English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Soto Lamongan Etan Kelapa Gading

Minggu, 20 Desember 2009

Beda Dari Yang Biasanya, Jauh Lebih Kental dan Lebih Berani


Kelapa Gading, kelanakuliner.com
Setelah menikmati Roti Bakar khas Ropita Aneka Rasa, kelanakuliner.com kembali menyusuri jalan utama Kelapa Gading dan akhirnya menemukan Soto Lamongan Etan. Etan sendiri menurut sang pengelolanya, Roy berarti Enak Tenan. "Biar gampang diingat ya sudah kami jadikan singkatan 'Etan' alias Enak Tenan" ungkap Roy sambil menawarkan sajian khas Lamongan kepada kelanakuliner untuk dicoba.


Pada mulanya saya menganggap, pastilah Soto Ayam Lamongan tak beda jauh daripada yang biasa saya nikmati, tapi ternyata, Soto Lamongan yang dikelola Roy ini sedikit berbeda, terutama, karena tambahan kaldu khusus dan koyanya yang membuat sotonya jauh lebih kental dibandingkan Soto Lamongan yang biasa saya kenal dan nikmati. Tapi justru di sinilah uniknya Soto lamongan Etan, apalagi rasanya lebih kuat dengan bumbu yang lebih berani. Akhirnya saya jadi ingat seorang kolega saya yang membuat program wisata kuliner di televisi dimana dia sering sekali mengatakan, bahwa "Dimana-mana yang asli jelas pasti enak!" Tapi ternyata hal itu tidak tepat. Malah saya berani mengatakan, "Yang asli diberi sedikit inovasi, jelas jauh lebih  nikmat!" untuk sajian khas Lamongan yang sudah keluar dari pakemnya ini.


Menurut pak Roy, sengaja Soto Lamongan Etan disajikan seperti itu agar sesuai dengan lidah orang-orang Jakarta. Soto Lamongan yang lebih mirip dengan Soto Betawi ini memang sengaja dibuat sedikit lebih berkaldu dan kental, tapi bumbu dasarnya masih seperti aslinya  dari Lamongan, ujar Roy kepada kelanakuliner.com. Harga yang patok pun masih terbilang terjangkau, cuma dengan Rp.7.000,- pelanggan bisa menikmati semangkuk soto lamongan plus nasi putih. Istimewanya adalah koya yang terbuat dari krupuk udang yang digepuk hingga halus, ternyata nmasih ditambah beberapa rempah-rempah lainnya yang membuat koyanya bisa dikudap oleh para pelanggan sambil menunggu sajian dihidangkan.

Namun tak nikmat rasanya bila makanan panas ini tidak ditemani minuman dingin. Teh asli poci yang kebetulan waralaba teh hijau juga bisa dipesan di tempat ini. Dan itu semakin manambah nikmatnya santapan Anda.

Anda tertarik ingin menikmati Soto Lamongan "Etan" yang lebih nyamleng dan lebih "manteb" diban ingkan yang biasanya? Kunjungi saja Soto Lamongan Etan di bilangan jalan Kelapa Gading dekat SMA Negeri 45 Jakarta Utara.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Bebek Goreng Pondok Hijau

Sabtu, 19 Desember 2009

Khas Masakan Jawa Timur
April 21st, 2008 by djoko santoso



Bekasi - kelanakuliner.com
Kali ini saya mengutip tulisan dari salah satu senior saya, Mr. Joko Santoso yang telah lebih dahulu bertualang di dunia kuliner. Beriku tkutipan tulisannya yang saya ambil dari blogsnya yang cantik, Lagi Malas Ngeblog. (Namanya aja udah aneh kan?)

Sebagai penggemar masakan Bebek, saya tidak bosan-bosan hunting Masakan Bebek Goreng, terutama seputaran Bekasi.

Bebek Goreng Pondok Hijau Bekasi Timur ini adalah Bebek goreng khas Surabaya, dengan bumbu hitam dan sambal yang pedas. Mantaffff

Rasanya, benar-benar khas Bebek Goreng Surabaya.
Harganya standar, plus minum perorang sekitar 25 ribu.


Tidak bakalan menyesal mencoba bebek goreng ini. Bagi yang tidak suka Bebek, di Restauran ini juga menyediakan menu2 lain yang Khas Surabaya, diantaranya Soto Sulung, Rawon, dll.

Rasanya semua mantaff, terasa kentalnya di lidah…. hemmmmm
Lokasinya berada di Jalan Pondok Hijau (lihat peta dibawah ini). gampang mencapainya dekat jalan Tol.


Pecel Madiun BP, Rujak Cingur Khas Jatim di Kota Bekasi

Jumat, 18 Desember 2009

Menu Serba Hitam Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera


Bekasi, kelanakuliner.com
Tak sengaja saya menyambangi sebuah warung makan Pecel Madiun yang ada di Alun-alun Kota Bekasi, samping Bakso Malang Cak Tio. Ternyata Warung Pecel Madiun BP ini pernah ditulis oleh sahabat saya Dian PP, langsung dari sang narasumbernya Budi Purwanto di warung utamanya di dekat exit Pintu Tol Bekasi Timur.

Saya sendiri memang kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang selalu berwarna hitam ini. Mulai dari Rawonnya atau yang sering saya sebut sebagai Black Soup ala Eastern Java. Bila pembuatan Rawon (ada yang iga, jeroan, atau daging sapi) biasanya menggunakan kluwek (pucung dalam bahasa Betawi) atau Keluak/Keluwak, atau Buah Kepayang dan dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Indonesian Black Nut, atau Pangium Edule Nut memang memberikan aroma khas dan rasa tersendiri bagi masakan berbahan daging sapi ini. Kemudian sajian lainnya yang juga berwarna hitam namun lezat dan nikmat, yakni Rujak Cingur. Kala yang pertama tadi, si sop hitam diwarnai dengan kluwek, maka, Rujak Cingur berwarna hitam karena bahan bumbu petis udangnya yang tak bisa digantikan dengan Petis udang dari daerah lainnya, demikian ungkap Ibu Diah, istri sang pemilik Pecel madiun "BP", Budi Purnomo kepada kelanakuliner.com


"Entah mengapa makanan khas Jawa Timur banyak sekali yang bernuansa warna hitam, ucap wanita yang berprofesi sebagai pengamat ekonomi dan sering bepergian ke luar negeri ini. Saya sendiri sebenarnya juga heran dengan masakan khas Jawa Timur. Mengapa selalu berwarna gelap dan hitam pekat? APakah mungkin karena ciri khas daerah Jawa Timuran yang identik dengan pakaiannya yang berwarna hitam? Ingat kan pakaian para penari dan seniman Reog Ponorogo? Atau para warok-warok (para jagoan jaman dulu) yang suka sekali berpakaian hitam dengan kaos dalaman belang-belang merah-putih. (Hualah! Apa masalahnya?)

Terlepas dari nuansa kegelapan (baca: hitam) pada setiap makanan khas Jawa Timuran, tapi tak ada satupun yang tidak lezat untuk dinikmati. Justru itu, Rujak Cingur yang berbumbu petis hitam nan pekat adalah kombinasi antara rasa klenyir-klenyir moncong (congor atau cingur atau hidung dan mulut sapi) ini dengan gurihnya Petis udang Surabaya, dan asamnya buah-buahan campuran (itulah sebabnya disebut rujak) dan ditambah bumbu-bumbu lainnya. Hmmm pasti lebih nikmat bila dinikmati pada siang hari bersama minuman dingin khas Jawa Timuran (apaan tuh minuman khasnya?).

Yang jelas bila Anda tertarik menikmati Rujak Cingur dan Pecel Madiun Portable (saya lebih suka menyebut Bumbu Pecel Madiun Portable, karena kemudahannya untuk dibawa kemana-mana dalam sebuah kemasan kotak yang kompak ini). Perlu juga Anda ketahui Paket Kotak Bumbu Pecel madiun merk "BP" ini telah melanglang buana ke manca negara hingga Amerika dan Eropa. (kadang saya berfikir, alangkah baiknya kalau saya adalah sebuah bumbu pecel paket.... sudah bisa ke luar negeri dalam sekejap.... hehehehe, saya sendiri belum pernah ke laur negeri, kecuali keliling Indonesia). Oh iya hampir lupa. bila Anda benar-benar tertarik mencoba Rujak Cingur khas Jawa Timuran, silahkan reservasi di nomor berikut ini 0812.803.6117 atau (021) 703.29.768 dengan Ibu Diah. Atau kunjungi Warung Pecel Madiun dekat Pintu Tol Bekasi Timur sambil belokan ke arah kanan. Dijamin Anda tak kan kecewa dan tak perlu harus memesan ke Jawa Timur, karena semuanya asli Jawa Timuran di warung ini.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com




Dan berikut ini kutipan tulisan sobat saya mas Dian PP yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya:

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecelMadiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Di sinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.



Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP" (021)7032.9768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

CANGKRU'AN VW Jembatan Empat, Rawalumbu Bekasi

Jumat, 30 Oktober 2009

SegO RAKyat, Vokoke Wareg
Berdiri sejak 1828 (ba'da Maghrib) sampe Secapeknya



Bekasi, kelanakuliner.com
Sukakah Anda bila saya beritahu dimana tempat cangkru'an (red: nongkrong dalam bahasa Betawi dan angkring dalam bahasa Jawa Tengah atau nangkring dalam bahasa Sunda) yang paling nyeleneh dan mungkin satu-satunya di dunia yang adanya bukan di Jawa Timur? Ya adanya cuma di Bekasi, tepatnya Jembatan Empat Perumahan Rawalumbu Bekasi. Tepat di depat sebuah distro bergaya konspirasi. Lah?

Kok disebut conspiracy distro and cafe? Kalau distronya yang dikenal bernama Verbad, sedangkan cafenya yang diberi nama Cangkru'an VW maka keduanya mempunyai konsep life style yang sangat bertolak belakang. Coba saja Anda bayangkan, kalau distronya yang juga sebagai salah satu distro yang menjual merk asli Bekasi "Why Not" ini sebenarnya lebih menjuju high profile customer (ngerti kan artinya?)


Distro Verbad Conspiracy memang dijuju untuk target pasar mereka yang suka sekali bergaya unik dan beda dari yang lain namun dengan citra selangit (nggak berlebihan lah kalau saya bilang begitu... memang umunya pelanggannya pada selangit gayanya atau "borjuis" namun masih terjangkau), sementara persis di depannya ada warung makan sederhana yang begitu "low profile" dan "egaliter" (begitu istilah Cak Gogon, sang pemilik distro sekaligus kafe nyeleneh ini menyebutnya) maka untuk mempertemukan keduanya disebutlah istilah Konspirasi (taelah gayanya si Cak Gogon memang benar-benar bikin saya tertawa terbahak-bahak tersenyum geli!)

Tapi ada hal lebih membuat saya betah dan selalu tersenyum di tempat cangkru'an ini, yakni menu masakannya yang bener-bener konyol lucu menurut saya. Mulai dari nama Sego Rakyat plus Sambel Bledheg-nya yang luar biasa ganas pedasnya (ampun mak nyak!) sebagai merk utamanya. Sego Rakyat sendiri sejatinya mirip dengan Sego Kucing khas Semarang atau Solo maupun Jogjakarta, tapi kayaknya porsi ikan asinya lebih gedem (tau kan artinya?) dan bikin kita merem marem! Belum lagi lauk lainnya yang bukan saja bikin kita tersnyum geli tapi juga mau memborong semua (emang boleh apa?) karena saking murah dan nyamlengnya di lidah kita.


Yang lucu banget adalah Jajanan Antikapitalis (busyet deh provokatif banget neh namanya... tapi...  yah tauk sendiri lah, eman g bener kan?) seperti, Risoles atau Sosis Oslo, Saya jadi ingat sama Burger Bathok nya mas Agung. Tapi sepertinya ada perbedaan mendasar dari keduanya, yakni konsep idealismenya, bila yang satu mengangkat makanan barat burger yang dibuat jadi khas Indonesia, sedangkan satunya lagi Cangkru'an khas Jawa Timuran ini mengangkat makanan kahas masakan ibu kita yang mungkin sudah jarang bisa kita temui di resto manapun, demikian bongkar Cak Gogon kepada kelanakuliner.com. Hmmmmm saya pikir bener juga seh!


Terus bagaimana dengan harganya? Huwaduh... setelah saya periksa (dan ini memang tipikalnya saya sebagai orang Indonesia asli kalau membaca menu kayak orang Arab, dari kanan ke kiri.... hehehehehe tau kan artinya?) Ternyata nggak ada satupun sajian khas di tempatnya Cak Gogon dan istrinya mbak Endang ini yang harga sajian makanannya lebih dari selembar uang biru! bener-bener antikapitalis sejati, Rek!

Kalau nggak percaya mendingan langsung aja menggelinding ke lokasi buat Anda yang masih gendut atau meluncur buat Anda yang sudah ramping ke sana (maskudnya apa thoh?). Tepatnya ke Jembatan Empat, dan lihat distro Verbad Conspiracy, Cangkru'an VW.... Hmmm saya pasti berani menjamin Anda akan tersenyum dan kenyang pada saat yang sama, tanpa harus merogoh dan membuka dompet dengan senyum kecut....! Plis deh ah!

Banyak hal unik dan menarik yang bisa mengendorkan syaraf kita bisa kita dapati di tempat ini, tengok pengumuman berikut ini.


tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an
toean poean njang siboek bekerdja
zonder waktoe oentoek memasak
agar soepaja toean poean tida’ spanneng
bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna
toen poean pasti akan soeka
sehat djiwa raganja,
pandjang oemoernja
serta moelia
menoeai pahala
menoeai pahala
bergegaslah sebelum kaseb !







Sidik Rizal

Berburu Pecel Madiun di Tol Timur

Rabu, 21 Oktober 2009

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecel Madiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Disinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.

Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP"
021-70329768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

RM BUMBU asli KAMPUNG: Nasi Gulung + Rujak Degan

Minggu, 05 Juli 2009

Coba Angkat Kuliner Khas Jateng & Jatim di Kota Bekasi
Rujak Degan, Nasi Gulung, Gudangan, Jadah, Sambal Tumpang,

Harapan Indah, Bekasi - dobeldobel.com
Kalau Anda sudah pernah tahu makanan khas Jawa tengah atau Jawa Timur mungkin tak akan aneh mendengar nama-nama makanan berikut ini. Tapi biarpun begitu, saya sendiri yang mempunyai keturunan Jawa dan sering jalan-jalan hampir ke seluruh pelosok daerah di pulau Jawa, masih terkaget-kaget dengan menu masakan yang disajikan oleh RM Bumbu Kampung ini.

Sebutlah satu sajian istimewa yang bernama Nasi Gulung. jangan Anda kira, kalau panganan ini hanya segulung nasi ala Sushi Jepang atau Lontong Betawi yang terkadang berisi oncom atau Arem-Arem.

Nasi Gulung lebih tepatnya adalah, Nasi Putih biasa yang digulung oleh daun pisang dan di dalamnya ada racikan tumis ikan teri Medan. Dan yang membuat rasa Nasi Gulung ini unik adalah cara pengolahannya. Bukannya dikukus seperti biasanya, namun dibakar. Mungkin Anda pernah merasakan Lamang, masakan orang Padang, berupa beras ketan yang dimasak setengah matang, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar di dalam bambu hingga matang. Hanya saja Nasi Gulung mempunyai isi berupa ikan teri Medan dan rasa gurihnya menyerap ke luar bagian nasi serta bau harum bakaran daun pisang yang membungkus nasinya.

Tentunya bila ada makanan unik dan lezat, maka sebuah restoran yang baik akan menyajikan minuman istimewa yang menyegarkan yang bukan saja menghilangkan dahaga tapi bisa sekaligus menutup acara makan dari menyantap menu utamanya. Sigit, sang pemilik dan pengelola RM Bumbu Kampung menjelaskan bahwa di RM ini Kami selalu menyajikan masakan khas Jawa tengah maupun Jawa Timur. Namun kami berusaha untuk memberi nama yang sesuai dengan nama aslinya. Misalnya minuman segar yang dibuat dari kelapa muda dan gula merah Jawa, mereka sebut dengan Rujak Degan, dan minuman segar ini memang sangat nikmat bila diminum dengan es batu. Apalagi menjelang bulan puasa nanti, Es Kelapa Muda yang dikenal oleh banyak orang di daerah lain ini, memiliki rasa nikmat dan manis dari gula aren Jawa tersendiri. Kombinasi putihnya kelapa muda dan air kelapa serta coklatnya gula aren Jawa pasti akan menggugah rasa sejuk dan segar tersendiri.

Itulah sebabnya Sigit mengundang beberapa keluarga dan koleganya yang ahli di bidang mengolah masakan untuk bergabung membangun usaha kuliner ini. jangan heran bila Sigit sendiri sebenarnya sudah menjalankan usaha RM Masakan Padang bersama rekannya dengan sistem bagi hasil.

Karena hobinya yang senang sekali jalan-jalan menikmati kuliner di luar daerah, membuatnya untuk terjun secara penuh menggeluti usaha kuliner dan menjadi pengelolanya langsung. Berawal dari ide beberapa temannya untuk memulai usaha masakan Jawa Tengah dan Jawa Timur di kawasan perumahan menengah atas, Harapan Indah Boulevard, Sigit mulai mnyewa lokasi dan membangun usahanya sendiri secara langsung.

Satu hal yang dia sadar betul bahwa usaha kuliner atau restoran ini harus tak pernah lepas dari inovasi-inovasi masakan yang tentunya harus digemari oleh lidah lokal para pelanggannya. Karena itu jangan heran bila ada salah satu pelanggannya yang datang justru bukan dari wilayah Harapan Indah dan sekitarnya. Bayangkan saja, ada pelanggannya yang datang dari Tangerang, karena seringnya berkunjung ke daerah di dekat Harapan Indah Boulevard, mereka sering berkelompok banyak mampir ke Rumah Makan Bumbu Kampungnya, dan bukan hanya sekali dua mereka datang. Alasan mereka adalah karena masakan Jawa yang ada di RM Bumbu kampung ini sangat sesuai dengan selera mereka.

Lalu menu masakan apa saja yang disajikan RM Bumbu Kampung ini? Mulai dari Garang Asem Ayam & Ati. Ini adalah masakan olahan ayam dan hatinya seperti botok, namun dipanggang dan lebih basah serta agak berkuah.
Masalah rasa, mungkin lebih tepatnya saya anjurkan Anda sendiri untuk mendatangi rumah makan yang terletak di Jl. Harapan Indah Boulevard ini.

Belum lagi pilihan menu lainnya yang tak kalah nikmat dan unik, seperti Rujak Tahu. dan Sambal Tumpang. Rujak Tahu adalah potongan tumis tahu yang ditaburi bumbu kacang dan munkin bentuknya mirip dengan ketoprak tahu, tapi rasanya jauh berbeda. Lalu bagaimana dengan sambal Tumpang? (Saya mulai menduga, jangan-jangan ini nama sengaja dibuat aneh... masak ada sambal Tumpang? Apa sambalnya mau ikut numpang dengan bumbu-bumbu lain... hehehehe, pissss mas!)

Sambel Tumpang (sekali lagi bukan sambal Tampung ya bung!) adalah ulekan cabe dicampur dengan tempe yang sudah mulai basi. Sungguh sambel Tumpang ini akan terasa lezat bila dimakan bersama dengan lauk lainnya seperti ikan bakar, ayam bakar atau sekadar tahu tempe goreng biasa. Di sinilah istimewanya menu sedap yang diolah langsung secara inovatif oleh salah satu keluarga dari pihak istri Sigit.

Lalu mengapa disebut sambel Tumpang? Aroma bau tempe yang sangat menyengat dan menggugah selera kita, dengan campuran cabe merah pedas wow.... uenak, ini namanya sambel tumpang, disebut sambal tumpang karena biasanya disajikan sebagai sambal yang ditumpangkan (ditaruh diatas ... ) nasi, di Solo, sambal ini biasanya di padukan dengan gudangan tadi, bedanya hanya cara makan. kalau gudangan biasanya pakai tangan saja, sedangkan untuk campuran sambal tumpang harus pakai sendok, memang akan terasa lebih nikmat apabila kita menikmati dengan alas daun pisang.

Kemudian bila Anda ingin mencoba sesuatu hal lain dalam membiarkan lidah Anda menari sepuasnya, maka Sigit juga menambahkan untuk mencoba Nasi Gulung Paket seperti yang telah disebut di atas dibarengi dengan lalapan Urab ala RM Bumbu Kampung, yakni Gudangan. (Awas jangan Anda salah kira bahwa seluruh isi gudang akan disajikan dan dimakan kita sendirian... hehehehe).

Menu Gudangan (dan jangan pula terbalik menyebutnya Gadungan.... hiks!) adalah makanan khas Jawa Tengah yang memang seperti Urab, tapi biasanya disajikan tidak tercampur, dimana bumbu urab kelapanya hanya di ujung puncak sayur-sayurannya. Berbicara tentang makanan, khususnya makanan dan masakan yang ada di Indonesia, mungkin kita tidak akan dapat menginventaris berapa jumlahnya dan rating kelezatannya.

Sebagai contoh menu pada gambar ini, ini namanya Gudangan, atau orang juga menyebut Kluban. Makanan ini bisa ditemui di kawasan Jawa, khususnya Jawa Tengah. Menu berbahan dasar sayuran ini begitu lengkap dan mempunyai cita rasa yang sangat Indonesia. Gudangan atau Kluban ini merupakan makanan sehat, bergizi tinggi dan baik untuk kesehatan badan, lebih nikmat lagi disantap dengan nasi liwet pulen yang masih panas, ditemani dengan kerupuk ikan asin atau kerupuk nasi (karak :) solo).

Dan salah satu makanan favorit pelanggan yang juga saya sarankan untuk Anda adalah Jadah Bakar. Makanan ini cenderung berwarna putih, disebut JADAH, lalu kenapa bernama jadah? Ini masih dalam proses pencarian informasi he... cemilan berbahan dasar ketan ini cenderung gurih karena pembuatannya tidak menggunakan gula tetapi menggunakan santan kelapa kental dengan tambahan sedikit garam, rasanya gurih dan cukup mengenyangkan, dan apabila di goreng atau dibakar...wuih...rasanya enak banget....Pizza? kalah !!(Sekali lagi jangan sampai Anda salah ucap Haram Jadah!!!! Bisa-bisa Anda bonyok diserbu massa dan tak jadi makan karena Anda salah menyebut makanannya... lagi-lagi pisss Mas!). Jadah bakar adalah ketan yang dibakar dan dinikmati bersama Serundeng (parutan kelapa muda yang disangrai biasanya dicampur dengan gula pasir sehingga akan terasa gurih dan manis).

Semakin aneh makanan yang anda dengar maka semakin nikmat nantinya Anda akan rasakan. Yang berakhiran dengan komentar, "Ternyata...!"
Intinya usaha kuliner yang menerapkan inovasi menu makanan dan orisinalitas kedaerahan yang pastinya akan tetap disukai oleh para pelanggan di tengah maraknya aneka ragam makanan asing dan import, tinggal bagaimana kita mempertahankan kualitas bahan dan sajian yang membuat para planggan dan penikmat kuliner mau kembali dan kembali lagi ke tempat kita, bila Anda ingin menjadi pengusaha kuliner yang sukses.

Bila Anda ingin memesan makanan khas kampung dari daerah Jawa Tengah atau jawa Timur, maka hubungi RM Bumbu Kampung di telp. : 021.9113.6000 atau kontak langsung dengan pemiliknya, Sigit: 0813.152.152.17

Atau Kunjungi Jl. Harapan Indah Boulevard, Bekasi.

Sidik Rizal

Berikut Salah satu Menu Rahasia Rujak Tahu, yang berhasil KelanaKuliner.com himpun

Rujak Tahu
Bahan :
* 100 gram mi basah
* 1 potong tahu putih besar, goreng setengah matang
* 1 buah mentimun
* 4 lembar daun selada, iris
* 4 pempek lenjer, goreng, iris minyak secukupnya, untuk menggoreng
Saus :
* 150 gram gula merah
* 50 gram asam jawa
* 500 ml air
* 10 sdm kecap manis
* 3 sdm cuka masak
Bumbu yang Dihaluskan :
* 5 siung bawang putih
* 3 buah cabai merah
* 10 buah cabai rawit
* 1/2 sdt garam
Taburan :
* Ebi bubuk
Cara Membuat :
1. Saus: rebus gula merah bersama asam jawa hingga mendidih, angkat, saring/ Masukkan bumbu halus dan kecap manis, setelah mendidih kembali, angkat. Tambahkan cuka, aduk.
2. Siram mi basah dengan air panas, tiriskan.
3. Penyajian: siapkan mangkuk, tata mi, tahu goreng, iris, daun selada, mentimun, dan pempek, lalu tuangkan sausnya. taburi ebi bubuk.
4. Sajikan.

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger