English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SATE AFRIKA ASLI Jatiwaringin, Nikmati Masakan di Tempat Tersangka Teroris Makan

Minggu, 17 Januari 2010

Pernah Dikunjungi Tersangka Teroris?
Ramai dikunjungi Pelanggan karena Tak Seseram yang Dikira


Bekasi, kelanakuliner.com
Pernah mencoba bagaimana dan dimana seh para tersangka teroris biasa makan? Kayaknya cuma ada di Sate Afrika asli sajalah kita bisa merasakan menu masakan khas ala Osama bin Laden. Saya bahkan berani memastikan, menu Sate Afrika bukan saja jadi menu favorit di benua hitam Afrika saja, tapi sepertinya orang-orang di semenanjung Timur Tengah juga sangat menggemari masakan olahan kambing dengan gaya sate Afrika ini.


Anehnya buat orang-orang yang selalu diidentikkan dengan teroris oleh sebagian orang barat terutama pemerintah Amrik sana, makanan ini tidak menaikkan tekanan darah tinggi bagi mereka. Sebut saja ada berapa banyak seh orang yang sakit jantung di benua hitam dan Timur Tengah bila dibandingkan dengan sebagaian besar orang Indonesia yang tinggal di Sumatera Barat? Perbandingan yang rancu? (Masa bodo... yang penting dipas-pasin aja!)


Intinya adalah Sate Afrika asli Jatiwaringin yang merupakan cabang dari Sate Afrika Tenabang dan dimiliki oleh Haji dari Afrika ini tidak menimbulkan penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi atau jantung karena kadar kolesterol nyaris tidak ada sama sekali. Jadi wajar begitu banyak selebriti yang langsung naksir dan mau berkunjung ke tempat ini. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya foto dan tanda tangan para selebritas di bingkai hiasan pada dinding. Mulai dari Irfan Hakim (bukan hakim gadungan), Ria Irawan, Dina Mariana dan banyak lagi lainnya.


Lalu dimana rahasianya Sate Afrika ini sangat direkomendasikan buat para teroris bom bunuh diri Anda? Ternyata ada di proses pembuatan sate yang tidak menggunakan tusuk bambu ini. Setidaknya yang kelanakuliner ketahui ada 4 proses pemasakan, pertama, daging kambing yang mentah dibakar dengan bara api (bukan Bara Pattiradjawani, karena dia bukan teroris juga... hehe) kemudian setelah itu daging setengah matang hasil bakaran direbus hingga kaldu dari lemaknya keluar semua. Kaldu dibuang, kemudian daging kambing dibakar kembali. Barulah proses ke empat atau yang terakhir, daging kambing yang telah masak itu di panggang dengan sistem oven (masukkan ke dalam panci dan panaskan dengan api sedang, bukan api neraka ya!?)


Sayangnya suasana Timur Tengah tidak bisa dihadirkan dalam desain interiornya, bahkan di sana-sini (ini khusus untuk cabang Sate Afrika Jatiwaringin saja) di dindingnya dihiasi foto dan tanda tangan artis (padahal saya berharap ada tanda tangan Noordin M. Top, Dr. Azhari atau Hambali. Lebih hebat lagi kalau di foto itu ada tanda tangan para calon "pengantin" bom bunuh diri yang mau menunaikan tugas jahat  jihad  terorisme.  Kan pasti orang-orang khususnya para pelanggan mau berebutan makan di Warung Sate Afrika dan merasakan getar energi aura para teroris sebelum mati meledak karena bomnya.

Yang jelas, Anda pasti akan "meledakkan" diri karena saking nikmatnya menghabiskan potongan daging kambing sate Afrika yang begitu lezat. Anda tertarik mau merasakan sensasinya? Hubungi saja sang pemilik Ibu Ade di (021) 9430.1849 atau langsung meluncur ke sana (pastikan tubuh Anda dan kendaraan Anda tidak membawa bom atau kelengkapannya) RM Sate Afrika Jatiwaringin.


Buat Anda yang menggemari masakan Aceh (ingat Anda bisa juga bertemu dengan mantan anggota GAM, para separatis Aceh Darrussalam yang telah bertobat di rumah makan ini. Tapi jangan sekali-kali Anda menegur dan menyapa mereka sambil menyapa "Halo Teroris Aceh!" karena dijamin Anda nggak akan bisa menikmati masakan Aceh sama sekali, tapi malah digiring ke Kantor Polisi karena pelecehan) Maka tersedia beragam menu masakan Aceh yang luar biasa beda rasanya. Mulai dari segala olahan mie goreng, mie rebus khas Aceh hingga nasi goreng khas Aceh. Hmmm serasa kita sedang terbang ke negeri Serambi Mekkah itu.


Anda bisa memesan Nasi Goreng Spesial Aceh atau Mie Goreng Aceh. Dijamin Anda ketagihan dan pasti Anda lebih memilih memisahkan diri dari NKRI daripada makan nasi goreng yang lain. Intinya masalah rasa warung makan ini memang nggak ada duanya. Mereka benar-benar menyajikan rasa yang SANGAT BERBEDA. Jadi di samping Sate Afrikanya yang sehat dan luar biasa AJIIIBBB lezatnya, maka menu masakan lainnya saya hanya bisa mengatakan "Cobalah...!!"

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Bang Dibul: Sate Kambing Muda Spesial

Selasa, 08 Desember 2009

Makannya Sate Kambing Muda
Minumnya Gelas Bengkak


Kalimalang, Pondok Kelapa, kelanakuliner.com
Mencari warung dengan sajian unik dan cuma satu-satunya adalah pekerjaan gue saat kelana kuliner. Kali ini akhirnya ketemu juga pencarian panjang gue justru tepat di depan mata saat berkunjung ke Saung Blessing (kini berganti nama jadi Saung Kuliner). Sebenarnya udah bolak balik gue lihat warung berkonsep "apa adanya" ini, tapi baru bisa sekarang gue tulis tentang makanannya. Terus makanan apa yang berhasil jadi pilihan unik gue dari warung ini? Warung Sate Kambing Muda bermerk Bang Dibul ini yang menggelitik mata gue, mulai dari merknya yang mencolok banget terpasang di pinggiran jalan Kalimalang Plang Saung Blessing - ngeingetin gue sama satu logo merk bumbu masakan terkenal, entah apa -. Sajian Sate Kambing Muda, sudah banyak dijajakan di di daerah Cibubur dan kini mulai ramai di daerah lain khususnya Bekasi.

Namun Sate Bang Dibul milik Arif, lelaki kelahiran 1979 agak berbeda dari sate kiloan yang biasanya menggunakan daging kambing muda ini. Memang awalnya Arif, lelaki jebolan Universitas Trisakti ini mau meniru PSK (bukan arti sebenarnya... hehehehe! maksud gue Paket Sate Kiloan - atau Penggemar Sate Kiloan seh?) yang terkenal di daerah Cibubur. Namun dia mencoba melakukan penambahan atau modifikasi mesin (uups sori!) maksud gue bumbu. Dengan menambahkan madu dan jinten hitam (dikenal di negeri Arab sebagai Habbatussauda, atau Black Seed di Amrik sonoh), maka satenya mempunyai rasa sensasi baru namun tetap lezat. Manisnya madu yang menyehatkan membuat sate kambing mudanya lebih jusi (juicy) dan getirnya (pahitnya) jinten hitam yang mentralisir racun (toxic) serta asam urat yang ada di dalam daging kambing menambah sedap dan nikmat dari Sate Kambing Muda Bang Dibul.

Gue nggak mau berlebihan ngomongnya, tapi cobalah Lu pade bro and sis menikmati sendiri, sate olahan khas Bang Dibul yang cenderung empuk dan lunak, kemudian bumbu-bumbunya yang merupakan campuran Kecap Bango (ya ampun... yang kayak gene ini, termasuk iklan atau promosi nggak seh? Awas aja tuh Unilever kalau nggak ngerespon positif tulisan gue ini gue ganti kecapnya pake merek "A") dan campuran minyak jinten hitam atau yang lebih dikenal dengan nama habbatussauda.

Tapi yang bikin gue makin sebel (hehehehe "seneng betul" coy!) adalah minumannya yang benar-benar "hiperbolic marketing promo" (bukan bold marketing loh! itu tuh, teori marketing "jor-joran"nya si Rhenald Kasali) dengan istilah "GB" alias Gajah Gelas Bengkak. Sekali minum, puas dan mantab (inget pake "b" bukan pake "p" jadi nilainya benar-benar lebih!).


Konsep minuman Gelas Bengkaknya si cowok lumayan ganteng (jangan ah nanti do'i ge-er, disangkain gue suka mau jadiin dia saudara ipar atau mantu lagi, hehe!) botak dan berjenggot ini diambil dari pengalamannya selama ini saat jajan dan minum di tempat favoritnya. "Gue itu kan orangnya suka minum-minum (sekali lagi dalam artian mpo'siti positif), jadi suka nggak puas minum apa gitu tapi gelasnya kurang gede. Padahal gue masih haus," akunya tentang asal usul gelas bengkak di Warung Bang Dibulnya itu. "dan lagi gue kepengen supaya orang yang makan dan minum di tempat gue mendapatkan manfaat dengan berkunjung ke sini. Gue punya moto, 'Minum Jus Buah Gelas Bengkak, Puas, Sehat, Awet Muda' Hehehehe!" ungkapnya cengengesan tapi gue anggap serius aja! Rupanya dia menginginkan bisa memberi manfaat buat para pelanggannya yang dianggapnya sebagai saudara. Kalau mereka puas dan gak perlu harus tambah beli lagi, cukup dengan 1 porsi minum gelas bengkak mereka puas dan "gak perlu tambah" lagi.

Gue sendiri lebih setuju kalau makan Sate Kambing Muda Madunya (bikin gairah muda gue naik bro!) terus dihajar lagi sama Jus Mangga Gelas Bengkak. Bukan cuma puas dan badan jadi panas, tapi kepala mulut serta kerongkongan tetap adem. Harga yang dibandrol sama si cowok berpenampilan apa adanya ini relatif gak mahal, sate kambing mudanya yang berbumbu madu dan habbatussauda cuma Rp.2.500,- per tusuk. Jadi kalau pesan sepuluh tusuk hanya Rp.25.000,- dan minumannya Jus Aneka Buah Gelas Bengkak cuma Rp.6.000,- (gue bilang seh murah banget bro and sis!).

Menu andalan lainnya di tempat yang berlabel "Jajan Nikmat" - Jaminan Makan Enak ini adalah Sate Ayam, Tongseng Kambing Madu, Tongseng Sari Kurma, Nasi Goreng Kambing Jinten Hitam (Si Gobing Jin Item), Nasi Goreng Ayam (Si Goyam Jin Item), Sop Kambing Sari Kurma, Gula Kambing.
Sedangkan minuman khasnya adalah Es Buah, Sop Buah,Es Kelapa, Es Jeruk, Jus Jeruk Sunkist, Jus Alpukat, Jus Mangga, Jus Markissa, Jus Melon, Jus Wortel, Jus Pear, Jus APel, Jus Tomat, Jus Strawberry, Jus Pisang (Sun Pride), Jus Pelangi, Cappucino Mangga, Cappucino Pisang semuanya tersaji dalam ukuran gelas bengkak.

Satu hal lagi yang bakalan bikin elo-elo pade terhibur tapi masih dalam batasan gaya sopannya Arif sang pemilik Bang Dibul, di dinding warung sederhana nya banyak tertempel tulisan-tulisan lucu yang bisa bikin kita tersenyum. Lihat saja motto nya yang unik, Sate Khas Solo (padahal awalnya dia meniru konsep sate kiloan Cibubur, hehehe?) Rasa Tradisional, Kwalitet Internasional, Makanan Juara Indonesia. Belum lagi kutipan-kutipan lucu lainnya yang ada di sana, dan bikin kita geli... makanya cari tahu aja sendiri... Dijamin Kenyang!

Penasaran pengen nyoba? Buruan kunjungi
Pondok Sate Bang dibul Kalimalang
Saung Kuliner (Blessing) Kalimalang
Telp (021) 9305.3505

Jangan salah tafsir membaca judul tulisan ini, maksud kata “kiloan” di sini bukan berarti makan sate berkilo-kilo banyaknya, tapi makan sate dengan terlebih dahulu dagingnya ditimbang sebelum ditusuk-tusuk kemudian dibakar dan disajikan.

Mungkin bagi sebagian besar orang kenyataan itu merupakan hal yang aneh, pada umumnya orang membeli sate ya dalam hitungan tusuk, apa satu kodi, setengah kodi atau berapa sesuai dengan keinginan. Si penjual sate juga menyediakan barang daganganya sudah dalam keadaan siap bakar, artinya daging kambing atau ayam sudah dalam keadaan tertusuk sehingga begitu ada pesanan langsung saja dibakar dan disajikan .

Barangkali satu-satunya menu Sate “kiloan” hanya terdapat di desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini merupakan wilayan Kabupaten Banyumas paling barat, dapat dijangkau melalui Paguyangan di sebelah utara, jika anda dari arah selatan datanglah ke Gumelar melalui Lumbir, jika dari arah timur, bisa melalui Ajibarang Kracak, atau Karang Bawang- Gumelar, bisa juga melalui Pekuncen – Gancang- Gumelar. Semua jalur transportasi itu cukup bagus kecuali yang dari Paguyangan-gumelar, jalur transportasi ini dari dulu hingga sekarang kondisinya parah terus, maklum mungkin karena diperbatasan antara Kabupaten Banyumas dengan dengan Kabupaten Brebes terdapat perkebunan coklat milik PT RUMPUN ANTA”, sehingga Pemda enggan membangun ruas jalan ini .

Siapapun yang datang ke Gumelar belum lengkap jika belum menikmati sate “Kiloan” ini. Para pejabat di Kabupaten Banyumas yang melakukan kunjungan kerja dari dulu pasti selalu disuguhi menu ini oleh pejabat di tingkat kecamatan. Oleh karenanya maka menu sate “kiloan” sangat dikenal oleh para pejabat di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.

Pada dasarnya bumbu sate ini tidak jauh berbeda dengan bumbu sate-sate di daerah lain, tapi karena daging kambing yang dijadikan sate berasal dari kambing muda yang benar-benar sehat dan cara memotongnya juga menggunakan teknik tertentu yang dapat menghilangkan bau khas Kambing serta membuat daging menjadi empuk, makanya sate kambing “kiloan” ala Gumelar memiliki rasa yang khas.

Ingin mencoba ?
Silahkan datang ke Gumelar, silahkan mampir di Warung sate kemudian pesan 2 Ons, setengah  kilo, apa satu kilo. Setelah daging ditimbang sesuai pesanan, tunggu sampai selesai dibakar kemudian disajikan. Sambil menunggu pesanan datang silahkan nikmati Calung Banyumasan

SKS - Sate Kiloan Sechat Jl. Kartini Bekasi

Kamis, 19 November 2009

Nikmati Sate Kambing Muda VS Bebek Pedas Gila!



Bekasi, kelanakulner.com
Menyisiri jalan Kartini yang dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner malam teramai hingga tengah malam, maka beruntung sekali para pengelana seperti saya menemukan tempat makan yang masih tetap buka hingga tengah malam. Tepat di depan hotel Bunga Karang, sebuah rumah makan berkonsep sederhana namun modern masih buka menawarkan makanan khas nusantara seperti sate kambing kiloan dan daging bebek pedas gila.

Penasaran saya melihat spanduk pada plang namanya yang hanya bertuliskan SKS dan diikuti tulisan kecil keterangan yang berarti Sate Kiloan Sechat. Mulanya saya pikir salah tulis, namun setelah bertemu dengan sang pemilik, Bambang Yulianto, akhirnya dijelaskan bahwa Sechat adalah nama orang tuanya, Sechat. Oh gitu toh...

Bambang Yulianto sendiri mengaku bahwa resto sate kambingnya ini baru berdiri baru beberapa bulan, namun saat saya sedang berkunjung makan di RM Nasi Goreng Bakar Mr. Puencheng yang tepat berada di sampingnya, kelanakuliner.com sempat melihat beberapa turis bule yang keluar dari rumah makan sederhana sate kambing itu. Wah, ini baru namanya resto... kalau sampai ada tamu turis asing, artinya banyak sekali kan. Yang jelas karena posisinya tepat di depan hotel Bunga Karang, saya dapat pastikan bahwa kebanyakan pelanggan adalah tamu di hotel kelas melati tersebut.

Bambang Yulianto, lelaki kelahiran Gombong, 28 November 1966 yang berpenampilan awet muda ini memang sedang mencari bentuk konsep rumah makan yang pas. Bila awalnya dia mempunyai teman seorang pemilik dan pengelola RM PSK (Paket Sate Kiloan) terkenal di daerah Cibubur dan Cikeas dimana RI-1 alias presiden pernah berkunjung ke sana, maka Bambang pun berkeinginan untuk mendirikan rumah makan yang serupa di wilayah Kota Bekasi. Bermodalkan dana secukupnya tak lebih dari 10 juta dia memulai usaha kuliner dengan sajian sate kambing kiloan. Malaikat keberuntungan rupanya sedang hadir ke RM makan sate kambing yang diberi nama SKS ini, kebetulan para tamu hotel Bunga Karang yang ada tepat di depan rumah makannya sering keluar malam mencari makan. Rupanya harumnya bau bakaran sate kambing mudanya mengundang mereka untuk datang. Ya wajar saja, sepertinya mungkin sate kambing saja lah yang akrab dan dekat dengan citarasa selera orang bule serta tamu hotel lainnya, sate kambing kan sangat mirip dengan barbeque ala barat, hanya saja daging sate jauh lebih kecil potongannya.

Tapi melihat dan menikmati sate kambing muda di SKS Anda jangan salah kira, karena dalam seporsi sate yang disajikan di SKS hanya disajikan 4 tusuk sate kambing muda yang ukurannya sangat besar dibandingkan sate pada umumnya. Mungkin karena itulah para tamu hotel yang kebetulan orang asing sangat suka dan lebih memilih tempat itu sebagai tempat makan mereka. Pas dengan lidah dan rasanya serta paling dekat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan mereka dan menurut saya ini adalah keberuntungan bagu mas Bambang, ayah dari dua anak ini.

"Sebenarnya saya sendiri sedang mencari konsep makanan yang bisa saya jadikan unggulan di rumah makan sederhana saya ini," akunya kepada kelanakuliner.com "Karena memenuhi beberapa saran dan permintaan pelanggan yang tidak suka dengan masakan sate kambing, maka saya memilih bebek sebagai alternatif buat pelanggan. Kebetulan saya suka sekali dengan masakan khas Madura yang berupa Bebek Panggang atau Goreng dengan bumbu sangat pedas. Itulah sebabnya saya coba kombinasi sajian utama kami dengan Bebek Pedas Gila," ungkapnya sambil menawarkan bebek pedasnya yang benar-benar gila pedasnya.

Bayangkan saja, bahan utama sambel pedasnya adalah setumpuk cabe rawit dan beberapa potong cabe merah. Memang tampilannya merah, tapi rasanya luar biasa pedas buat ukuran saya. Pedasnya Gilaaaaaaaaa! itu komentar saya buat bebek pedasnya itu. --- Padahal mas Bambang adalah asli Gombong, Jawa Tengah namun masalah bumbu sepertinya dia berusaha agar tak kalah dengan racikan khas bumbu Madura maupun Surabaya.--- saya mengacungkan jempol untuk itu.

Lalu bagaimana dengan sate kambing mudanya? Ya belum kelanakuliner coba lah! Ternyata begitu empuk dan rasa lada nya begitu kuat di sanping bumbu kecap manisnya yang gurih. Seolah saya sedang makan steak barbeque ala Amrik lah . Harga per porsinya cuma 15 ribu perak isi 4 tusuk sate yang besar-besar ukurannya. Sedangkan Bebek Pedas Gilanya cuma dipatok Rp. 18.000,- per porsinya sama nasi.

Tapi bila Anda adalah penggemar Sate Kambing Sechat (dimana konsep sehatnya menurut Bambang adalah pengolahan kambing yang diambil lemaknya dan hanya dipilih daging kambing mudanya saja, kemudian baru dipanggan untuk siap disajikan) serta dikombinasi dengan masakan Bebek Pedas Gila, maka saya sarangkan segera luncurkan diri Anda ke Jalan Kartini Raya hingga sampai ke Hotel Bunga Karang Bekasi. Tepat di depan hotel tersebut, maka Anda bisa memarkir kendaraan dengan tempat parkir tak terbatas dan bisa langsung memesan sate kiloan kombinasi dengan bebek pedas gilanya yang benar-benar gila. Untuk reservasi hubungi saja mas Bambang di nomor telepon (021) 9132.5662
Sidik Rizal - kelanakuliner.com

Sate Asli Babakan Mustikasari - Bekasi

Senin, 16 November 2009

Bekasi, kelanakuliner.com
Kita sering menemukan sate di berbagai tempat, tapi pernahkah anda merasakan sate asli daerah tersebut. Di kawasan Babakan Mustikasari, anda sepantasnya tidak melewatkan kesempatan menikmati lezatnya bakar sate ayam maupun kambing, asli bikinan orang setempat ini. Bu Ida, sudah hampir enam tahun menjajakan sate di pertigaan menuju Bojong Menteng ini.

Menariknya, dalam pengolahannya, bu Ida menggunakan arang yang dibuat sendiri dari 6 karung batok kelapa, hanya dihasilkan 1 karung arang kelapa saja. Mungkin rahasia pengolahan sate Bu Ida, salah satunya ada pada arang yang digunakan. Sate yang dihasilkan juga memiliki tingkat kematangan yang pas, tidak terlalu matang, tidak pula terlalu mentah.

Disamping itu, kita juga dapat meminta bumbu kecap maupun kacang, tinggal pilih mana suka untuk dihidangkan. Hmmm, hayo, siapa mau mencoba?

RM Lesehan KAPALAY DUA - Khas Sunda

Sabtu, 14 November 2009

AYO NIKMATI PSK TERPANAS
DI PINGGIRAN KALIMALANG KOTA BEKASI 24 JAM PENUH

PSK (Paket Sate Kiloan), Ikan Tawar Bakar/Goreng, Ikan Laut bakar/Goreng


Bekasi, kelanakuliner.com
Dimanakah Anda bisa menikmati PSK dan tidak dilarang oleh agama manapun? Bahkan orang sekelas presiden SBY pun doyan dengan PSK. Pasti kalimat tadi sangat provokatif terdengar dan tak nyaman. Namun begitulah adanya, bahkan seorang SBY sangat menggemari PSK di daerah Cibubur dekat dengan rumah sang presiden RI ini di Cikeas. PSK di sini artinya bukanlah sekotor apa yang ada di pikiran Anda, namun PSK adalah Paket Sate Kiloan.


Rupanya Paket Sate Kiloan Cibubur yang begitu terkenal di daerah Cibubur ini hingga RI-1 alias presiden kita SBY sangat menyukai masakan daging bakar khas Indonesia ini. Dan kini PSK sudah ada di Kota Bekasi. Tak tanggung-tanggung PSK yang ada di Bekasi ini tersedia panas-panas di pinggiran Kalimalang Bekasi. Hehehehehe....! Memang enak ya ngomongin PSK? Tapi lebih enak lagi kalau kita bisa menikmatinya langsung, PSK panas di RM Lesehan Kapalay dua.

Loh kok pake nama dua di belakang nama restonya itu? Sang pemilik yang sebelumnya sudah mengelola satu resto pendahulu yang diberi nama RM Kapalay ini, pakAsep menjelaskan bahwa nama dua ini ditambahkan agar orang yang sudah jadi pelanggan atau kenal dengan nama RM Kapalay bisa membedakan dengan RM Kapalay dua ini. "Jadi setidaknya mereka tahu bahwa ada dua restoran yang kami miliki," ungkapnya kepada kelanakuliner.com


Kapalay sendiri artinya adalah "hasrat" atau "keinginan" dalam bahasa Sunda (atau sama dengan kahayang, red.), ujar Asep. Pak Asep menugaskan saudara perempuannya Dewi R, SE sebagai penanggung jawab RM Kapalay dua ini, bersama tangan kanannya pak Dadang.

Adapun konsep rumah makan bergaya lesehan dan ditujukan untuk keluarga ini, lebih bernuansa saung Sunda dan dilengkapi dengan live music dengan dangdut organ tunggal dan penyanyi yang memang sengaja didatangkan buat menghibur para tamu. Apalagi jalur jalan raya Kalimalang di kelurahan Pekopen termasuk jalur ramai buat kendaraan umum dan sering kali macan pada saat-saat jam kerja pagi maupun sore hari. Dengan luas tanah nyaris 2000 meter persegi ini, RM Lesehan Kapalay dua mampu menampung setidaknya 500 orang dan lahan parkir yang lumayan luas. Dan uniknya lagi adalah resto ini buka 24 jam.

Pas buat keluarga yang sedang bepergian menuju luar kota atau baru datang dari luar melewati Kota Bekasi via jalur Kalimalang. Sepertinya pasar yang ditangkap oleh rumah makan lesehan ini adalah para pengguna jalan yang datang dari luar kota  maupun pergi ke luar kota dengan mobil. Itulah sebabnya konsep family resto bernuansa saung yang dijadikan acuan. Seperti taglinenya, "Pas untuk Bersantai Bersama Keluarga".

Anda mau tahu menu sajiannya?
SAJIAN UTAMA
1. Nasi / bakul
2. Ayam Bakar, Goreng / potong
3. Paket Sate Kiloan (PSK)
4. Sate / satuan
5. Sop Kambing

IKAN TAWAR BAKAR/GORENG
1. Ikan Mas, Bawal, Patin / kg
2. Ikan Gurame / kg
3. Ikan Gurame Asam Manis / porsi
4. Ikan Nila Merah / kg
5. Ikan Cobek, Pecak / porsi

IKAN LAUT BAKAR/GORENG
1.   Ikan Bawal Laut / 500gr
2.   Ikan Baronang / 500gr
3.   Ikan Kakap / 500gr
4.   Ikan Bandeng Presto / satuan
5.   Ikan Ekor Kuning / kg
6.   Udang Goreng Tepung / porsi
7.   Udang Asem Manis / porsi
8.   Cumi Asam Manis, Goreng Tepung / porsi
9.   Sosis Bandeng / satuan
10. Tahu, Tempe / satuan

SAYURAN
1. Cap cay
2. Kangkung Cah Bakso
3. Kangkung Cah Tauco
4. Kangkung Cah Udang
5. Karedok, Lotek
6. Sayur Asem

MINUMAN
1. Es Kelapa
2. Es Jeruk
3. Es TehManis
4. Es Teh Tawar
5. Aneka Softdrinks (Tehbotol, Fruitea, Frestea, Cocacola, Fanta, Sprite)
6. Soda Susu
7. Aqua Botol, Ades, PrimA
8. Aneka Juice (Alpukat, Jeruk, Melon, Tomat, Jambu)
9. Black Coffee, Kopi Susu, Wedang Jahe

LAIN-LAIN
- Indomie Rebus/Goreng
- Rempeyek
- Rokok

Reservasi (Booking) untuk acara:
- Ulang Tahun
- Pesta Resepsi
- Buka Bersama
- Halal Bil Halal
- Tasyakuran
- Terima Pesanan Catering.




RM Lesehan KAPALAY DUA - Khas Sunda
Pas untuk Bersantai Bersama Keluarga
Jl. Raya Kalimalang (K.H. Noer Ali) km 49
Kp. Pekopen RT. 04/01 Tambun - Bekasi 17511
Hotline
0812.891.4106
0813.870.96433
Layanan SMS
Dewi R, SE. (021) 396.55559
Dadang: (021) 701.44730

Sate dan Sop Kambing Tusias - Pertigaan Pengasinan Jln. Pramuka Rawalumbu Bekasi

Kamis, 22 Oktober 2009

Usaha Kuliner Sate Kolaborasi Usaha Bengkel Motor Tusias

Bekasi, kelanakuliner.com
Pertigaan Pengasinan Pondok Hijau dan Narogong serta Rawalumbu dulu adalah daerah sepi kini menjadi daerah macet lahan usaha para tukang parkir dadakan. Keadaan jalan yang dalam proses perbaikan dan dikerjakan oleh kontraktor dengan biaya dari pemerintah daerah Kota Bekasi ini memang masih sering macet, namun rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di are tersebut. Sebutlah seorang pengusaha bengkel Tusias Motor yang cerdik mengamati lokasi strategis dan membawa hoki ini untuk menjadikannya sebagai tempat usaha kuliner di samping usaha bengkelnya itu. Usaha Sate dan Sop Kambing Tusias yang diserahkan ke anaknya tersebut ternyata kini memiliki banyak pelanggan dan salah satu penyebabnya adalah lokasi yang benar-benar sangat menguntungkan di pertigaan Pengasinan Pondok Hijau Rawalumbu.

Sang putri pengelola bengkel yang bernama Lusi bersuamikan Julianto ini kebetulan sekali suka pekerjaan masak memasak. Sop Kambing Tusias olahnnya memang begitu harum tercium saat saya menemuinya di gerai Sate dan Sop Kambing Tusias. Sebelum saya sadar dan tahu siapa dia, saya sempat berbincang-bincang dengan orangtuanya yang tidak saja mengelola usaha bengkel, tapi juga usaha multilevel marketing yang sedang dirintisnya baru. Setelah sedikit ngobrol dengan orangtuanya, saya agak terganggu dengan bau harum dari sop kambing Tusias.

Sambil mengamati Lusi, ibu dari Kevin usia 3 tahun ini membantu anak buahnya melayani pelanggan, saya pun berfikir mungkin inilah sebenarnya karakter wirausaha Lusi yang mau turun langsung menangani pelanggan. Kesibukannya mengipasi daging sate sepertinya menghilangkan perhatiannya sehingga tak sadar saya sudah nyaris 30 menit menunggunya untuk wawancara.

Setelah selesai melayani pelangganya, akhirnya dia baru bisa menerima saya, dan beberapa menit saya jelaskan niat saya untuk mempromosikan usahanya di blogs kelanakuliner.com. Tak berapa lama setelah wawancara, suaminya, Julianto datang bersama sang putra kecilnya, Kevin dan semakin yakin saya kalau saya pernah bertemu dengan keduanya di bengkel motor, karena motor tua Honda CB 125 saya direparasi di bengkelnya. Satu kebetulan yang menyenangkan, setidaknya saya bisa mendapatkan diskon untuk servis dan reparasi motornya sambil tukeran dengan iklan usaha kuliner mereka.
Kembali ke laptop.... Sate Kambing Tusias yang saya kenal betul wanginya memang agak berbeda dari sajian sate kambing lainnya. Wangi satenya begitu kuat dan sop kambingnya begitu harum, sehingga pertigaan yang sering macet itu setidaknya pastilah mencium wangi harum sop kambing Tusias (untung saja bau harum dan wangi tidak dikenakan pajak atau pungutan biaya... hehehehe!). Sepertinya pertigaan Pengasinan itu benar-benar dibikin jadi tempat macet yang menyenangkan. Setujukah Anda?

Lusi, wanita kelahiran Jakarta 1981 ini menjelaskan usaha kulinernya ini sebenarnya karena orangtuanya yang membuka usaha serupa di Cibubur, dan tampaknya dia ingin belajar dari kesuksesan mereka. Sedangkan suaminya, Julianto, lelaki kelahiran Jakarta tahun 1980 mengelola usaha bengkel mereka.Kalau di siang harinya Julianto lebih sering di bengkel, maka sang istri Lusi kerap di warung sate dan sop kambingnya pada malam hari dan tak jarang mereka makan malam bersama di sana. (Wah enak juga ya, kalau makan malam bersama keluarga nggak perlu belanja atau jajan di lain tempat, cukup berkunjung ke warung sendiri, malah dapat duit setoran lagi... Inilah untungnya orang berwirausaha).

Bila ya dan Anda tertarik ingin mencicipi gurihnya serta lunaknya sate kambing Tusias dan harumnya sop kambing Tusias langsung saja meluncur ke lokasi macetnya pertigaaan Pengasinan, Rawalumbu, Pondok Hijau atau bisa juga telpon dengan Lusi untuk reservasi di nomor esianya (021) 9194.1802
.
Sidik Rizal@kelanakuliner.blogspot.com

Artomoro: Sate Gule Kambing di Grand Mall Bekasi

Sabtu, 08 Agustus 2009


Sate Gule Kambing & Tongseng
Masuk Bekasi Grand Mall

Bekasi, kelanakuliner.com
Adalah seorang PNS wanita, beranak 1, Umi Kulsyum yang tertarik membuka usaha kuliner dengan nama Cafe Artomoro. Penyebabnya adalah karena kakak sudah lebih dahulu membuka usaha kuliner dan mengajaknya, maka wanitaPNS ini pun tertarik dan mulai mencari jenis serta usaha kuliner apa yang cocok dengan dirinya yang kebetulan juga punya hobi memasak ini.

Pengalamannya sebagai seorang staf Dinas Ketenagakerjaan di pemda kabupaten Bekasi membuat dia berani untuk membuka usaha kuliner. Tapi berbeda dengan tempatnya bekerja, dimana dia lebih sering menangani SDM buat pabrik atau perkantoran, dimana ada peraturan daerah yang agak berbeda dengan aturan buat usaha kuliner. Biar begitu tetap saja ia mengikuti aturan yang berlaku, bahkan selain mendapat UMR seperti yang telah ditentukan, karyawannya juga terjamin masalah makan mereka.

Pada intinya adalah usaha kafe Artomoro yang berlokasi di Food Court Bekasi Grand Mall lantai 4 ini sengaja dimulai untuk antisipasi bila nanti ia berhenti jadi pegawai negeri. Keinginan berwirausaha memang sudah sejak lama ingin Umi jalankan, baru saat kakak perempuannya, Kristin yang lebih dahulu membuka Pondok Khas Jawa Tengah, di Bekasi Grand Mall dan BCP.

Umi sendiri pun telah membuka outlet Kafe Artomoro di Giant Pondok Bambu, dan baru kemudian satu outlet lagi di Bekasi Grand Mall berdekatan dengan kafe milik kakaknya. Masalah makana yang disajikan, pada mulanya memang ada kendala, tapi akhirnya dia memilih masakan daging kambing, seperti Sate dan Gule yang kebetulan memang belum ada. Sayangnya untuk minuman ia belum mendapatkan izin dari pihak pemilik mall, karena hanya dibolehkan satu jenis minuman atau makanan yang bisa dijajakan di food court lantai 4 tersebut.

Pilihan olahan menu makanan yang khas Semarang memang sangat banyak mulai dari kota Semarang yang terkenal dengan Wingko Babat dan Lumpia ini. Umi memilih Sate dan Gule Kambing, dengan pertimbangan karena kemudahan pengolahan dan belum ada yang memilih sajian ini di food court ini. Dengan kepiawaiannya memilih daging kambing yang sedikitnya 10 kg setiap harinya dia sediakan. Terkadang bila tak habis, dia memmbiarkan karyawannya untuk menghabiskan makanan yang belum laku terjual untuk dihabiskan atau dibawa pulang, daripada sia-sia dan mubazir. Namun untungnya hal ini jarang terjadi, karena umumnya bahan makanan yang disediakan habis laku terjual, ungkap Umi sambil memanggil anaknya yang berusia 7 tahun dan sedang asyik bermain untuk mendekat.

Lalu apa bedanya masakan Semarang dan Solo untuk menu yang memang sering dijumpai di kedua daerah ini? Menurut Umi, bedanya adlah di sayuran dan rempah pada tongsengnya. Tongseng Semarang jauh lebih kaya sayuran dan bumbu, jadi bukan hanya sekadar bumbu kemiri dan gula merah seperti Tongseng Solo. Karena kekayan rempah dan sayuran inilah yang akan terasa beda bagi penikmat kuliner masakan Jawa Tengah.

Bagaimana dengan sajian Sate dan Gule Kambingnya, Anda lihat saja dan rasakan saja sendiri dan bisa reservasi terlebih dahulu ke telp. (021) 9346.1965

Sidik Kelana Rizal - dobeldobel.com

Warung Sederhana Sate dan Tongseng Pak Budi

Senin, 13 Juli 2009

HARGANYA KELAS BAWAH PELANGGANNYA KELAS ATAS


Jakarta, dobeldobel.com - Kelanakuliner.com
Mencari makanan populer khas Solo seperti Sate Kambing dan Tongseng kini di Jakarta tidaklah sulit. Hampir bisa dipastikan setiap jalan raya besar pasti ada tempat panganan dari bahan daging kambing atau ayam ini bisa kita dapatkan. Tapi permasalahannya adalah bisakah Anda mendapatkan yang mempunyai rasa kelas atas dengan harga kelas bawah?

Ada satu tempat yang memang menawarkan makanan favorit penggemar daging kambing bakar kecil-kecil atau yang dikenal sate dan tongseng ini di bilangan Jakarta Timur maupun Bekasi. Nama tempat tersebut adalah SATE & TONGSENG PAK BUDI.

Jangan salah, Pak Budi bisa jadi akan melayani Anda tanpa ragu bila kebetulan Anda sedang beruntung. Istimewanya adalah bila Anda terbiasa memesan tongseng, maka sama halnya Anda memesan sate. Berapapun banyak porsi tongseng yang Anda pesan, maka jumlah satenya tetap sama hingga kapanpun. Itulah prinsip dasar pak Budi (yang ternyata bernama asli Senen Riyanto), bahwa kejujuran adalah segalanya bagi dirinya melayani pelanggan.

Karena adalah hal yang sangat memalukan, bila ada pelanggan yang memesan Tongseng, kemudian biasanya dia mendapat 5 tusuk daging sate kambing ataupun ayam sesuai dengan selera, tanpa diketahui oleh sang pelanggan jumlah satenya dikurangi 1 jadi 4 tusuk saja. Mungkin sekali dua tidak ketahuan, tapi "efek" tidak berkahnya itulah yang selalu dihindari Senen Riyanto.

Bapak dari anak yang bernama Budi ini yang kemudian akrab dipanggil rekan-rekannya dengan sebutan pak Budi (Bapaknya Budi) memang sejak tahun 1985 telah berjuang keras dan ulet berdagang kaki lima masakan tongseng maupun sate kambing. Dan dari hasil dari kerja keras dan ketekunannya selama lebih dari 24 tahun maka tak perlu heran bila kini pelanggannya selain kebanyakan orang biasa banyak juga yang dari kalangan pejabat tinggi. Taruhlah seperti Sri Mulyani, sang menteri kabinetnya SBY, termasuk SBY sendiri yang juga termasuk PSK (Weittt jangan salah sangka om!... PSK adalah singkatan Penggemar Sate Kiloan... hehehehe unik ya?).

Dulu pun ketika jamannya Presiden Soeharto masih berkuasa, sate dan tongseng pak Budilah yang dipesan jauh-jauh dari Solo untuk disantap pak Harto dan tamu kehormatannya. Terutama Thengkleng buatan pak Budi, yang dulunya mangkal kaki lima di Jl. Penataran.

Kisah perjalannya yang susah sempat diceritakan langsung kepada kelanakuliner.com, bagaimana ia selalu dipandang hina oleh lingkungannya karena berdagang sate, bahkan sempat dia tidak dikasih hutangan rokok oleh tetangganya karena status pekerjaannya. Tapi Senen Riyanto pantang menyerah, dengan semangat dan keinginannya untuk memperbaiki hidup apalagi karena ia menikah muda dan didorong oleh kelahiran anaknya yang pertama dan ia beri nama Budi dari istrinya yang bernama Kanti Rahayu, ia mulai melanjutkan berdagang Sate dan Tongseng dengan bumbu khas Solo.

Bila dulu saat susah dia susah sekali mendapatkan dukungan dan bantuan baik pihak bank maupun siapa saja, maka kini semenjak warung Sate dan Tongsengnya ramai dikunjungi pelanggannya, maka sponsor pabrik Kecap Bango mengajaknya bekerja sama, demikian pula pihak perbankan banyak yang menyodorkan bantuan pinjaman untuk membuka cabang berikutnya.

Saat diwawancarai saja, Senen sempat dihubungi oleh seorang rekannya yang menawarkan tanah untuk dibelinya, namun dengan ramah dia mengatakan bahwa dia sedang mempersiapkan pernikahan anaknya, Budi yang baru saja selesai diwisuda dari Kampus Trisakti dengan meraih gelar Sarjana Akuntansi.

Ada prinsipnya Pak Budi selain kejururan sebagai andalan utama, yakni tentang kualitas makanan dan rasa. Kalau mau berdagang makanan seperti saya dan disukai oleh pelanggan adalah, Berani Enak dan Berani Murah. Maka bisa dipastikan yang belanja akan lebih banyak yang datang. Hal ini bisa dibuktikan banyaknya kunjungan kendaraan roda dua (motor) dan pejalan kaki yang menggunakan kendaraan umum dibandingkan yang bermobil (walaupun terkadang pelanggan yang berkendaraan roda empat membludak).

Kiat saya mudah saja, lebih baik saya memasang harga yang terjangkau oleh mereka yang berkendaraan motor, namun pelayanan dan menu makanan kami bisa juga dinikmati kalangan bermobil. Daripada saya memasang harga tinggi, dan hanya kalangan bermobil saja yang mampu, tapi pengunjungnya sedikit. Percuma dan bisa banyak kehilangan pelanggan baru.

Satu lagi rahasia bumbunya, yakni selalu dia menggunakan kecap Bango, ujarnya berpromosi. Karena rumah makannya yang kini ada 5 tempat ini mungkin hanya yang di Pusat di Jl. Pahlawan Revolusi, depan kantor Pos saja yang didukung penuh bilboard Neon Box Kecap Bango. Dan jangan kaget, selama sebulan sedikitnya pak Budi menggunakan 300 galon Kecap Bango. Pantas saja, Kecap bango tak mau kehilangan pelanggan istimewa seperti Pak Budi.

Itulah sebabnya, Kecap Bango mengajak sang pedagang ulet Sate & Tongseng ini dalam cara Jajanan Bango di Senayan setiap eventnya diselenggarakan. Dan hebatnya lagi, dalam acara Jajanan khas Bango yang dibuka pukul 9.00 pagi, Lapak Tongseng dan Satenya Pak Budi pasti antri dipenuhi pelanggan jauh sebelum jam pembukaan. Pasalnya, mungkin hanya jajanan Sate dan Tongseng Pak Budi yang mematok harga sangat murah tapi para penggemar sate maupun tongseng bisa puas. Perlu dicatat dan ditiru oleh kita bersama, bahwa harga rendah atau BERANI MURAH namun kualitas dan rasa tinggi atau BERANI ENAK, itu saja rahasia sukses kalau mau jadi pengusaha rumah makan yang bakalan ramai pengunjungnya, demikian jelas lelaki berusia 45 ini mengakhiri pertemuan dengan saya. Tak lupa ia memberi saya dua bungkus sate dan tongseng yang saya bawa pulang untuk saya nikmati beserta keluarga.
Sidik Rizal.

Sate & Tongseng Pak BUDI
menerima pesanan Resepsi dan Pesta serta catering perhotelan
Rumah Makan
Pusat:
- Jl. Pahlawan Revolusi, depan Kantor Pos
HP. : 0813.0111.851 / 0813.294.000.46
Telp. (021) 866.02157
Cabang:
- Jl. Pahlawan Revolusi, Apotik Kimia Farma - Telp. 0812.107.97432
- RC Veteran - Bintaroc - Telp. (021) 737.0709
- Jl. HM. Joyo Martono - Bekasi Timur - Telp (021) 883.56668
- Jl. Penataran, Jakarta Pusat - Telp (021) 886.02157
-------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan Terkait dengan Warung Sederhana Sate & Tongseng Pak Budi

Berpetualang di Festival Bangau
sumber: Agustiyanto Blogs

Tanggal 23 Mei yang lalu di kawasan Parkir barat Gelora Bung Karno terdapat festival kuliner yang diselenggarakan oleh kecap bangau. Berbagai Hidangan tersedia disana, dari sate, tongseng, martabak, soto, angkringan, nasi timbel, nasi uduk, nasi goreng dan bahkan es goyang yang turut meramaikan acara tersebut.

Dengan seting tempat berjejer-jejer pengunjung diijinkan memilih hidangan yang memiliki harga yang sama seperti di tempat aslinya, selain itu tersedia meja makan yang diseting untuk bersama-sama.

Pada kesempatan tersebut kami mencoba merasakan Warung Sate & Tongseng sederhana Pak Budi, memiliki rasa enak dan gurih. Daging sangat empuk dan rasa bumbu meresap tajam sehingga pantas kalau harus mengantri panjang untuk menikmati hidangan tersebut.

Jajan Enak di Festival Jajanan Bango
Fotografer -Odilia Winneke

Tanggal 23 Mei-24 Mei lalu, Festival Jajanan Bango untuk kelima kalinya kembali digelar di Jakarta bertempat di Plaza Selatan Gelora Bung Karno. Lebih dari 50 penjual makanan tradisional unggulan dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan festibal yang bertema 'Festival Kelezatan Sepenuh Hati' ini. Apa saja suguhan dari festival ini?

Tongseng disajikan panas dengan nasi putih akan membuat kita kenyang dan puas. Kedepan tentu acara akan lebih seru sehingga sayang apabila di lewatkan begitu saja.

Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi termasuk yang banyak dijejali pembeli. Tongseng diracik lansung di depan pembeli. Demikian juga sate kambingnya yang empuk.

Warung Sate Kambing Muda Barokah

Kamis, 09 Juli 2009

GIGI KAMBINGNYA BELUM KOMPLIT

Bekasi, dobeldobel.com
Melewati stasiun Kereta Api Cakung menuju jalan baru Bintara menembus Kranji, maka tak lebih dari 50 meter ada di sebelah kiri anda akan dengan mudah menjumpai banner besar bertulisan SATE KAMBING MUDA BAROKAH.

Mengudap sate kambing bisa di mana saja. Mau sate kambing muda atau kambing biasa nan empuk mudah didapat di setiap sudut Jakarta. Tapi, kalau Anda ingin ke daerah Bekasi, silakan saja mencoba Sate Kambing Barokah.

Kedai ini terletak di Jalan Harapan Baru Regency, Kota Baru, Bekasi Barat. Kalau Anda bukan warga Bekasi tentu tak gampang untuk mencarinya. Sebagai patokan, cari saja Stasiun Cakung. Tanya orang-orang yang ada di situ, pasti tahu tempat kedai Barokah berada. Ciri yang paling jelas adalah kambing-kambing yang bergelantungan di etalase.
Kedai milik Haji Nur Solehan ini sudah cukup dikenal di kawasan itu. Namun, sekadar saran, bila Anda bermobil dari Jakarta sebaiknya lewat jalan tol. Karena lalu lintas di situ sulit untuk diramal. Kemacetan yang tiba-tiba menghadang malah bisa membuat selera mengudap sate kambing jadi turun.
Nama Barokah mengingatkan kita pada nama warung-warung tegal. Memang, bila Anda wong Tegal, dan berniat bernostalgia dengan sate Tegal, di Barokahlah tempatnya. ”Sate ini khas Tegal,” ujar Mohammad Soleh, anak Haji Nur Solehan yang mendirikan kedai ini sejak 1995.
Sebetulnya, agak susah mendefinisikan sate tegal. Dibandingkan dengan sate lainnya yang ada di Jakarta nyaris tak ada bedanya. Lihat saja, di Barokah tomat adalah salah satu bagian bumbu yang tak terpisahkan. Demikian juga dengan bumbu kecapnya, bukan kacang giling seperti bumbu sate di sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Lepas dari ciri itu, kenyataannya sate Barokah memang laris manis. Setiap hari kedai ini bisa menghabiskan 10 ekor kambing untuk dijadikan sate, sop, dan gulai. Bahkan, di akhir tahun kemarin Barokah panen dengan memotong 14 ekor kambing. Untuk membuktikan, tengok saja kesibukan di Barokah saat menjelang makan siang atau sore hari.
Kambingnya berusia enam sampai delapan bulan
Dari 18 pegawainya, tujuh di antaranya khusus menyiangi kambing. Dua pegawai bertugas memisahkan daging kambing dari tulangnya. Empat pegawai yang lain menjadikan daging berbentuk sate. Dan satu orang sibuk di dekat panggangan. ”Setiap hari kerja mereka ya seperti itu,” ujar Soleh.
Ketika awal berdiri, kedai ini hanya muat 10 pelanggan. Sehari cuma menghabiskan empat ekor kambing. Sekarang sudah ada 10 meja berikut 60-an kursi. Papar Soleh pula, kedai sate milik bapaknya ini menyajikan resep leluhur. Nenek moyang Soleh adalah penjual sate di Tegal. Keahlian itu kemudian ditularkan ke anak keturunannya. ”Resep bumbu sate ini dari kakek saya yang juga penjual sate di Tegal. Sekarang usaha kakek itu diteruskan kakak saya,” papar Soleh.
Kalau kedai lain memesan kambing potong, di Barokah kambing-kambing itu dipotong sendiri. Kebiasaan ini memang pesan leluhur Soleh. Sayang, Soleh tak bisa menjelaskan arti pesan itu. Yang jelas, kambing potong sendiri lebih segar. Setiap kambing yang dipotong pasti terjual. Karena itu, di kandang harus selalu ada persediaan kambing. ”Sehari kita mesti menyiapkan 15 ekor kambing. Sepuluh dipotong pada hari itu, yang lima disisakan,” kata Soleh. Agar tetap segar, 10 kambing itu tak dipotong langsung. Pada pagi hari memotong lima ekor, dan sisanya pada siang atau sore hari. Tergantung kebutuhan.
Usia kambing pun dipilih yang sehat, masih belia, dan bertubuh gemuk. Setiap ada kiriman kambing dari pemasok, Soleh mengkhususkan diri memeriksa satu per satu. Untuk yang tak sesuai dengan kriteria di atas, ia tak segan-segan mengirimkan kembali ke pemiliknya. ”Kalau datang 20 tapi yang bagus 10, maka sisanya saya suruh mengembalikan,” tukasnya ringan.
Menurut Soleh, kambing yang belia itu bisa ditilik dari giginya. Kalau giginya sudah gede-gede, bisa dipastikan dagingnya ulet kalau disate. Jadi, pilihlah kambing yang masih lengkap gigi susunya. Kambing yang begini usianya kira-kira baru enam sampai delapan bulan. ”Istilahnya, giginya belum komplet,” sambung Soleh. Cara mengolahnya sama seperti warung sate lain. Sebelum dibakar, sate itu diperam beberapa saat dalam bumbu yang dibuat dari kecap, bawang, dan tomat. Bumbu itu pula yang dipakai sebagai bumbu untuk sate yang siap disajikan. Tentunya plus sambal ulek bila pelanggan menghendaki rasa pedas.
Rasa sate Barokah memang empuk dan berlemak. Rahasianya terletak pada cara membakarnya: jangan lebih dari 10 menit dan jangan sampai daging terjilat api panggangan. ”Bara api saja sudah cukup membuat sate matang,” ujar Soleh, serius. Di samping itu, membakar sate terlalu lama malah membuat pelanggan jadi bosan menunggu.
Adapun bagian kambing yang lain dijadikan sop atau gulai. Untuk sop, bahan bakunya adalah tulang kambing. Iso atau jeroan kambing, berikut kepala dan kaki, dijadikan bahan baku gulai. ”Sop dan sate ini yang jadi favorit,” ucap Soleh pula.
Harga sate dan supnya pun murah meriah. Dengan duit Rp 15.000, Anda sudah bisa menikmati 10 tusuk sate berikut satu mangkuk sop atau gulai. ”Per sepuluh tusuk sate harganya Rp 10.000, sedangkan sup dan gulai sama, Rp 5.000,” ungkap Soleh lagi.
Sayang, Soleh tidak pernah menghitung, berapa tusuk sate yang dihasilkan dari seekor kambing. Atau, berapa mangkuk sup yang bisa dia jual. ”Walah, enggak pernah ngitung,” kilah Soleh. Tapi dalam sehari tak kurang dua panci sop ukuran superjumbo disiapkan untuk pembelinya; sedangkan gulai cukup satu panci ukuran sedang saja. Dalam sehari, Soleh bisa menghabiskan 40 kg beras, 24 botol kecap, dan 12 kg tomat.
Bumbu sop Barokah juga tak ada yang berbeda dengan bumbu sop yang dipakai pedagang sop yang lain. Bumbu dasarnya merica, garam, dan pala. Setelah digerus halus, bumbu itu kemudian dimasukkan ke dalam panci yang sudah berisi rebusan tulang. ”Direbus agak lama. Biar bumbunya meresap,” kata Soleh. Bumbu yang meresap itulah yang layak untuk dibandingkan dengan sate lain.
Teh Poci Pengiring Sate
Acap kali pengudap sate kambing menjodohkan sate dengan bir. Mitos menyebutkan, perjodohan ini bisa membuat si ujang makin greng. Tapi kalau Anda ingin menjodohkan sate kambing dengan minuman yang lain, tentu tak ada salahnya. Nah, perjodohan yang unik terjadi di kedai sate Barokah milik Haji Nur Solehan.
Barokah yang punya pelanggan tetap seperti artis Hengky Tornando dan Hetty Sandjaja ini punya ciri khas yang sulit ditemui di kedai sate lain. Pengiring bersantap sate atau sop bukan bir atau es teh, tapi teh poci yang khusus didatangkan dari Tegal. ”Ini tradisi orang Tegal,” tutur Soleh. Semula, teh poci itu disiapkan untuk pegawainya, tapi ternyata pelanggan juga suka.o
Warung Sate Kambing Muda Barokah
Haji Nur Solehan
Jl. Harapan Baru Regency, Kota baru, Bekasi Barat, dekat Stasiun Cakung
Telepon: (021) 9346.1965 021 4801617 - HP. (021) 325.800.41
Jam buka 08.30 sampai 22.30

TENGKLENG SOLO BALAPAN YANG PERTAMA DI BEKASI

Selasa, 16 Juni 2009

KULINER KHAS KERATON SOLO
YANG PAS DI KANTONG RAKYAT


Bekasi, kelanakuliner.com (dobeldobel.com)
Pernah nggak terbayang dalam benak anda bahwa bangsa Indonesia dulu pernah dijajah oleh bangsa asing karena hal sepele, yakni bumbu dapur? Istilah kampungnya The Spices atau bahasa Inggrisnya "Rempah-rempah". Kalau sekarang bangsa kita sedang dalam proses penjajahan karena alasan harta kekayaan minyak dan tambangnya, dulu (sesuai kemampuan teknologi dan kebutuhan dasar zaman) maka rempah-rempah lah yang jadi alasan bangsa-bangsa Eropa mau menguasai nusantara. Halah... lupakan saja masalah penjajahan, kini kita ingat saja kekayaan budaya dan sumber alam negeri kita dan bagaimana kita bisa menerima berkah dan karunia itu dan menjaganya buat anak cucu kita (buset... ternyata dalem juga yah?)

Sisa-sisa kebesaran nenek moyang kita, yakni berupa kekayaan rempah-rempah adalah satu kebanggaan yang bisa jadi akan hilang ditelan masa. Contoh kekayaan yang akan dan bisa ditelan zaman adalah kuliner nusantara kita dan keanekaragaman rempah-rempah yang sangat terkenal di dunia semenjak masa nenek moyang kita. Sebagai contoh, adalah kelana kuliner di daerah Solo, yang memang sangat terkenal sebagai gudangnya makanan khas Indonesia.

Anda tentu sudah tahu betapa Solo dikenal nusantara sebagai tempatnya makanan-makanan nikmat pembangkit selera, mulai dari Tongseng Solo, Rawon Iga Solo, Bakso Solo, Sop Buntut Solo, Sate Kambing Solo sampai yang paling mutakhir, Nasi Kucing Solo. Tapi mungkin saya termasuk yang baru pertama kali mendengar makanan khas Solo lainnya, yakni Tengkleng.

Apa seh Tengkleng itu? Adalah pengusaha RM Solo Balapan, Tatagna Budi, menjelaskan kepada dobeldobel.com tentang makanan khas dan unik dari Solo ini. "Tengkleng sesuai dengan pakemnya biasanya terbuat dari tulang-tulang kambing, mulai dari kepala, iga, buntut, punggung, sampai dengan tulang kaki. Dan dimasak seperti layaknya sop, namun dengan bumbu-bumbu rempah yang jumlahnya nyaris 28 jenis."

Mendengar penjelasan itu saja bikin saya geleng-geleng kepala. "Wah bener juga bangsa kita ini kaya akan bumbu rempah dan jago makan.... hehehehe!" Lalu saya pun menanyakan apa keunikan bumbu-bumbu masakan khas Solo, Tengkleng ini dibandingkan dengan soto buntut, soto kaki kambing atau sop kambing daerah lainnya. Suami dari Kristiari ini mengungkapkan, "Ada rempah-rempah yang tak bisa diperoleh di daerah lainnya seperti Jakarta atau Bekasi. Salah satunya misalnya kayu Temoyi!"

Dan karena sang pemilik restoran yang sangat doyan makan ini tidak tahu apa bumbu rahasia dan nama rempahnya ia memanggil istrinya, yang juga bertugas sebagai koki utama restoran Solo Balapan ini, Kistiari yang diklaim suaminya sebagai istri yang jago masak menjelaskan, "Kayu temoyi adalah sejenis rempah berbentuk kayu yang oleh orang awam dianggap seperti kayu biasa. Tapi ia mempunyai aroma khas dan mampu menghilangkan bau amisnya daging dan tulang kambing. Tentunya juga harus ada bumbu-bumbu yang lain sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas Tengkleng."

Tatagna juga menambahkan, bahwa banyak orang yang membuat Tengkleng serupa tapi rasanya jauh berbeda dengan Tengkleng buatannya, bahkan dengan bercanda ia bilang, "Mungkin yang mereka buat itu ya menu Tengkleng-tengklengan... Dan itu bukan kata saya saja tapi juga beberapa pelanggan yang mencobanya di luar kemudian menceritakannya kepada saya setelah mereka bandingkan dengan Tengkleng di RM Solo Balapan ini."

Jangan heran kalau pengunjung RM Solo Balapan ini adalah memang orang-orang yang sudah tahu apa itu Tengkleng, dan Tatagna, yang kerap dipanggil mas Tatag ini, mengungkapkan bahwa kebanyakan para pengunjungnya adalah orang-orang jauh yang datangnya bukan dari Bekasi saja, bahkan sampai orang Tangerang di ujung Jawa Barat pernah datang dan begitu lewat rumah makan Solo Balapan miliknya mengkhususkan diri untuk mencicipi Tengkleng.

Ada kisah menarik tentang Tengkleng yang kini jadi makanan rakyat ini. Dulunya memang Tengkleng adalah makanan sop khas para bangsawan Keraton Solo, hingga pernah satu ketika, di tahun 1980-an saat itu Mas Tatag masih SMA. Di masa itu Presiden Soeharto masih berkuasa, pernah menjamu tamu-tamu penting dan pejabat negara untuk menikmati Tengkleng di Anyer. Dan secara khusus, Tengkleng dimasak di Solo kemudian diterbangkan dengan pesawat khusus untuk bisa disajikan panas-panas buat para tamu-tamunya pak Harto. Huaduh dari sini saja saya sudah bisa ambil kesimpulan.

Ya, bahwa Tengkleng memang ternyata adalah makanan para bangsawan dan pejabat tinggi yang hanya bisa dibuat dengan bumbu rempah-rempah yang adanya di Solo saja. Jadi jelas berbeda dan tak akan sama masalah rasanya dibandingkan dengan sop kambing, soto kaki ataupun masakan sop tulang dari daerah lain. Campuran rasanya yang khas antara, gurih, asam, sedikit manis, bau amis yang hilang dan tenggelam dalam wanginya rempah serta butiran-butiran cabe rawit pastinya akan membuat anda berkeringat dan berdecak nikmat karena begitu lezat dan empuknya daging kambing yang berasal dari tulang-tulang itu.

Ada istilah makan yang aneh dari menu Tengkleng ini adalah "menggeragoti" daging-daging yang ada di tulang-tulang kambing ini. Di Solo sendiri dobeldobel.com mendapati bahwa makanan khas Solo ini bisa jadi rebutan di dagangan kaki lima daerah wisata Solo. Tulang-tulangnya pun mulai dari tulang tengkorak kambing, iga, tulang punggung, tulang buntut, tulang kaki. Huffff, pastinya anda akan ketagihan. Karena begitu saya menikmati bersama anak saya, Lulu Ammantsura, kami sampai berkeringat dan mengeluarkan nafas berat karena saking pedas dan lezatnya masakan ini. Jangan kuatir kalo daging-daging di sela-sela tulang ini keras atau alot, karena sebelum disajikan, mas Tatag ceritakan bahwa potongan-potongan tulang daging ini dipresto dulu, sehingga sudah bisa diketahui betapa empuknya saat dikunyahnya.

Walaupun Tengkleng dikenal sebagai makanan untuk kalangan atas, tapi masalah harga per porsinya yang bisa dinikmati untuk dua orang ini bisa didapat dengan harga relatif tidak mahal, hanya Rp. 18.000,- Dan anda tidak saja bisa menikmati Tengkleng Solo ini, ada makanan khas lainnya seperti, Tongseng, Rawon Iga, Sate Kambing dan Sup Buntut. Dan luarbiasanya di depan restoran ini ada penganan ringan Nasi Kucing Solo, walaupun bukan miliknya, namun menambah khazanah keanekaragaman makanan khas dari Solo. Satu strategi marketing yang cukup efektif.

Bila anda mau dan timbul selera untuk menikmati makanan khas Solo, Tengkleng yang tak akan anda jumpai di Jabodetabek, kecuali di Bekasi ini, anda bisa:
reservasi di no. 021.9664.3471 atau 0811136395.

Atau datang langsung ke alamat ini, RM Solo Balapan Jl. Bintara Raya No. 1 K, Bekasi Barat.

Sidik Kelana Rizal

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger