English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

RM Hj. YAYAH: Prasmanan Terlengkap Sesuai Kantong Pelanggan

Jumat, 11 Desember 2009

Mulai Usaha Bermodalkan 50ribu Rupiah
Hingga Bisa Berangkatkan Haji Ibunda

Bekasi, kelanakuliner.com
Selera umumnya orang Indonesia adalah makan sepuasnya dan bayar semampunya namun mendapatkan suasana. Alasan inilah yang membuat warga asli Bekasi, Hj. Yayah membuka usaha warung makan yang bergaya prasmanan. Kebiasaan gaya prasmanan ini memang biasanya ada di sepanjang jalan Kalimalang Bekasi hingga ke arah Cikarang Kota.

Sementara Warung Makan Hj. Yayah yang berlokasi di awal ujung pintu air Kalimalang belakang Islamic Center ini, bisa sebagai tempat awal menikmati wisata kuliner yang khas asli masakan orang Bekasi asli (bisa jadi Hj. Yayah bisa disebut orang Betawi asli).


Bermodalkan uang limapuluh ribu, kira-kira tahun 80-an, Hj. Yayah yang bernama asli Aliyah ini membuka warung. "Pada saat itu daging sekilo saja masih Rp.15.000,- sekarang kan sudah Rp 45.000,-" bongkar Hj. Yayah saat saya menikmati Nasi dengan Semur Daging Empal dan Sate Udang plus Pete Bakar serta Sambel Uleg Khas Betawi yang lumayan pedas. Hj. Yayah wanita yang bersuamikan H.Yusuf ini mengaku semenjak remaja ia sudah dinikahkan oleh orangtuanya dengan pemuda Yusuf berumur 25 pada saat ia masih berusia 15 tahun, dimana saat itu ia tidak menaruh hati apalagi mengenal cinta kepada calon suaminya dan akhirnya setelah menikah, yang ada hanyalah rasa sayang dan kini perkawinannya telah menghasilkan 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan.


Semenjak itu, ia hanya mempunyai satu keinginan yakni berdagang makanan. Setelah orang tuanya memberi modal 50 ribu rupiah dan diberi sepetak warung berukuran tak lebih dari 3 x 3 meter persegi di samping usaha bengkel bapaknya. Setelah perjuangannya yang begitu gigih dan tak kenal putus asa, sambil merajut tali kasih sayang bersama sang suami, Hj. Yayah secara bertahap mulai bertambah besar usahanya. Setelah sang orang tua memberikan tanah bekas usaha bengkelnya sebagai usaha rumah makan, akhirnya dia mulai memperluas warungnya dan kini tak kurang sedikitnya 50 menu masakan yang disajikan setiap hari dengan omzet tak kurang dari 3 juta per harinya.


Rupanya usia sang suami tak bisa lebih lama, setelah suaminya H. Yusuf meninggal dunia, usahanya justru semakin besar. Wanita berusia 50 tahun ini kini telah berhasil memberangkatkan haji ibundanya dan haji ba'dal (memberangkatkan haji setelah almarhum) bapaknya dan kedua mertuanya, dan tak kurang dari 16 orang karyawan yang diambil dari keluarganya serta tetangga. Wanita yang suka bercanda dengan gaya khas logat betawi ini, kini tinggal duduk di eja kasir (bukan di kursinya) dan menanti para pelanggan selesai makan dan dalam hitungan detik dia bisa mengkalkulasi harga makanan yang disantap para pelanggannya. Taruhlah pelanggan sepasang remaja yang makan dua potong daging empal masing-masing dan sayur asam serta minuman air mineral, dalam waktu kurang dari 5 detik Hj. Yayah menyebut angka 50 ribu rupiah. Hebat sekali wanita ini dalam menghitungnya.

Saya sendiri bisa diperkirakan sekitar 20 ribuan, makan lengkap dengan es jeruknya. Tapi seperti biasa, gratis. (Hehehehe memang enak jadi wartawan kuliner ya?) Melihat dan memperhatikan para pelanggannya yang bebas memilih sendiri dan menyendok sendiri nasi yang diambil sesuai selera ukuran mereka. Wajar saja bila warung makan sederhana Hj. Yayah ini semakin hari semakin banyak pelanggan yang datang, dan tak kurang mulai dari pejabat pemda Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi lalu banyak juga pegawai pemda serta orang kantoran di sekitar Kota Bekasi. Banyak pula wartawan media cetak wilayah Bekasi dan wartawan televisi yang datang untuk sekadar meliput rumah makan sederhana bergaya prasmanan terjangkau.


Bila Anda ingin mencoba menu masakan khas Betawi atau khas Bekasi ala Hj. Yayah, seperti Gabus Pucung termasuk makanan Betawi yang nyaris hilang, kemudian ada juga pepesan aneka ikan dan daging sampai dengan menu sayur lodeh atau sayur asam maupun sayur nangka. Jangan kaget harganya hanya 2000 rupiah per porsi sayuran yang Anda pilih untuk dicampurkan ke nasi Anda, mau banyak ataupun sedikit sayurnya harganya tetap untuk setiap sayur pilihan. Pepesannya pun cuma dipatok 3000 perak per bungkus. Khusus untuk daging seperti empal dan ikan goreng bumbu pedas, sate ati ampela atau sate udang dan yang sejenisnya bisa dipatok 5000 per potongnya. Sedangkan sepotong tempe atau tahu goreng cuma 1500 perak. Untuk minumannya bervariasi mulai dari yang 1000 rupiah hingga yang termahal 5000 perak.

Pokoknya bila Anda mau makan enak dan bebas memilih menunya dengan uang yang terbatas, Anda bisa langsung datang ke Warung Makan Hj. Yayah di pertigaan jalan raya Irigasi Kalimalang belakang Islamic Center Bekasi atau bisa menghubungi nomor (021)9905.0162 - 9989.0477 untuk reservasi.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

PONDOK SERABI HIJAU KHAS BEKASI berdiri sejak 2001

Selasa, 13 Oktober 2009

Banyak Yang Ajaib dengan Serabi Hijaunya


Bekasi, kelanakuliner.com
Perjalanan kali ini menemui seorang pengusaha kelahiran Bekasi asli, yang bernama Toto Subiakto karena kecintaannya di bidang kuliner dan pencariannya terhadap jenis usaha apa yang cocok dengan dirinya dan keluarganya yang suka dengan makanan serabi, maka bersama sang istri, Melani dan keluarganya tentukan pilihan jatuh kepada serabi, yang kebetulan pada awal tahun 2000-an di Bekasi belum ada yang berdagang penganan ringan ini secara khusus dan besar.


Lelaki kelahiran Bekasi 22 Mei 1967 yang akrab dipanggil pak Toto ini akhirnya membulatkan tekat untuk penuh berdagang serabi, khususnya serabi hijau yang dibuat dengan daun suji dan pandan. Belajar dari proses mencoba-coba mengolah serabi dengan alat masak anglo tanah dan berbahan bakar kayu demi menjaga kualitas rasa yang lebih baik bila dibandingkan bila dimasak dengan kompor minyak atau gas. Justru dengan alat masak tungku tanah dan wajan tanah ukuran mini pas untuk serabi ciptaannya, yang lebih berongga dan lebih lembut di lidah.

Serabi Hijau Kinca Nangka
Perlu Anda ketahui, bahan dasar serabinya Toto perbandingan antara tepung beras dan terigu nyaris sama, sehingga tekstur serabinya lebih kenyal dan lembut serta berongga seperti kue bika ambon. Karena menggunakan pembakaran dengan tungku tanah bahan bakar kayu, maka hasilnya tidaklah terlalu gosong dan jauh lebih nikmat. Silakan Anda periksa sendiri di Pondok Serabi Hijau yang tepat di pinggir jalan raya Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi ini.


Serabi Hijau Strawberry
Sang pengusaha lulusan S1 Manajemen Unkris tahun 1992 ini juga tak mempunyai resep khusus dalam manajemen usahanya sehari-hari. Namun ia sangat antusias dengan keajaiban yang sering dia dapatkan selama berdagang serabi hijau. Pernah satu ketika ada seorang suami yang mencari serabinya, ujarnya mengenang, "Tolong saya Pak, istri saya ngidam minta dibelikan serabi hijau. Saya sudah berkeliling kemana-mana, hanya di sini tempatnya yang menjual serabi hijau." cerita Toto, padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam menjelang tutup warung serabinya. Demi pelanggannya itu ia terpaksa membuatkan dengan kalem dia berkomentar, "Anggap saja ini permintaan khusus dari pelanggan khusus juga...!"


Serabi Hijau Kinca Duren
Pengalaman lainnya yang menarik, adalah saat satu keluarga berkendaraan mobil memesan serabi hijaunya atas pesanan nenek mereka yang sedang sakit. Itupun datangnya menjelang tutup warung serabi kami, ujarnya tersenyum menyikapi keanehan dan keajaiban yang sering terjadi. Semenjak dia memenuhi permintaan pelanggannya pada saat-saat tak tepat, ia pun mendapatkan balasan setimpal yang juga aneh. Sering sekali terjadi dimana saat dia kehabisan bahan kayu bakar, ada saja yang menawarkan kayu bakar tepat di saat persediaan nyaris habis.


Serabi Hijau Coklat

Melihat bisnis sederhana ini, jangan salah bila ternyata pasar pelanggannya lumayan banyak terutama saat pagi hari dan sore hari saat jam pulang kantor, maka wajarlah bila omzet per hari saat ramai bisa seratus kotak (isi 5 tangkup = 10 potong). Sedikitnya 1000 potong serabi laku terjual dan itu membutuhkan 3 karung lebih tepung terigu dan tepung beras.

Dengan konsep "back to nature" Toto berkeinginan agar serabi hijaunya ini mempunyai tekstur unik dibandingkan serabi pada umumnya. Proses pembakarannya pun hanya 1 menit saja, namun anehnya serabi olahan pak Toto ini seperti punya jiwa, dimana saat ditunggu proses pembuatannya, sepertinya matangnya jauh lebih lama. "Giliran gak gitunggu, kayaknya cepet aja bikinnnya," ungkap Toto dengan logat Bekasi yang begitu kental.




Serabi Hijau Keju
Anda tertarik mau mencoba?
Silakan berkunjung ke Pondok Serabi Hijau di Jl. Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi Telepon
HP:
- 0812.872.4087
- 0813.1103.1033
atau esia:
- (021) 9357.0059
- (021) 9800.3101


Sajian utama Pondok Serabi Hijau
- Paket kinca (5 tangkup - 10 potong)
- dan Serabi Hijau Variasi dengan Topping (5 tangkup - 10 potong)


Serabi Hijau Kinca Pandan
Untuk kincanya (kuah manis) adalah:
- Kinca Gula Pandan
- Kinca Gula Durian
- Kinca Gula Nangka

Sedangkan variasi topping di atas serabinya adalah:
- Serabi Coklat
- Serabi Pisang
- Serabi Nanas
- Serabi Keju
- Serabi Nangka
- Serabi Pisang Keju
- Serabi Pisang Coklat
- Serabi Strawberry


Pada saat bulan puasa lalu, banyak sekali orang yang membeli serabinya untuk dibawa pulang sebagai penganan berbuka puasa. Itulah sebabnya Toto menuturkan bahwa pada saat bulan puasa lalu, dia mendapatkan untung yang lumayan dibandingkan hari-hari biasanya.

Saat mewawancarai Toto, saya melihat seorang pelanggan dengan motor besar yang membeli sedikitnya 3 kotak serabi hijau. Saya pun mengejarnya sebelum dia pergi meninggalkan Pondok Serabi Hijau, dan menanyakan sudah berapa lama ia menjadi pelanggan. Lelaki yang berperawakan tinggi besar bernama Chandra itu menjawab, "Kira-kira saya sudah satu tahun berlangganan serabi hijau di sini," katanya sambil merapihkan oleh-oleh yang dibelinya untuk keluarganya di rumah.

"Ya seminggu 2 kali saya beli buat ibu dan bapak saya dan biasanya saat saya pulang dari kerja saja." tutupnya. Rupanya karyawan itu sudah cocok selera dengan serabi hijaunya pak Toto, terutama keluarganya yang akan kecewa bila ia tidak membawa oleh-oleh penganan lembut dan manis ini. Bagaimana dengan Anda? Mau mencari oleh-oleh buat keluarga yang sehat dan murah?
SidikRizal - dobeldobel.com

WARUNG MAKAN ENJANG SONTEN DURENJAYA BEKASI

Kamis, 08 Oktober 2009

ADA GUDEG ENJOS, AYAM BAKAR ENJOS, BIR JAWA, REMPEYEK BRANTAK MEMANG ENJOS GANDOS RENYAHNYA


Bekasi, kelanakuliner.com
Jalan utama Durenjaya 10 meter dari pintu gerbang timur Perumahan Durenjaya kini hadir warung makan yang berkonsep lesehan dan saung sekaligus bagi keluarga yang tinggal di daerah sekitar Bekasi Timur. Namun menurut Herlan justru pasar anak muda lah yang sering mengadakan acara kumpul-kumpul seperti buka puasa bersama, reuni sekolah dan halal bil halal di warung makan sederhana yang mampu memuat 40 orang pengunjung ini dalam satu tempat.


Pada saat bulan puasa kemarin saja sering sekali tempatnya ini Warung Makan Enjang Sonten dipakai untuk acara berbuka puasa bersama oleh siswa-siswa sekolah yang ada di wilayah Durenjaya. Mereka umumnya memilih karena pilihan makanan yang cukup beragam dan minuman uniknya Bir Jawa, namun harganya begitu terjangkau dengan uang saku mereka. Secara tidak sadar, Herlan Perisa, merasakan bahwa warungn ya kini semakin menjadi tujuan anak-anak sekolah untuk tempat berkumpul, jelasnya sambil tersenyum dan menawarkan saya untuk menikmati sajian utama khas Warung Makan Enjang Sonten berupa minuman Teh Poci dengan Gula Batu. Hmmmm.... dingin-dingin minum teh hangat manis dari poci memang nyeruput banget alias ENJOS buanget!


Suasana yang terbentuk dari desain bangunan bergaya saung semi modern ini memang cukup asyik buat nongkrong, terutama anak muda yang memang mempertimbangkan lokasi tak jauh dari sekolah mereka tentunya. Sepertinya target pasar anak sekolah sudah terbentuk di warung makan Enjang Sonten, dan sang pemilik pak Heri dan ibu Lani semakin bersemangat melanjutkan usaha warung ini setelah belasan tahun bergelut di bidang usaha catering.

Pak Heri sendiri, ayah dari Herlan, termasuk orang yang gemar berwisata kuliner. Bahkan sempat karena hobinya mencicipi makanan enak, dirinya terkena penyakit stroke. Ajaibnya dia masih punya kesempatan sembuh setelah mencoba berobat kepada Prof Hembing dan juga dokter kepresidenan ahli syaraf.


Pengalaman penderitaan sakitnya itu tidak membuatnya surut dan putus asa terhadap dunia kuliner, bahkan ia mendorong istri dan anaknya untuk tetap membuka usaha warung makan sederhana Enjang Sonten, yang dalam bahasa Jawa artinya Pagi Sore. Warung Makan Enjang Sonten memang direncanakan buka mulai pagi hari hingga sore hari. Namun semenjak setelah lebaran, keluarga pak heri ini kekurangan bantuan tenaga kerja, karena sang karyawan belum juga kembali semenjak lebaran. Satu masalah klasik bila menggunakan tenaga kerja dari kampung dan masih ada hubungan saudara.


Terlepas dari itu semua, penilaian saya terhadap kualitas produk agak sedikit beda dari biasanya. Karena kali ini makanan yang saya mau cicipi saya bawa pulang dan nikmati bersama istri dan anak saya, kemudian saya meminta komentar mereka. Istri saya bilang bahwa gudegnya termasuk gudeg yang biasa dia jumpai saat di Jogja. Tidak seperti kebanyakan gudeg di luar Jogja, yang umumnya manisnya lebih dominan, untuk Gudeg dari Warung Enjang Sonten memang sedikit agak gurih di samping manisnya yang terasa.


Saya pun memaklumi itu, karena sebelumnya sang koki, ibu Lani memaparkan bahwa gudeg buatannya itu direbus dengan kaldu ayam dari ayam bakar yang dibuatnya sebagai lauk gudeg. Bagi sebagian orang awam Gudeg Enjos demikian nama yang diberikan oleh pak Heri sang pemilik, kepada usaha istri dan anaknya ini, sangat istimewa. Baru mencium baunya saja Gudeg Enjos dan Ayam Bakar Enjos memang luar biasa wangi dan harum. Karena itulah penamaan Enjos sengaja diberikan buat merk dagang jualan mereka, di samping Enjos sendiri bisa berarti singkatan dari nama Enjang Sonten.


Ada satu lagi lauk tambahan namun sangat istimewa, yaitu peyek khas Jogja ala Warung Makan Enjang Sonten. Jangan heran kalau Peyek buatan ibu Lani pernah dipesan secara khusus oleh Gubernur Sumatera Utara hingga 6 toples plastik ukuran besar senilai 500 ribu rupiah. Huwaduh....! Kalau makanan khas Jawa sampai begitu digemari oleh orang Sumatera Utara apalagi melayu, berarti peyek buatan ibu Lani ini memang perlu dipertimbangkan. Apalagi melihat namanya yang unik Peyek atau Rempeyek Brantak. Pasti Anda dibikin ketagihan dengan kerenyahannya, membuat lidah Anda terasa brantakan (hehehehe! Saking enaknya loh).


Ada lagi minuman istimewa yang ternyata sangat digemari oleh kalangan muda khususnya remaja pelajar SMP dan SMA di wilayah Durenjaya, yakni Bir Jawa. Apakah Bir Jawa bisa jadi minuman favorit remaja di luar Bekasi di kemudian hari. Sedangkan Bir Jawa sendiri adalah minuman khas istana kraton Jogja. Minuman favorit Sultan ini sebenarnya adalah minuman yang diramu dari rempah-rempah khusus yang menghangatkan badan dan terasa manis serta pedas yang cukup nikmat apalagi bila diminum malam dingin. Anda tertarik? Tak usah kuatir walaupun namanya Bir Jawa, tapi minuman ini halal, karena sejatinya ia adalah jamu rempah khas Keraton Jogja.

Tertarik menikmati gudeg dan ayam bakar istimewa ala Warung Makan Enjang Sonten ditambah peyek renyah Jogjanya Rempeyek Brantak atau dengan minuman Bir Jawa dan Teh Poci Gula Batu? Kunjungi saja warungnya di jalan utama Perum Durenjaya, dan reservasi telepon di no. (021) 9565.4868 atau di (021) 9346.1965
Sidik Rizal

Saung Mie Aceh RAKAN Khas Bekasi: Mie Aceh di Pertigaan Komsen Jatiasih

Minggu, 09 Agustus 2009

30 % Pelanggan Asli Aceh, 70% Orang Bekasi
Mie Aceh, Phulot, Timphan, Taphe, Es Terong Holand

Jatiasih, kelanakuliner.com
Jatiasih boleh meledak pasca penggerebekan Tim Densus 88 di rumah tempat teroris Jatiasih, tapi para penikmat kuliner Bekasi masih tidak perlu kuatir untuk pergi belanja dan makan di wilayah yang memang sedang pesat perkembangannya itu. Tepat di pertigaan Komsen (Komplek Seniman) Jatiasih banyak berdiri rumah makan, kafe, resto dan warung, dan salah satu tempat istimewa adalah Saung Mie Aceh Rakan yang tepat di satu pojokan pertigaan.

Kenapa namanya Saung? Dengan diplomatis, sang pemilik Zaenuddin menjelaskan, karena warung Mie Aceh ini terletak di wilayah Bekasi, Jawa Barat, makanya diberi nama Saung. Desain rumah bambu pun sengaja dibuat bersama keluarganya, karena sang pemilik tempat hanya memberikan sewa tempat tanpa bangunan sama sekali. Sungguh perjuangan luar biasa.

(tulisan dilanjutkan kemudian)
Sidik Rizal - dobeldobel.com

BUBUR AYAM BETAWI KHAS BEKASI di Kampung Dua, Patriot

Senin, 04 Mei 2009


H. BARUJEN: Pergi Haji ke Mekkah
Karena Usaha Dagang Bubur



Bekasi, dobeldobel.com
Sepulang dari tempat Turki, Klinik Bekam Alam Islami dan juga kantor periklanan dobeldobel.com, kami langsung meluncur ke arah Kalimalang. eh tanpa ngomong-ngomong, langsung aja Turki mampir ke Bubur Ayam Betawi khas Bekasi milik H. Bajere.

Ya udah tanpa bertanya lagi, saya pun ngikutin gayanya sang Bos Turki. Pas kami duduk, sang pemilik pak Haji sedang ada di pintu belakang. Turkipun menyapa dan memberikan salam. Pak Haji yang sudah lama buka Bubur Ayam Betawi di daerah Tanah Abang dan kenal dekat dengan beberapa pentolan senior Tenabang pada masa jadul (sebut saja Bang PI'ih, tokoh legendaris Betawi dari Petojo dan tanah Abang, yang kebetulan juga guru suilat dan ngajinya Turki), akhirnya kami pun terlibat pembicaraan ngalor ngidul sambil menikmati bubur khas Betawi.

Rupanya ada keistimewaan dari racikan bumbu kecap bubur ayam Betawi ini, yakni kecapnya diramu dan dicampur dengan kuah sayur buburnya menyatu dengan bubur ayam. Suwiran ayam dan butiran kacang kedelai yang lunak dan renyah memang lumayan lezat di lidah, apalagi sambalnya yang lumayan pedas menambah selera makan saya.... Padahal saya baru saja makan jam 3 sore tadi. Selepas maghrib, memang kami berniat langsung pulang dan Turki seperti biasanya bila mendapat rejeki lebih pulang ke rumah orangtuanya di bilangan Duren Sawit demi memberikan sekadar sedikit hadiah buat menyenangkan hati mereka... (Nah jadi tahu kan karakter si Jagoan GS ini sama ortunya... patut ditiru ya nggak?)

Eh ngelantur lagi... pokoknya kalo lu-elu pade mao ngerasain buburnye orang Betawi yang tinggal lama di Bekasi, yah di depan persis Masjid Hijau, Kampung Dua - Patriot, Bekasi. Jalan panjang dari Kranji tembus langsung ke Kalimalang, pasti ngelihat masjid Hijau ini di sebelah kanan eluh, tinggal lu lihat ke sebelah kiri lu, pasti ada banner tulisan gede Bubur Ayam Betawi nyang ngejogrok di atas entuh warung bubur.

Kalo mao tahu lebih pastinya buat mesen-mesen bubur khas Betawi ini, lu pan bisa telpon ama pak Haji di no ini: 021.88958801, ngkali ajah lu mao pesen buat hajatan pesta atawa nyang laennyeh... Okeh gue tunggu luh di sonoh, buat ngejogrok nongkrong dan gegares (tahu kan artinya? gegares = makan) Bubur Ayam Khas Betawi H. Barujen, kali aja ketemu pak Haji, jadi bisa tuker pikiran dan diskusi masaleh agame... Wuih die seneng banget kalo diajak ngomong soal gituan (agame maksudnye).

Sidik Rizal

NIC's Cafe Tempat Hang Out di Kota Bekasi lama

Sabtu, 25 April 2009

Cafe,
Cozy Place,
Meeting Point
di Jalur
Mati Suri
Kota Bekasi


Bekasi, dobeldobel.com
Kalau mau tahu dimana tempat enak buat bikin rendezvous (dating or cozy place to hang out) maka NIC's Cafe bisa jadi pilihan. Walau berada di jalur satu arah Kota Bekasi lama (terkenal dengan sebutan Pasar Proyek Bekasi) maka kita bisa meluncur ke jalan Ir. H. Juanda dan menemukannya di sebelah jalur kanan di depan toko buku Multimedia. Hati-hati, biasanya setelah jam 10.00 hingga jam 05.00 pagi dini hari jalur biasanya dibuka 2 lajur. So, kalo mau berkunjung dimana ekspatriat dari Cikarang mau nongkrong di Kota Bekasi dan beberapa pejabat daerah, ya kunjungi saja tempat ini.

Parkir mobil yang sedikitnya 10 mobil dan parkir motor di delakang memang terasa kurang luas, tapi memang umumnya mereka yang nongkrong dan menikmati makan malam di tempat ini biasanya mencari kenyamanan dan ketenangan. So, it's your choice if you want to get a cozy place with serenity and calmly evening in old city of Bekasi...!

Saat senja hari itu, Juam'at tanggal 24 April 2009 kami berdua, (Sidik Rizal dan Dian PP) sengaja menemui manajer operasional, Deddy Effendi, SH. yang kebetulan tugasnya biasa mulai dari jam 15.00 hingga 23.00 wib. Sang manajer muda menyambut kami tersenyum ramah. Kemudian mengajak kami ke lantai atas, melewati desain futuristik interior desain yang menurut Deddy adalah desain bangsa kita sendiri namun nampak seolah kita ada di mini cafe luar negeri. Melewati lantai yang dihiasi kaca dan lampu neon sehingga belum apa-apa kami sudah merasakan nyaman.

Kami pun duduk di meja luar dekat bar, yang terbuka dan bisa melihat ke sepanjang jalan Ir. H. Juanda bila menepi ke pinggirannya. (Alam terbuka di petang hari, memang bikin kita kayak di mana gettu....! dan bagusnya nggak hujan aja!).

Tak berapa lama setelah, bincang-bincang sejenak, sang waiter menawarkan kami minuman. Saya pun memesan minuman Ice Cappucino, sedang mas Dian memesan Hot Cappucino. Mas Deddy sendiri hanya minta agar kopi panasnya yang ada di lantai bawah untuk di bawa ke atas. (wah pertimbangannya apa neh? Apa kopinya terlalu enak untuk dibuang, atau "penghematan" ala manajer F&B pada umumnya... hahahahaha... becanda mas "D")

Kami pun mulai ngobrol ngalor ngidul tentang Amerika Serikat lah (The Library of Congress of US), tentang peluncuran bukunya Kambing Jantan, Raditya sang Kambing, tentang buku baru "Santri Badung" lah, tentang Tinjauan Tata Kota Kota Bekasi, Tentang Jalan Ir. H. Juanda, Tentang wajah saya yang nggak terlalu ganteng lah, tentang caleg "good looking" yang punya peluang lebih besar untuk menang lah... tentang pencalegan mas Deddy di tahun 2014 nanti lah, tentang Mochtar Mohamad lah, tentang Ronny Hermawan, sang caleg yang baru saja bakalan jadi anggota dewan, tentang PKS yang sering ke NIC's cafe lah... sampai tentang Bebek Kesurupan yang ada di seberang NIC's Cafe dan juga tentang sticker dobeldobel.com yang ada wajah saya yang "lumayan ganteng" (inget masih dalam tanda kutip jadi terjemahan sesuai dengan bahasa dan persepsi masing-masing... hehehehe). Inti dari keseluruhan tulisan di atas adalah, kalau mau ngobrol ngalor ngidul dan enak serta merasa nyaman kayak di rumah sendiri.... ya di sinilah tempatnya NIC's cafe, the cozy place to hang out.

But what we are getting from this place, is not only the food and meals that looks yummy but also you can enjoy the lounge and life music. It's nice to spend your time here. After daily routine, and getting relax is a must and you work at Lippo Cikarang Industrial Zone, it is not far from there to get into the old town of Bekasi. Although there are some optional places, such as Bekasi Cyber Park, some of Fast Food Restaurants in Giant Superstore or Metropolitan Mall and Kalimalang Niaga Centre and Bekasi Square or Bekasi Trade Centre, but only the NIC's cafe is the most cozy place to spend the evening.

And sometimes, when the football (soccer) fever takes place, the NIC's provides Watching Soccer League together. And also the company's gathering or annualy party for groups and other occasions.

Pokoknya kalo lo-lo pada mau nonton bola bareng (yang jelas bukan lagi musim duren atau musim Demam Berdarah... tapi musim liga pertandingan sepakbola dunia yaaaah...?) maka nggak usah jauh-jauh ke Jakarta... cukup di bilangan jalan Ir. H. Juanda udah cukup men...! Tempat lumayan luas, suasana sangat mendukung dan yang paling penting... Bekasi masih lumayan sepi dan nyaman buat kita-kita hang out men... Swear ane zuzur... hihihi!!!)

Masalah makanannya jangan ditanya lah... standarnya kafe internasional... (sayang gue belum sempet tahu menu utama dan andalan nih kafe... kita liat aja nanti apa seh yang mau ditawarin sama sang manajer F&Bnya buat kami berdua... hehehehe... ya iya lah... kan kita wartawan kuliner bukan wartawan usaha resto... masak nggak nyicip-nyicip secuil pun... hu'uh?)

Akhirnya kami pun pulang dan menitipkan beberapa stiker dobeldobel.com untuk dipasang di setiap meja NIC's cafe.... kalo anda datang ke sana dan tidak menemui stiker kami dipasang... berarti ada apa-apanya neh sama sang bos... hehehehe!
PS.: Kalo mau dapetin ABG bispak, cewe SMA bispak atau mahasiswi bispak bisa dijumpai di sini. Tapi jangan harap bisa gampang kelihatan. Paling nggak lo harus rajin-rajin ke kafe ini dan nongkrong di sana. Setelah 2 atau 3 x lebih kunjungan pasti lo bisa dapetin apa yang gue maksud!
Dik Rizal

Resto Khas Garut Sambal Cibiuk di Kota Bekasi

Jumat, 24 April 2009


OUTLET RESTO SAMBAL CIBIUK KOTA BEKASI
TERBESAR KE-2 SETELAH GARUT





Bekasi, dobeldobel.com
Kalau kita menyusuri Jl. Ir. H. Juanda dan sebelum kantor eks Pemdakot lama (kini jadi kantor KPUD Kota Bekasi) maka kita akan menjumpai jl. Kartini. Dan setelah 2 menit atau sekitar 200 meter di sebelah kiri Anda akan temui satu-satunya resto Sambal Cibiuk yang terkenal itu ada di sana. Biasanya jejeran mobil-mobil parkir di halaman resto bernuansa country ala Jawa Barat (bener-bener Sundaneese deh).




Kalau kita sudah masuk ke dalamnya setelah memarkirkan kendaraan di halamannya, maka kita akan disambut aroma sambal yang tepat tersajikan di depan pintu masuk Resto Masakan Khas Sunda ini. Aroma sambal yang menggugah selera itu memang sengaja dipajang di sana untuk memancing selera. Dan uniknya sambal Cibiuk beserta cs-annya (macam-macam jenis sambal lainnya) GRATIS dan bisa kita nikmati sepuas-puasnya (kalo memang bisa dan mau, silakan aja sampai perut kita merocot... hehehehe lu aja kale.. gua mah kagak!) Belum lagi kita akan disambut pegawai-pegawai yang manis-manis dan berjilbab. Karena memang resto ini konon dimiliki oleh seorang tokoh ulama Garut yang sangat konsen dengan ibadah dan bekerja. Bagi sang pemilik, wirausaha dan ibadah adalah hal yang harus dijalani secara bersamaan. (Nah yang kayak gene neh... udah makannya tenang... adem deh di ati...)


Setelah menerima senyum ramah dari para pelayan yang umumnya berusia muda ini, maka kita akan dipersilakan untuk mengambil tempat dimana kita suka. Bila di ruang terdepan lebih bernuansa kantoran (agak ngeresto-style gitu deh), maka bila masuk lebih dalam akan kita jumpai suasana natural yang eksotik. Memang desain interior yang "gimana" yah ngegambarinnya.. seolah kita melayang ke daerah pesawahan di pedesaan yang masih asri... bedanya kita seolah berada dalam miniatur pesawahan... so atmosphere is amazingly cool! I swear! (Untung gak ada Bondan Winarno... karena bisa aja dia langsung komentar... hmmm suasananya mak nyossss!)


Saat itu (Jum'at jam 09.30 24 April 2009) saya ditemui oleh Juffry, salah satu ex manajer yang diserahi tanggung jawab pengelolaan Outlet Cabang Kota Bekasi Resto Masakan Khas Sunda Sambal Cibiuk yang kini telah meiliki 45 outlet tersebar di seluruh Indonesia ini. Uniknya resto yang dimiliki oleh tokoh Garut dan cukup dikenal kedalaman pemahaman agama Islam ini, banyak didatangi oleh beragam etnis. Bahkan dobeldobel.com sempat ada satu keluarga Cina yang sedang menikmati semeja makan bersama tentunya dengan menu utama Sambal Cibiuk.

Okupansi (tingkat kedatangan tamu/pengunjung) yang lumayan setiap harinya dengan TO (turn Over) perputaran meja makan 3-5 dalam 2 jam dan sangat ramai yang biasanya di hari Sabtu Minggu. Khususnya hari Minggu, maka akan mencapai puncaknya para pengunjung yang umumnya secara berkelompok dan keluarga.


Saat-saat kampanye pileg lalu pun, banyak partai yang menggunakan resto ini sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pertemuan dan lobby antar sesama pengurus struktur partai atau caleg-caleg, tambah Juffry. Namun untuk hari-hari biasa, justru pengunjung kebanyakan adalah pegawai kantoran yang biasanya rombongan dan datangnya biasanya dari Kantor Pemda atau Perbankan serta lainnya yang ada di sekitar Jl. Ir. Juanda maupun Jl. Kartini. Wajar saja bila imej yang terbentuk bahwa resto tradisional ini untuk kalangan menengah ke atas.



Namun, sang manajer menampik hal tersebut. "Bila dalam pelayanan dan fasilitas yang kami berikan memang bisa kelihatan untuk kalangan tertentu saja, yakni menengah ke atas...!" katanya sambil tersenyum ia menambahkan, tapi sesungguhnya resto ini menerima pelanggan dari mana saja, bahkan makanan yang disajikan pun bisa dijangkau oleh semua kalangan. Tidak ada makanan yang disajikan dengan harga mahal. Memang suasana yang lain saja yang kami usahakan agar para pengunjung bisa menikmati lebih nyaman. Seperti kami putarkan suara musik degung Sunda secara perlahan, seolah mereka berada di suasana sawah pedesaan. (Wah kalau begini atmosfirnya, bisa-bisa gue juga NAMBAH dua bakul kalo makan di sene... hehehehe.. gembul... gembul deh! Sorry aja nggak nahan sama tempatnya itu loh)


Saya kebetulan memang pernah merasakan sambal Cibiuk ini saat dulu saya ke Bandung, dan itu saya diantar oleh salah satu teman saya yang kuliah di sana, beberapa bulan yang lalu saat mencari tempat pembuatan kaos untuk partai. So daerahnya kalo nggak salah seh di sebelah timurnya jalan Suci. Dan saya merasakan bahwa sambal yang bahannya dari cabai hijau ini pedas tapi tidak terasa panas di perut. (Wajar saja kalo dulu ini adalah makanan para pejabat dan pemuka agama dari daerah asalnya Garut... Wah gue jadi serasa orang Garut neh, hehehe) Resto Tradisional Masakan Khas Sunda Sambal Cibiuk ini menyajikan beberapa menu utama. Untuk pemesanan tempat Anda bisa menghubungi cabang Cibiuk sebagai berikut:


Bekasi - Contact person : Manajer - IWAN SETIAWAN (0813.9922.3531)
- Jl. R.A. Kartini No.11B, Bekasi Timur
Telp. (021) 883.45.134, fax.: (021)883.45.431

Jakarta -
- Jl. Raya Kalimalang, Blok A-20 No. 1 CD
Telp. (021) 864.8824, 864.5983
- Gandaria Tengah III/3, Kebayoran Baru Jaksel
Telp. (021) 722.6635
- Jl. Lapangan Ros Raya No. 15 Tebet - Jaksel
Telp. (021) 830.9240 / 830.9241
- Jl. Otista Raya, No.21 A, Kampung Melayu - Jaktim
Telp. (021) 851.4484 / 851.4046
- Jl. Kebun Jeruk Pos Pengumben Jakbar
Telp (021) 536.0076
- Jl. Agung Tengah 4 Blok E5, Sunter Jakarta Utara
Telp. (021) 6471.4300
- Jl. Sunter Agung Tengah IV Blok E2 No. 16 Jakarta Utara
(021) 6471.4300

Sidik Rizal

Hati-hati...! BEBEK KESURUPAN Bumbu CABE SETAN yang Bisa Bikin Orang Ketagihan!!!

Kamis, 23 April 2009


BUKAN MAKANAN JEPANG, BUKAN MAKANAN AMERIKA
Rumah Makan Betawi Masakan Khas Bekasi
SPESIAL BEBEK KESURUPAN

Jl. Ir. H. Juanda No.109, Bekasi
Pesan Antar :
- 021.9346.1965 -
- 021.9318.7374 -
- 021.9822.7422 -
- 021.9619.7371 -


Bekasi, dobeldobel.com
Saat saya baru saja ada acara untuk mewawancarai salah satu pejabat di lingkungan Pemda Kota Bekasi, saya sempat bertanya-tanya dengan beberapa pegawai pemda untuk tahu dimana saya bisa makan siang yang khas makanan Bekasi.
Pada mulanya mereka hanya tertawa, "Mana ada makanan khas Bekasi?" tapi entah bagaimana saat saya ambil keputusan untuk langsung saja keluar gedung pemdakot Bekasi untuk menyusuri jalan Ir. H. Juanda menuju terminal Kota Bekasi, eh seorang ibu sedang membicarakan ada restoran baru yang dibuka di bilangan jalan yang akan saya lalui. Mereka menyebut-nyebut nama unik, bebek kesurupan. Pada awalnya yang saya dengar adalah bahwa mereka dengan bercanda-canda bilang, bahwa banyak orang kesurupan setelah makan bebek (panggang atau goreng?) di restoran tersebut. Insting saya sebagai wartawan tentunya bekerja cepat, wah aroma berita neh! (hahaha... dasar mata beritaan!)

--------------------------------------------

Saya pun bergegas mencari restoran tersebut. Karena lokasinya yang startegis (karena terletak di antara beberapa perkantoran, yang umumnya bank-bank pemerintah serta BUMN) dan gampang dicari (gimana enggak, pas persis di depan kantor KPUD Kota Bekasi atau kantor Telkom Kota Bekasi). Sesampai di sana maka yang saya perhatikan pertama kali adalah banner yang dipampang di depan restoran sederhana tersebut. Unik memang ternyata... karena tulisan yang paling besar dari Rumah Makan Sederhana Betawi, Masakan Khas bekasi adalah "Bebek Kesurupan". (Busyet deh, kreatif dan memorable buanget).

Saya jadi ingat tulisan di belakang satu mobil yang sedang berjalan di depan saya sebelum saya ke rumah makan ini, "When Brands Talk, Customers Act!" (Saat merk "ngomong" atau "berbunyi", maka pelanggan "bertindak"). Pemeo yang tepat.

Sang pemilik, Andri Muslimin, tak susah untuk dihubungi. Kurang dari belasan menit, pengusaha muda yang berwawasan merk ini ternyata belajar banyak dari pelanggan dan kliennya. Padahal ia adalah karyawan satu BUMN besar di Bekasi. Bagi Andri, sang penggemar bebek panggang ini, merk bebek panggang sangat umum di Bekasi. Jadi bukan karena dia penggemar bebek lalu dia suka "membebek" dalam hal membuat merk. Baginya merk Bebek Panggang Rica-Rica sudah sangat umum. Maka dia harus mencari satu merk yang gampang diingat dan harus jadi ciri khas masakannya. Untuk itu diapun melakukan proses pencarian nama dan merk.

Saat dia sering sekali menikmati makanan bebek Rica-rica di daerah Pekayon saat pulang kerja dari kantor atau jalan-jalan dengan keluarga, dia kerap pula mampir di restoran Bebek Pedas Ela di wilayah Pekayon. Bila Bebek Rica-Rica yang terkenal karena khas Sulawesi dengan pedas dan manisnya, maka Andri pun ingin menciptakan masakan Bebek panggang/goreng baru yang juga sama pedas namun khas gayanya untuk Bekasi.

Saat pertama kali dibuka, ia diajak salah seoprang temannya yang jadi caleg dari partai Golkar (tapi menurutnya ini bukanlah rumah makan yang berafiliasi atau mendukung partai manapun... hanya kebetulan saja ia kenal dengan Sugeng Wijaya, dan ia ingin promosi masakannya berbarengan dengan kampanye sang caleg... hahahaha siapa yang enak neh? Sang Caleg? atau Tim Sukse? atau Calon Pendukungnya Sugeng Wijaya atau malah Pemilik Resto sendiri... Yah mutualisme tentunya!)
Dari pelanggan pertama itulah dia mencoba menaikkan merk BEBEK KESURUPAN (Kenapa bukan bebek panggang KESURUPAN atau bebek goreng KESURUPAN. Alah namanya juga bebek kesurupan, mana tahu dan peduli dipanggang atau digoreng? Namanya kesurupan -- pastinya mana peduli digoreng atau dipanggang.... hohoho)

Asal muasal nama KESURUPAN itu sendiri justru datang dari para pelanggannya. Bagaimana tidak, jika anda menikmati Bebek Panggang racikan bumbu Andri Muslimin ini, jangan kaget bila anda akan terengah-engah bagai terbakar api seluruh rongga mulut anda... dan anda akan "haaaaahh...haaahhh...haaahh..!! kepedasan. Salah satu bumbu rahasianya adalah setengah kilogram cabe "setan" (sebutan orang Bekasi untuk cabe rawit yang terkenal karena pedasnya yang luar biasa -- gila aja.... setengah kilo men? Apa nggak berkobar tuh mulut ama perut ente?) yang kemudian dimasak bersama "sang" bebek (entog besar) yang jadi korban penderitanya. Pasti tuh bebek bener-bener gak sadar kalo dagingnya jadi begitu LUAR BIASA PEDAS.... terbakar bak dalam neraka... bebek yang malang!)

Jadi waspada saja buat anda yang bukan penggemar masakan pedas. Namun buat mereka yang menyukai tantangan "beradrenalin" tinggi (huwalah... saking menakutkannya apa?), maka anda harus mencoba masakan unik ini. Dijamin anda akan menggelepar kepedasan seperti orang kesurupan!!!!! (Sayangnya Andri belum memasang promosi... "Tidak Kesurupan, Uang Kembali...!!!" -- hehehehe, pasti seru tuh resto dikunjungi para penggemar tantangan wisata kuliner)

Rupanya Andri, sang karyawan yang masih bekerja di Jasa Marga ini memang ingin membangun citra masakan khas Bekasi, jadi saat orang berkunjung ke Bekasi, maka BEBEK KESURUPAN lah yang jadi pilihan. (Huwaduh kalo saja si pengusahan muda ini mau menambahkan Hotspot -- fasilitas browsing internet gratis dari Telkom -- mungkin akan banyak para turis kuliner yang akan datang dan berselancar di dunia maya sambil mulutnya kepedasan menikmati masakan unik ini).

Masalah harga, jangan heran bila sangat terjangkau kantong, untuk Paket Nasi Rames plus dipatok Rp. 8.000,-, dan Paket Spesial (Nasi Rames plus lauk pauk spesial) pun hanya Rp. 10.000,- per porsi. Barulah bila anda ingin merasakan paket Bebek Kesurupan Istimewa cukup anda merogoh kocek Rp.12.000,- atau Bebek Kesurupan Special, hanya Rp. 15.000,- maka dijamin anda akan melayang bak di dalam neraka (hahahaha segitunya kah... pasti puwedes buanget tuh!?).

Untuk Delivery Order di wilayah Jabotabek 1 paket Bebek Kesurupan Spesial, terdiri dari Nasi, Timun, Krupuk Udang dan Bebek Kesurupan @ Rp. 20.000,-
biaya pengiriman 10% dari pesanan. Minimal Pesanan 5 paket.

Tapi untuk meredakan rasa pedas di lidah anda, bisa dipilih minuman aneka jus seharga Rp. 5.000,- (menurut saya mungkin nantinya nama jusnya adalah jus "Bidadari" karena bentuknya yang cantik dan sangat sejuk serta nyaman di tenggorokan yang terdiri dari campuran beberapa buah-buahan segar selepas menyantap Bebek dari Neraka itu... hihihi!)

Bila anda merasa tertantang untuk menikmati kuliner baru yang aneh dari Kota Bekasi, kunjungi saja di Sepanjang Jl. Ir. H. Juanda Kota Bekasi, yang bisa anda temui saat anda masuk pintu tol Bekasi Barat kemudian menuju Gedung Pemdakot Bekasi Baru (GOR Kota bekasi) kemudian ambil jalan (one way traffic dari jam 06.00 - 21.00 wib) ke terminal Kota Bekasi. Carilah di sebelah kiri jalan setelah Gedung KPUD Kota.

Sidik Rizal

---------------------------------

Dodol Makanan Khas Bekasi?

Minggu, 19 Oktober 2008


IDUL FITRI atau Lebaran adalah satu momen penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadirannya sangat ditunggu, dan untuk ini segala persiapan dilakukan, untuk menyambut dan memeriahkan. Ada kegiatan yang seolah menjadi ritual. Saling kunjung-mengunjungi, bersalam-salaman saling memaafkan, serta kegiatan yang memperkuat makna, silaturahmi dengan tentu saja, santapan khas.

Situasi dan nuansa khas, acapkali mengundang kerinduan yang teramat sangat. Sebab itu, dengan segala daya, jutaan orang melakukan mudik. Apa yang dikejar ? Kedalaman memaknai situasi ruhaniah yang sulit digambarkan. Ada kebahagiaan yang tak terukur.

Boleh jadi, dengan gerak zaman yang dinamis, perlahan tapi pasti muncul perubahan. Satu generasi mungkin berbeda simbol dengan generasi berikutnya. Atas nama modernisasi, kepraktisan, atau ingin nuansa baru, perubahan itu datang mewujud, meski satu generasi menyimpan kerinduan tersendiri.

Masyarakat Kabupaten dan Kota Bekasi, yang sebelum didominasi etnis Betawi, kini sudah berubah sangat pesat. Pendatang dari segala macam latar belakang suku, status, dan profesi menggambarkan kondisi yang majemuk. Generasi yang lebih muda segera menyesuaikan diri. Di balik itu, nilai tradisi mulai tergeser ke sisi.

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger