English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Warung Soto Suroboyo: Gorengan Kambing Betawinya Nantangin!

Senin, 21 Desember 2009

Bertarungnya Menu Surabaya dan Betawi oleh Satu Dalang




Bekasi, kelanakuliner.com
Menyisiri jalan baru Bintara, yang kini menjadi pilihan utama buat mereka yang harus melewati jalan I Gusti Ngurah Rai menuju pusat kota Bekasi, maka kita akan menemui hanya beberapa rumah makan besar dan warung kecil yang ada di sebelah kanan-kiri jalan. Buat mereka yang hendak berangkat kerja dari Kota Bekasi (tepatnya dari arah Stasiun Kranji Bekasi), mungkin memerlukan jajanan buat sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Sepertinya, hanya jalan tembusan I Gustri Ngurah Rai inilah tempat mereka bisa mencari sarapan pagi. Bila Anda termasuk yang menggemari masakan soto atau sop, maka Warung Soto Suroboyo bisa dijadikan alternatif buat sarapan pagi Anda. Warung Soto Suroboyo yang buka mulai dari jam 09.00 s/d 17.00 ini akan menyajikan makanan khas soto sulung asli Jawa Timuran dengan segala keunikannya.


Soto Ayam Suroboyo milik ibu Yati ini, sebenarnya bermula dari sang suami yang ketika masih bekerja di Garuda dan menjelang pensiunannya, mendapatkan seminar kewirausahaan dari tokoh kuliner, Dr. Wahyu Saidi. Dari sanalah ia membeli merk waralaba terkenal milik sang Doktor Bakmi itu, dengan merk Soto Sulung H. Wasdi. Kemudian usaha tersebut dijalankan oleh istrinya, yang juga mantan karyawan di Kopkar Garuda Indonesia. Sang Istri, ibu Yati, wanita asli betawi kelahiran 10 Agustus 1968 ini kebetulan sekali hobi memasak. Maka pengelolaan Soto Sulungnya ditangani oleh sang istri.

Namun sayang setelah jalan beberapa tahun, penyediaan bahan baku bumbu terhambat karena alasan pindahnya lokasi. Mau tak mau ibu Yati, ibu dari 5 orang anak ini, mencoba menemukan sendiri resep rahasia bumbu Soto Sulung dan Soto Suroboyo. Dan dari beberapa kenalan serta internet, ia mendapatkan rahasia bumbu kaldu soto Suroboyonya yang menggunakan daging bandeng presto yang dihancurkan ke dalam kuah soto khas Jawa Timurnya ini.


Setelah yakin dengan bumbu-bumbu yang berhasil dia temukan rahasianya, seperti bumbu koya yang dia racik dari kerupuk udang ditumbuk halus ditambah beberpa empah rahasia tertentu, dan daging ayamnya yang dibelinya dalam dua jenis bentuk, seperti daging ayam yang berwarna coklat dan yang berwarna putih. (Semula saya pikir itu adalah potongan daging sapi, karena teksturnya mirip dengan daging sapi, tapi rasanya memang susah dibedakan dengan daging ayam).

GORENGAN KHAS BETAWI


Untuk meningkatkan pelayanan, Ibu Yati mencoba menawarkan produk unggulan lainnya, berupa Goreng Kambing Betawi. Goreng Kambing khas ala Betawi ini kini sangat sulit dijumpai di Jakarta, tapi dia mengakui bahwa sajian ini ternyata sangat diminati oleh beberapa pelanggannya. Terutama pada saat lebaran idul qurban lalu. Dengan mencampur bumbu kecap, bawang putih dan bawang merah beserta jahe dan lada dan supaya mempunyai rasa pedas yang kuat, ditambah potongan cabe rawit merah dan sedikit ditambah jinten hitam sehingga menambah pedas dan getir khasnya makanan Timur Tengah. Kemudian bumbu yang dicampur itu akan dituangkan ke atas rebusan daging kambing muda, yang kemudian akan ditumis secara bersamaan. Jadilah sajian khas ala Betawi, Gorengan Kambing Betawi asli. Sajian ini kan lebih nikmat bila disajikan dengan potongan lontong atau ketupat. Sebagai essertnya, biasanyaGorengan Kambing betawi ini dihiasi dengn acar nanas dan mentimun yang segar. Wah, pas banget dan membuat rasanya semakin mantap.

Anda tertarik mencoba Gorengan Kambing Betawi dan Soto Suroboyo di satu tempat? Silakan kunjungi Warung Soto Suroboyo Bu Yati dan Goreng Kambing Betawi di Terusan Jalan I Gusti Ngurah Rai, tak jauh (200 meter) dari Stasiun KA Cakung menuju Kranji, atau hubungi telepon untuk reservasi di nomor (021) 969.74925 dengan Ibu Yati.
Sidik Rizal - dobeldobel.com

BEBEK BENGIS PEKAYON, Khas Surabaya

Kamis, 30 Juli 2009


Katanya Bebek Goreng Terenak di Bekasi 
 OLAH MASAKAN sang KOKI HOBIKONOMI 




Bekasi, kelanakuliner.com
Hanya dua kali saya ke tempat ini. Pertama untuk memberikan kartu nama saya dan buat janji dengan karyawannya, dan kali kedua langsung bertemu dengan sang pemilik, Pulung Prahasto, sang arsitek yang terjun ke dunia kuliner karena hobinya masak dari kecil. Dalam dua kali berkunjung, saya sudah ditawari masakan istimewanya, Bebek Goreng Bumbu Sambel Bengisnya yang luar biasa pedas dan heboh.

Menurut cerita sang arsitek yang masih bekerja sebagai Project Manager di Menara MTH ini, usaha Bebek Bengisnya ini bermula dari kesukaannya jajan Bebek Goreng di daerah asalnya Surabaya selama kuliah dulu. Saking hobinya, dia sampai jadi fanatik dengan makanan satu ini.


Bahkan mungkin tiap hari dia pasti berkunjung hingga sampai hapal dengan rasa dan berusaha mencari tahu rahasia bumbunya. Dan pada masanya dulu, di Bali terkenal pula masakan Bebek Bengil khas dari Bali, hanya dalam ukuran rasa lidahnya, Bebek Bengil khas Bali itu masih terlalu alot dan kenyal, sehingga dia berusaha mencari cara agar bagaimana bebek yang dimasaknya nanti buat Bebek Bengis harus jauh lebih empuk dan lunak.


Keramahan khas Jawa Timuran pun bisa kita dapatkan, sebagi contoh, Anda akan disajikan minuman Es Teh Manis khas dengan porsi gelas jumbo. Ini yang pastinya bikin pengunjung mau datang lagi, karena dengan harga pada umumnya minuman dingin, tapi bisa mendapatkan lebih banyak. Bebek Goreng, sebagai sajian utamanya pun dalam beragam pilihan, jadi tidak seperti warung masakan bebek di lain tempat yang tak ada pilihan dan bersifat minimalis, ungkap Pulung membandingkan dengan sajian bebek goreng di lain tempat yang tak jauh dari warungnya.


Bebek goreng yang dimaksudnya menyajikan bebek pedas dengan sajian langsung tanpa pilihan, dan lagi buat penggemar yang tak suka pedas pasti tak akan bisa memilih sambelnya untuk dipisah, karena sajian sudah dimasak tercampur dengan bebek panggang atau gorengnya. Oleh karena itu Pulung menyajikan bebek gorengnya yang renyah dan empuk itu bersanding dengan bumbu-bumbu sambel pilihan terpisah. Untuk ana-ank ada sambel TB yang tidak pedas kecuali rasa merica. Pulung menyebutnya Sambel Telek Bebek, namun karena kuatir menghilangkan selera orang-orang yang "peka" dengan namanya sebut saja sambal TB yang boleh diterjemahkan "Sambel Tidak Bengis". Kemudian sambel cabe merah yang pedasnya lumayan dan rasanya agak manis. Dan yang paling pedas (Pedese ngepuol) adalah sambel cabe rawit atau Sambel Bengis.


Menurut pendapat anaknya yang masih kecil, sambel bengisnya membuat sang anak jadi ketagihan mau tambah nasi bila sambelnya belum habis. Ini tentunya jadi indikasi bahwa masakan bebek goreng dengan sambel bengisnya bisa diterima siapa saja, sekalipun ada yang bilang pedas tapi pilihan tergantung para pelanggannya sesuai selera mereka.


Mau coba Bebek Goreng terenak seperti pengakuan seorang pelanggannya, yang karyawan baru (dia menyebut dirinya newbies), jebolan kampus di Bandung yang mengomentari bahwa Bebek Goreng Sambel Bengisnya mas Pulung memang lain daripada yang lain, enak dan renyah serta empuknya belum ada yang bisa menandingi. Mungkin inilah yang membuat pelanggannya pasti datang kembali lagi dan lagi, ujar sang tamu sambil tersenyum setelah membayar harganya di kasir dan tampak puas di raut wajah gadis berjilbab ini.


Menurut lelaki kelahiran Surabaya asli ini, Bebek Bengis adalah Bebek Goreng Khas Surabaya, makanan Indonesia asli, yang diramu dengan menggunakan Bumbu-bumbu berkwalitas dan pilihan serta racikan Resep Rahasia yang khusus dibuat untuk memanjakan lidah para penikmat kuliner makanan Indonesia khususnya Bebek Goreng.
Lelaki berkacamata inipun menambahkan bahwa Bumbu Bebek Goreng ini terdiri dari 18 macam Rempah-rempah asli Indonesia dimana kombinasi bumbu rempah ini ditakar secara akurat sehingga mampu memberikan sensasi kwalitas rasa khas yang sangat istimewa dan konsisten yang tidak dijumpai pada bebek goreng-bebek goreng lainnya.


Kesulitan mengolah bebek
Lelaki penggemar masakan bebek ini mengakui bahwa mengolah Bebek membutuhkan suatu penanganan yang tidak mudah, karena ciri khas dari bebek itu sendiri memiliki kecenderungan alot (keras) dan berbau khas.
Berdasarkan pengamatan kelanakuliner.com Bebek Bengis telah mampu mengatasi semua permasalahan ataupun kelemahan-kelemahan dari pengolahan bebek tersebut menjadi suatu hal yang bisa dijadikan nilai lebih dari makanan Bebek Goreng, dimana masakan bebek goreng yang disajikan oleh Bebek Bengis adalah bebek goreng yang super empuk dan bebas dari semua bau yang “mengganggu” kenikmatan menyantap kelezatan Bebek Goreng.


"Resep Bebek Goreng yang kami buat ini telah mampu menghilangkan semua kelemahan-kelemahan dari bebek", tambah Pulung dengan serius, dan malah menjadikan makanan ini memiliki sensasi kelezatan dan kenikmatan bebek goreng yang belum pernah anda rasakan bahkan di Surabaya sekalipun.

Dan saya pun berani berkomentar, Anda belum pernah ke Surabaya kalau belum kana Bebek Bengis yang ada di Pekayon ini (Haah?.... Hehehehehe bercanda deng!... Habis bener-bener enak seh bebek goreng yang ada di RM ini, pokoknya orang ngomong apapun yang baik tentang bebek goreng ini pasti akan percaya begitu mencicipinya....Gubrak!).


Penilaian saya untuk bebek goreng di RM Bebek Bengis adalah 4 bintang dari skal 5 bintang. Walau tempatnya yang masih sempit dengan ukuran kurang dari 20m persegi ini tapi masih bisa membuat para pengunjunbgnya nyaman. Seandainya benar niatnya membuka cabang baik dengan sistem jual putus atau waralaba, mungkin Kita bisa menikmati Bebek Goreng Sambel Bengis ini dengan tempat yang lebih luas dan nyaman. Biar begitu tetap bebek gorengnya Alamak Nyoss!


Mau coba? Silakn datang saja ke Jl. Raya Pekayon Jaya, Bekasi bila anda dari Pertigaan Pekayon Pompa Bensin Petronas, maka sebelum Naga Swalayan. Dan bila dari Pondok Gede tentulah ada di sebelah kanan setelah Naga Swalayan. Memang di wilayah ini banyak sekali masakan goreng ayam dan Bebek. Jangan sampai salah dengan lain tempat, karena bagi kelanakuliner.com, "Rasa Menentukan Segalanya", kalau Anda memang benar mau mencoba Bebek Bengis.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

RAWON SETAN Surabaya Mbak Endang bertemu Pecel Bidadari

Rabu, 29 Juli 2009

Lebih Dahulukan KUALITAS Rasa dibandingkan KEUNTUNGAN Sesaat
Rawon Setan & Pecel Bidadari


Cibubur, kelanakuliner.com
Menyusuri jalan sepanjang Cibubur hingga Cileungsi maka Anda akan temui banyak tempat jajanan wisata kuliner. Mulai dari makanan ringan hingga makanan yang unik membangun rasa lapar karena melihatnya saja. Dan hal inilah yang saya dapatkan dari sebuah resto sederhana dengan waralaba lumayan banyak di Jabodetabek (15 outlet) dengan menjajakan makanan khas Surabaya, yakni Rawon Setan.

Dan saya pun disambut oleh sang manajer cabang yang bernama Martin. Lelaki berpenampilan rapih ini bukan saja menyambut saya dengan senyum tapi langsung meminta karyawannya mengambilkan minum setelah saya memperkenalkan diri sebagai wartawan kuliner (halah ngaku-ngaku gue... hehehehe). Pada awalnya dia merekomendasi untuk menghubungi kantor pusat yang berada di Mangga Besar dan bertemu dengan sang pemilik warlaba Rawon Setan, Jack Bernard. Warga keturunan Belanda yang beragama Islam dan kelahiran Surabaya sekaligus penemu rahasia menu masakan khas Rawon Setan yang terkenal itu.

Pembicaraan kami adalah tentang beberapa masalah yang terjadi dan menimpa di cabang-cabang di wilayah Kelapa Gading, dimana karena kesalahan dan kelalaian pembeli waralaba (franchisee) demi keuntungan mereka telah mengurangi takaran bumbu Rawon Setan, sehingga Rawon Setan cabang Kelapa Gading mendapt cap miring. Dengan diplomatis, Martin menjelaskan, bahwa takaran bumbu yang didatangkan dari pusat sudah menjadi kualitas standard yang wajib diikuti dan tak boleh ditambah atau dikurangi.

Bila ada pemegang waralaba yang berbuat dengan sengaja melakukan hal seperti itu maka dia akan menanggung akibat kehilangan pelanggan dan tentunya ini berdampak sangat besar bagi Rawon Setan secara keseluruhan. Kualitas serta nama baik Rawon Setan dipertaruhkan, ujar lelaki manajer yang kini memegang dua cabang sekaligus, Cibubur Junction dan dekat Kota Wisata.

Masalah kualitas ini pun membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan menu selalu harus dibawa ke pusat yang di Mangga Besar, tambah Martin. Misalnya saat kami membuat Jus Buah yang ada di tempat kami ini harus dengan persetujuan pusat dan diuji oleh Jack Bernard sendiri selaku pemilik waralaba. Termasuk krupuk yang diletakkan di restoran kami, tegas Martin, "Kerupuk pun harus diuji rasa oleh kantor pusat atau oleh pak Jack Bernard langsung".

Jangan heran bila Anda mencari minuman Cocacola, maka tak akan Anda jumpai, kecuali segala minuman produksi Teh Sosro. Hal ini sudah merupakan bagian kepentingan bisnis yang wajar. Tapi biar begitu saya lebih memfokuskan rasa Rawon Setan yang konon katanya super pedas. Saya pun melihat ada beberapa pelanggan yang memesan Pecel Bidadari (Wah mungkin ini lawannya Rawon Setan kali yah... dari tampilannya yang unik saya menduga pasti rasanya tak sepedas Rawon Setan).

Mau tahu apa yang membuat saya terkejut? Ternyata Rawon Setan Mbak Endang, ini tidaklah seperti dugaan saya bahwa rawon akan disajikan langsung campur dengan sambel super pedas. Pada kenyataan yang ada di meja saya adalah rawon berwarna kehitaman dengan bau wangi mengudang air liur saya tumpah namun sambelnya terpisah. Sang manajer, Martin memberi tahu saya hal ini dilakukan karena tidak semua pelanggan menyukai rasa pedasnya, so... sambel silahkan menuang sesuai selera dan daya tahan pedas kita.

Saya pun langsung menuang 2 sendok teh sambel Rawon Setan, karena saya benar-benar penasaran mau merasakan pedasnya sang Rawon penghuni neraka ini (hehehehe... asal gue nggak makan daging setan aja!). Dan ternyata... hualahhhh puweddessnya ngepol. Karena nggak kuat, saya pisahkan sambelnya, dan saya mencoba mencicipi daging sapi rawon tanpa sambel... hmmmmm lumayan sedap rasanya. Memang daging sapinya sedikit lebih alot ketika saya potong dengan sendok dan garpu. Tapi saat saya kunyah, luayan empuk lah. Sayang nasi dan rawonnya sudah tercampur, jadi tak bisa saya minta bungkus dan bawa pulang. Sayang! (hehehehe mumpung bisa bawain buat keluarga tercinta dan mencicipi masakan super unik dan enak ini, selain saya butuh second opinion dari keluarga).

Sayang saya nggak sempat merasakan Pecel Bidadari, tapi menurut Martin, bahwa pembeli Pecel Bidadari adalah biasanya pelanmggan lama yang ingin mencoba masakan lain selain Rawon Setan. So pelanggan setia yang kembali.... hmmmmm suatu hal yang impresif buat saya. Bolehlah!

Lalu apa ukuran yang bisa saya bisa berikan buat rasa menu masakan Rawon Setan cabang Mbak Endang ini? Saya hanya bisa memberikan 3 bintang saja, dengan rasa dan harganya pun lumayan pantas buat rawon daging sapi yang punya puluhan cabang di Indonesia ini. Ini artinya recommended lah buat para pencinta kuliner tradisional.

Bila Anda tinggal di Cibubur lalu mau pesan atau mampir bisa hubungi (021) 845.99224 Jl. Raya Alternatif Cibubur (depan Toyota) atau di Food Court Cibubur Junction.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger