng
- Ikan Mas Pepes



- Mie Lidi Goreng/Godog (Ayam, Seafood)
- Nasi Goreng Seafood, Kambing, Ayam
- Kangkung Seafood
- Plecing Kangkung
- Cah Kangkung

Untuk pemesanan dan reservasi tempat Anda bisa menghubungi
 0813.99399.707 
dengan
 Mas Iwan

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger