English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Warung Soto Suroboyo: Gorengan Kambing Betawinya Nantangin!

Senin, 21 Desember 2009

Bertarungnya Menu Surabaya dan Betawi oleh Satu Dalang




Bekasi, kelanakuliner.com
Menyisiri jalan baru Bintara, yang kini menjadi pilihan utama buat mereka yang harus melewati jalan I Gusti Ngurah Rai menuju pusat kota Bekasi, maka kita akan menemui hanya beberapa rumah makan besar dan warung kecil yang ada di sebelah kanan-kiri jalan. Buat mereka yang hendak berangkat kerja dari Kota Bekasi (tepatnya dari arah Stasiun Kranji Bekasi), mungkin memerlukan jajanan buat sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Sepertinya, hanya jalan tembusan I Gustri Ngurah Rai inilah tempat mereka bisa mencari sarapan pagi. Bila Anda termasuk yang menggemari masakan soto atau sop, maka Warung Soto Suroboyo bisa dijadikan alternatif buat sarapan pagi Anda. Warung Soto Suroboyo yang buka mulai dari jam 09.00 s/d 17.00 ini akan menyajikan makanan khas soto sulung asli Jawa Timuran dengan segala keunikannya.


Soto Ayam Suroboyo milik ibu Yati ini, sebenarnya bermula dari sang suami yang ketika masih bekerja di Garuda dan menjelang pensiunannya, mendapatkan seminar kewirausahaan dari tokoh kuliner, Dr. Wahyu Saidi. Dari sanalah ia membeli merk waralaba terkenal milik sang Doktor Bakmi itu, dengan merk Soto Sulung H. Wasdi. Kemudian usaha tersebut dijalankan oleh istrinya, yang juga mantan karyawan di Kopkar Garuda Indonesia. Sang Istri, ibu Yati, wanita asli betawi kelahiran 10 Agustus 1968 ini kebetulan sekali hobi memasak. Maka pengelolaan Soto Sulungnya ditangani oleh sang istri.

Namun sayang setelah jalan beberapa tahun, penyediaan bahan baku bumbu terhambat karena alasan pindahnya lokasi. Mau tak mau ibu Yati, ibu dari 5 orang anak ini, mencoba menemukan sendiri resep rahasia bumbu Soto Sulung dan Soto Suroboyo. Dan dari beberapa kenalan serta internet, ia mendapatkan rahasia bumbu kaldu soto Suroboyonya yang menggunakan daging bandeng presto yang dihancurkan ke dalam kuah soto khas Jawa Timurnya ini.


Setelah yakin dengan bumbu-bumbu yang berhasil dia temukan rahasianya, seperti bumbu koya yang dia racik dari kerupuk udang ditumbuk halus ditambah beberpa empah rahasia tertentu, dan daging ayamnya yang dibelinya dalam dua jenis bentuk, seperti daging ayam yang berwarna coklat dan yang berwarna putih. (Semula saya pikir itu adalah potongan daging sapi, karena teksturnya mirip dengan daging sapi, tapi rasanya memang susah dibedakan dengan daging ayam).

GORENGAN KHAS BETAWI


Untuk meningkatkan pelayanan, Ibu Yati mencoba menawarkan produk unggulan lainnya, berupa Goreng Kambing Betawi. Goreng Kambing khas ala Betawi ini kini sangat sulit dijumpai di Jakarta, tapi dia mengakui bahwa sajian ini ternyata sangat diminati oleh beberapa pelanggannya. Terutama pada saat lebaran idul qurban lalu. Dengan mencampur bumbu kecap, bawang putih dan bawang merah beserta jahe dan lada dan supaya mempunyai rasa pedas yang kuat, ditambah potongan cabe rawit merah dan sedikit ditambah jinten hitam sehingga menambah pedas dan getir khasnya makanan Timur Tengah. Kemudian bumbu yang dicampur itu akan dituangkan ke atas rebusan daging kambing muda, yang kemudian akan ditumis secara bersamaan. Jadilah sajian khas ala Betawi, Gorengan Kambing Betawi asli. Sajian ini kan lebih nikmat bila disajikan dengan potongan lontong atau ketupat. Sebagai essertnya, biasanyaGorengan Kambing betawi ini dihiasi dengn acar nanas dan mentimun yang segar. Wah, pas banget dan membuat rasanya semakin mantap.

Anda tertarik mencoba Gorengan Kambing Betawi dan Soto Suroboyo di satu tempat? Silakan kunjungi Warung Soto Suroboyo Bu Yati dan Goreng Kambing Betawi di Terusan Jalan I Gusti Ngurah Rai, tak jauh (200 meter) dari Stasiun KA Cakung menuju Kranji, atau hubungi telepon untuk reservasi di nomor (021) 969.74925 dengan Ibu Yati.
Sidik Rizal - dobeldobel.com

Soto Lamongan Etan Kelapa Gading

Minggu, 20 Desember 2009

Beda Dari Yang Biasanya, Jauh Lebih Kental dan Lebih Berani


Kelapa Gading, kelanakuliner.com
Setelah menikmati Roti Bakar khas Ropita Aneka Rasa, kelanakuliner.com kembali menyusuri jalan utama Kelapa Gading dan akhirnya menemukan Soto Lamongan Etan. Etan sendiri menurut sang pengelolanya, Roy berarti Enak Tenan. "Biar gampang diingat ya sudah kami jadikan singkatan 'Etan' alias Enak Tenan" ungkap Roy sambil menawarkan sajian khas Lamongan kepada kelanakuliner untuk dicoba.


Pada mulanya saya menganggap, pastilah Soto Ayam Lamongan tak beda jauh daripada yang biasa saya nikmati, tapi ternyata, Soto Lamongan yang dikelola Roy ini sedikit berbeda, terutama, karena tambahan kaldu khusus dan koyanya yang membuat sotonya jauh lebih kental dibandingkan Soto Lamongan yang biasa saya kenal dan nikmati. Tapi justru di sinilah uniknya Soto lamongan Etan, apalagi rasanya lebih kuat dengan bumbu yang lebih berani. Akhirnya saya jadi ingat seorang kolega saya yang membuat program wisata kuliner di televisi dimana dia sering sekali mengatakan, bahwa "Dimana-mana yang asli jelas pasti enak!" Tapi ternyata hal itu tidak tepat. Malah saya berani mengatakan, "Yang asli diberi sedikit inovasi, jelas jauh lebih  nikmat!" untuk sajian khas Lamongan yang sudah keluar dari pakemnya ini.


Menurut pak Roy, sengaja Soto Lamongan Etan disajikan seperti itu agar sesuai dengan lidah orang-orang Jakarta. Soto Lamongan yang lebih mirip dengan Soto Betawi ini memang sengaja dibuat sedikit lebih berkaldu dan kental, tapi bumbu dasarnya masih seperti aslinya  dari Lamongan, ujar Roy kepada kelanakuliner.com. Harga yang patok pun masih terbilang terjangkau, cuma dengan Rp.7.000,- pelanggan bisa menikmati semangkuk soto lamongan plus nasi putih. Istimewanya adalah koya yang terbuat dari krupuk udang yang digepuk hingga halus, ternyata nmasih ditambah beberapa rempah-rempah lainnya yang membuat koyanya bisa dikudap oleh para pelanggan sambil menunggu sajian dihidangkan.

Namun tak nikmat rasanya bila makanan panas ini tidak ditemani minuman dingin. Teh asli poci yang kebetulan waralaba teh hijau juga bisa dipesan di tempat ini. Dan itu semakin manambah nikmatnya santapan Anda.

Anda tertarik ingin menikmati Soto Lamongan "Etan" yang lebih nyamleng dan lebih "manteb" diban ingkan yang biasanya? Kunjungi saja Soto Lamongan Etan di bilangan jalan Kelapa Gading dekat SMA Negeri 45 Jakarta Utara.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Ceker Presto Soto Boyolali Kios Duta Permai Bekasi

Senin, 07 Desember 2009

Hanya di Sini Tempatnya Menu Ceker
Jadi Masakan Selera Bos Seharga Anak Kos


Bekasi, kelanakuliner.com
Sekali lagi menyisiri Kalimalang dan pas berhenti di kampus Universitas Gunadharma, maka cobalah untuk masuk ke ruko-ruko sekitar 100 meter dari kampus Gundar ke arah Metmall, Kalimalng. Di dalam sana Anda akan jumpai banyak sajian warung yang harganya memang benar-benar harga mahasiswa. Satu tempat tradisional, yakni Soto Boyolali yang menyajikan makanan inovasi sang pemilik. Pak Sarmidi Kartono sang pensiunan RS Husada baru saja membuka warung ini tak lebih dari 1 tahun, semenjak pensiunnya Januari 2009. Dengan bermodalkan uang pensiun dan keahliannya memasak serta kesukaannya berwisata kuliner membuat dia memilih Soto Boyolali sebagai merk usaha dagangnya.


Namun baru setelah beberapa bulan berjalan, dia mendapatkan menu andalannya, yakni Ceker Presto, di samping sajiannya yang utama Soto Ayam dan Soto Daging Boyolali. Kalau biasanya dengan Soto Boyolali dia melihat banyak sekali sajian sejenis walau dari daerah lain, akhirnya pilihannya jatuh kepada ceker. Sarmidi melihat bahwa ceker sama sekali belum disentuh oleh para pedagang di sekitar Ruko Duta Permai dekat kampus Gunadharma itu.


Sarmidi Kartono, lelaki kelahiran Solo 20 Juni 1958 ini mengatakan, "Apalagi modal bahan bakunya yang relatif murah, hanya membeli ceker paketan yang dijual di supermarket", kemudian pak Tono panggilan akrabnya itu, memasaknya dengan teknik presto. Pak Tono yang ditemani istrinya Tri Widayati dalam berdagang menjelaskan, "Karena proses masak presto itu, maka daging di kaki ayam itu jadi empuk, tapi tulangnya tetap keras, sehingga saat seseorang menyedot dan menyerupun sumsum dari ceker itu, terasa lunak dan sensasional". Apalagi bumbu olahannya saya memperkirakan adalah saus tiram, lada hitam dan ditaburi kecap manis Bango, imbuhnya.


Saya sendiri sambil menikmati hidangannya, mengamati irisan tomat dan kentang stick serta setengah potong telor rebus dan daun seledri di piring dan mangkok saya, sehingga tampilan itu membuat sajian ceker yang sederhana ini menjadi mewah dan mengundang selera. Belum lagi kandungan gizinya yang menyehatkan otak serta sebagai bahan pokok nutrisi otak. Saya sangat menyukai masakan pak Tono ini. Skor 9 untuk skala 1 s/d 10.


Masalah rasa.... Ya luar biasa. Saya termasuk orang yang kurang begitu suka dengan ceker ayam, tapi olahan pak Sarmidi ini memang luar biasa istimewa bagi saya. Rasa lembut kulit ceker dan gurihnya bagaikan putih telur ayam, belum lagi potongan kentang stick yang membuat saya tambah berselra. Makan Ceker Presto jadi lebih mengenyangkan dengan sepiring nasi munjung yang lumayan banyak. Pak Sarmidi, lelaki yang mempunyai hobi fotografi ini memang sengaja membanyakkan porsi nasinya, karena umumnya para pembelinya adalah mahasiswa, seperti halnya anaknya yang masih kuliah. Jangan ehran bila omzetnya sehari dia sedikitnya bisa menjual 30 porsi.


Anda tertarik mengunjungi Ceker Presto Soto Boyolali yang harganya pun cukup terjangkau, cuma Rp.6.000,- per porsinya. Warung ini buka dari jam 07.30 s/d 17.00 dengan kapasitas duduk sekitar 10 orang. Anda bisa dine in atau take away dengan menu makanan utama lainnya adalah Soto Ayam Rp.7.000,- dan Soto Daging Rp.8.000,- khas Boyolali. Reservasi silahkan hubungi telp (021) 7146.5501 dengan pak Sarmidi Kartono. Atau kunjungi Kios Komplek Ruko Duta Permai, No.35 -36 Jl. KH. Noer Ali Samping Kampus Universitas Gunadharma, Bekasi 17145

SOTO KUDUS SIMPANG 7 Rawalumbu Bekasi

Kamis, 29 Oktober 2009

SEHATNYA SOTO KUDUS ASLI MENYEGARKAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Berjalan bersama beberapa teman ke satu sudut di jalan raya Pramuka Rawalumbu Bekasi, kami saya pilih satu tempat makan yang sebelumnya memang sudah lama saya incar karena alasan ciri khas etnisnya. Soto Kudus Simpang Tujuh di pojokan Ruko Kawu Jaya, Jl. Pramuka Raya Rawalumbu seolah mengundang kami untuk mampir menuju ke dalamnya dan menikmati suasana klasik sekaligus etnis jawa tengahan yang begitu kental.


Kudus sebagai kota kretek alias rokok juga dikenal dengan penganan khasnya berupa soto ayam yang biasanya disajikan dalam mangkuk kecil bercampur dengan nasi. Hmmmm, baru melihatnya saja selera dan air liur  membanjir sudah mau menetes.

Usaha yang dikelola oleh pasangan suami istri Hanes Hendri dan Ana Noor W ini baru dibuka sejak tahun 11.00 wib dan tutup hingga jam 19.00. Sajian utama yang diunggulkan di Soto Kudus Simpang Tujuh lebih ditujukan buat mereka yang memang memperhatikan kesehatan. Hal ini bisa dibuktikan setelah saya mencoba seporsi Soto Kudusnya, langsung berkeringat. Tak sulit menggambarkan Soto Kudus dalam tiga kata, "Luar Biasa Segar!". Halah!! biasanya juga setiap orang berkeringat setelah makan... hehehe kenyataanya adalah saya berkeringat sekaligus kenyang!

"Rasa gurihnya itu diambil dari kaldu ayam, dan kami menggunakan Masako," ujar ibu Ana tanpa bermaksud promosi.Wah kalau saya jadi dia, mungkin saya sudah menghubungi perusahaan penyedap masakan itu sebagai sponsor utama rumah makan sederhana ini. Rumah makan yang didesain dengan gaya klasik dan kental kesan etnisnya ini, mempunyai sedikitnya 6 meja dengan 4 kursi masing-masing. Lahan parkir di halaman ruko yang lumayan, membuatnya jadi tempat makan siang dan malam yang pas buat mereka yang tinggal di wilayah Rawalumbu. Namun sepertinya, Ana dan suaminya, Hendri sedang persiapkan strategi meraih mereka yang tinggal di luar wilayah perumahan sekitar Rawalumbu, sekaligus mereka yang sering lalu lalang di depan warung makan mereka itu.

Hanes Hendri, yang masih bekerja di sebuah perusahaan operator telepon selular besar ini,  sepertinya memang sedang persiapkan diri untuk berwirausaha bila kelak pensiun nanti. Lelaki murah senyum dan berpenampilan menarik ini juga menginginkan usaha Warung Soto Kudus Simpang Tujuh ini bisa dijadikan sebagai tempat menikmati kuliner asli khas daerah, dan ini sangat bisa dikembangkan di wilayah Kota Bekasi, ungkap ayah dari 2 anak ini kepada kelanakuliner.com. Dia pun menambahkan bahwa bila jajanan khas daerah Kudus ini bisa berkembang nanti tak mustahil dirinya akan mempersiapkan konsep waralaba untuk pengembangannya, ujarnya berharap.

Bila Anda memang benar berkeinginan dengan selera asli Kudus dan mau menikmati jajanan seperti sate kerang serta jajajan khas Kudus lainnya yang asli adanya di Simpang Tujuh Alun-Alun Kudus, tentunya akan tahu betul, bahwa ikon umum untuk kotanya Sunan Kudus dan Sunan Bonang ini mempunyai makanan khas Soto Kudus Asli seperti yang disajikan di warung yang asri dan resik ini.





Tertarik? Hubungi saja nomor telepon berikut ini
0811.888.199 atau (021) 8243.1188

Bisa langsung berkunjung ke ujung barat Ruko Kawu, jalan Pramuka, Rawalumbu dan perhatikan nama logo jaminan aslinya SOTO KUDUS SIMPANG TUJUH. Selamat berkunjung dan menikmati kesegaran yang menyehatkan dari Kudus.
SidikRizal - dobeldobel.com 

Soto Kudus Simpang 7

Bahan:
1 ekor ayam
1500 ml air
3 lbr daun salam

Bumbu halus:
8 bawang merah
4 bawang putih
4 kemiri, disangan
1 cm kunyit
1 cm jahe
1/2 sdt merica bulat
garam
gula pasir

Pelengkap:
bawang merah goreng
bawang putih goreng
seledri
toge

Sambal, haluskan:
10 cabe rawit
50 ml kecap manis
1 sdt air jeruk nipis
1 sdm bawang putih goreng

Cara membuat:
Rendam ayam dengan air jeruk nipis terlebih dahulu, kurleb 15 mnt. Cuci, tiriskan. Rebus ayam bersama garam hingga empuk, angkat. Kemudian goreng, suwir2. Tumis bumbu halus bersama daun salam hingga harum, kemudian masukkan kedalam kaldu. Cicipi rasanya. Susun pelengkap didalam mangkuk saji, kemudian tuangi kaldu yang telah mendidih. Hidangkan.(dari berbagai sumber)

IN RACHSY, Nabila Cafe & Resto dibuka di Rawalumbu Bekasi

Rabu, 28 Oktober 2009

Selama masa promo soft opening
Bawalah printout tulisan webblogs ini dan
dapatkan diskon hingga 20% dan gratis 1 scoop Ice Cream



Bekasi, kelanakuliner.com
Kini jalan Pramuka semakin ramai saja dengan wisata kuliner. Banyaknya tempat jajanan di sepanjang jalan Pramuka hingga Jembatan Kosong terus ke perumahan Rawalumbu sampai Jembatan 14 mempunyai nuansa tersendiri bagi warga Bekasi yang selalu melewati jalan tersebut.

Mulai dari makanan ala tradisional nusantara hingga ala luar negeri ada di sepanjang jalan Pramuka ini. Sebutlah sebuah tempat baru seperti cafe dan resto yang menyajikan makanan ala Eropa atau western kini hadir dengan konsep minimalis dan dikombinasikan dengan salon kecantikan dan klinik spa yang berlabel iNrachsy, Nabila Cafe & Resto. Di tempat yang bernuansa warna merah ini juga menyajikan menu Japanese, Chinese dan Indonesian Cuisine pastinya.

iNrachsym Nabila Cafe and Resto sendiri didirikan setelah usaha salon dan klinik kecantikannya sukses lebih dahulu ujar pasangan suami istri H. Heru Syam dan Hj. Nani. H. Heru sendiri membeberkan bahwa usahanya ini memang ditujukan buat anak-anak mereka kelak, "Bagi anak-anak saya, mereka bisa memulai hidup ini dari angka enam. Kalau kami memulai usaha ini dari nol, maka biarlah mereka nantinya mulai dari enam," jelasnya berfilosofi. Saya pun sangat menyetujui filosofinya yang dalam dan penuh hikmah itu, seperti kisahnya kepada saya tentang betapa banyaknya hikmah pelajaran dari perjalanan hidupnya terutama sekali baru dia mengerti maksud dan alasannya mengapa Tuhan memberikan kepada dirinya dan keluarganya saat dia pergi haji ke tanah suci. Karena perjalanan agung ke Mekkah itulah, akhirnya dia berkongsi dengan teman-temannya membuka usaha perjalanan ibadah umroh dan haji plus.

"Sedikitnya ada 4 peristiwa yang menurut saya penuh dengan keajaiban yang saya alami ketika di Masjidil haram dan Masjid Nabawi," ungkapnya mengenang perjalanan ibadah yang akhirnya mengubah perjalanan hidup dan pandangannya kepada kehidupan. Mulai dari menolong seorang perempuan tua dengan membawakan tas berat yang tak dirasakannya. Kemudian pada saat boarding pass barang-barang cargo bawaannya di bandara King Abdul Aziz saat pulang, dirinya mendapatkan kemudahan dan tak ada hambatan, sekalipun bawaannya itu masuk kategori "over weight", sementara teman-teman jama'ah haji lainnya yang tidak terlalu berlebihan bawaannya malah mendapat kesulitan untuk bisa lolos seklipun mereka mau membayar biaya kelebihan barang bawaan itu. Dan banyak lagi peristiwa aneh penuh hikmah ketika thowaf mengitari Ka'bah dimana dia bertemu lelaki tua yang membantunya membimbing do'a setelah itu dia memberikan shodaqoh kepadanya, entah bagaimana lelaki itu hilang  entah kemana dalam sekejap walaupun ia sudah cari tengok kemana-mana. "Masih banyak lagi peristiwa aneh yang sangat berbekas," ujarnya dan kemudian dia menceritakan semua peristiwa itu kepada saya sambil tak lupa memesankan karyawannya untuk membungkus pesanan Chicken Cordon Bleu untuk saya bawa pulang. (Hmmm yummmy!)


iNrachsy, NABILA CAFE & RESTO
Tempat yang nyaman dan representatif buat bersantai dengan teman atau keluarga ini terletak tepat di depan sebuah rumah sakit keluarga. Di cafe yang dikelola Hj. Nani yang juga pengusaha salon dan klinik kecantikan Nabila Beauty Care Clinic di daerah Narogong ini, sebenarnya sudah lama hendak dibangun di pinggir jalan raya depan RS Hosana Medika, ungkap H. Heru Syam kepada kelanakuliner.com. Lelaki  berusia 47 tahun berwajah tampan ini juga penyelenggara perjalanan Umrah dan Haji Plus dengan nama PT. Arminareka Perdana.


Menu apa saja yang disajikan dalam masa promosi di iNrachsy Nabila Cafe & Resto? Pada masa promosi menu sajian western, Japanese, Chinese dan Nusantara sudah siap untuk dinikmati di cafe yang luasnya sedikitnya 400 meter persegi dengan lahan parkir sekitar 3 mobil dan memanfaatkan para pengunjung RS yang ada di depannya. Sepertinya H. Heru Syam dan sang istri, Hj Nina ingin sekali mengembangkan satu usaha yang terpadu dan berhubungan dengan keahlian mereka di bidang usaha klinik kesehatan & kecantikan dan juga bisa diwariskan kepada semua anak mereka. Mulai dari sang anak pertama, Ineke yang lebih cenderung mempunyai keahlian di bidang marketing public relation, dimana ia sering sekali mempromosikan usaha kafe dan kliniknya ke teman-teman sekolahnya. Kemudian juga anak lelaki mereka Iqbal yang mempunyai cita-cita menjadi dokter ini setelah melihat semua usaha dan kegiatan harian ayah bundanya di bidang klinik kesehatan. Dan yang terakhir adalah Nabila yang juga mempunyai hobi mirip dengan kakak perempuannya ditambah kebisaannya dan hobinya di bidang seni desain. Sepertinya keluarga Hj. Nina dan H. Heru Syam ini sudah lengkap manajemen keluarganya dan tinggal apakah bisa mereka melanjutkan usaha keluarga itu hingga ke anak cucu mereka.


Bila kita bicara manajemen usaha, maka kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha sebagai bagian dari marketing mix (bauran pemasaran). Kebetulan kafe keluarga ini terletak tepat di depan rumah sakit  yang kategori kelas menengah atas, maka format dan konsep usaha kulinernya pun dibuat sedemikian rupa mampu memenuhi selera segmen pasar tersebut ditambah nilai plus lainnya. Hal ini bisa dilihat dari sajian utamanya yang bernuansa internasional tapi dengan harga sangat atraktif dan kompetitif, seperti:
- Chicken Gordon Bleu Rp. 13.000,-
- Chicken Crispy Steak Rp. 10.000,-
- Beef Burger Rp. 6.000,-
- Spaghetti Rp. 11.000,-
Buat  penggemar masakan Nusantara dan Chinese Cuisine, Anda bisa pesan Mie Ayam Jamur Rp. 10.000,- atau Nasi Goreng iNrachsy Rp. 13.000,- Untuk minuman aneka jusnya Anda bisa memesan segala jenis buah dan cukup merogoh kocek sebesar Rp. 7.000,- demikian ujar Hj. Nina, wanita yang mempunyai bakat alami mampu mencecah sebuah resep masakan hanya dengan membawa pulang makanan di resto yang dikunjunginya bersama keluarga dan mencicipinya di rumah. Wajar saja saat Hj. Nina yang bernama asli Ida ini bersama anak-anaknya dan suami berwisata kuliner di satu resto favorit mereka, maka dapat dipastikan mereka akan memesan seporsi makanan untuk dibawa pulang dan dicoba untuk bisa dibuat sendiri di rumah, "Biasanya, saya bisa membuat menu masakan tersebut setelah mencoba beberapa kali dan akhirnya dijadikan sebagai menu sajian di kafe kami," ungkapnya meyakinkan.


Itulah sebabnya saya jadi penasaran untuk membawa satu porsi masakan khas menu rahasia dari Hj. Nina dan setelah tiba di rumah saya mencoba sajian utama kegemaran keluarga H.Heru Syam, yakni Chicken Gordon Bleu, masakan khas Eropa ini memang terbilang murah bila dibandingkan masakan khas hotel-hotel yang harganya bisa 3 hingga 4 x lipat. Namun begitu, masalah rasa saya bisa memberikan acungan jempol, apalagi saus coklatnya yang pas dan begitu juicy di lidah saya. Buat Anda yang ingin merasakan olahan ayam digulung tepung dan berlapis dengan keju yang dinikmati bersama potongan kentang goreng serta waortel dan sawi hijau, wortel dan buncis lalu dituang saus coklatnya gurih lezat dan lumayan mantap, segera meluncur ke iNrachsy, Nabila Cafe & Resto, Rawalumbu. Saya jamin maknyosss! 


Tertarik mau memesan tempat minta antaran kirim atau persiapan buat paket ulang tahun, Anda bisa menghubungi nomor (021) 821.7007 atau langsung datang ke Jl. Pramuka Raya No. 113 bekasi Timur (tepat depan RS Hosana Medika).
Atau Anda bisa langsung berhubungan dengan sang pemilik H. Heru Syam / Hj. Nani di
(021) 9400.8569  
0812.8530.111 dan 0813.9803.3322

Sidik Rizal - kelanakuliner.com

Soto Betawi PMI - Alun-Alun Kota Bekasi: Berkuah Santan & Susu

Rabu, 07 Oktober 2009

Alih Rupa Dari Bubur Ayam Cafe Vidia ke Soto Betawi

Bekasi, kelanakuliner.com
Bila Anda berkunjung ke Alun-Alun Kota Bekasi untuk urusan ke PMI, RSUD, Polres Metro, Pengadilan Negeri ataupun Kejaksaan Negeri Kota Bekasi maka saat makan siang tiba Anda pasti melewati Soto Betawi PMI milik pak Toyo dan ibu Yuli. Kalau dulu sebelumnya sang pemilik Cafe Vidia ini menjual Bubur Ayam yang dijual dari jam 6 pagi hingga jam 12 siang hari saja, Toyo merasa ada kejenuhan dan semua orang pun maklum bahwa sajian bubur ayam memang biasanya hanya dibeli sebagai sarapan pagi saja. Sebenarnya sajian bubur Cafe Vidia ala Toyo ini cukup digemari, apalagi menunya bubur ayam bercitarasa oriental, dimana ciri khasnya adalah kecap asin dan cakwe. Sementara tukang bubur ayam yang ada di Pasar Proyek yang berjarak 1 km dari tempatnya menggunakan bumbu kuah kuning.


Kebetulan sang istri, Juliani (Yuli) yang asli kelahiran Kwitang Jakarta juga termasuk wanita yang gemar memasak dangan sangat suka dengan Soto Betawi, maka Toyo memutuskan untuk menjual Soto Betawi. Soto Betawi yang biasanya dibuat dari jeroan daging sapi, kaki sapi ini seperti umumnya soto Betawi yakni bersantan dan oleh Tono ditambah susu. Itulah sebabnya saat saya mencoba mencicipi masakan olahannya maka rasa gurih santannya terasa sekali gurih dan manisnya susu. Wajar kalau saya memberikan skor poin 9 untuk rasa. Daging sapi dan jeroan yang dipilihpun lumayan empuk, ditambah serpihan emping... hmmm pokoknye mantebb banget deh mpok atawa abang.

Memang sajian sarat kolesterol ini sebaiknya tidak dikonsumsi mereka yang punya masalah dengan kolesterol. Bagi saya sendiri bukanlah masalah, apalagi memang saya sangat menyukai kandungan gizi Soto betawi yang lumayan lengkap. Untuk mentralisir gurih dan lemak, maka tak lupa ibu Yuli menyajikan irisan jeruk nipis. Makan Soto Betawi di Cafe Vidia akan terasa lebih nikmat bila ditemani dengan minuman dingin. Panasnya Soto Betawi sangat pas dengan sejuknya aneka softdrink sesuai pilihan Anda.

Toyo lelaki kelahiran Bekasi tanggal 3 April, 46 tahun lalu ini dulunya dalah mantan manajer di Aryadutta Hotel yang membidangi dan membawahi resto-resto yang mendukung hotel berbintang lima itu. Selepas pendidikannya selama empat tahun di Australia bidang perhotelan, Toyo langsung mendapat kerja di hotel Aryadutta, dan setelah itu barulah dia mulai secara praktis masuk ke dunia kuliner. Maka saat itu pulalah dia bercita-cita untuk mendirikan sendiri rumah makan atau warung di depan rumahnya di bilangan alun-alun. Dari situlah cafe Vidia dirintisnya dengan sajian utama bubur ayam.


Dengan pertimbangan gedung PMI di alun-alun Kota Bekasi gampang diingat oleh banyak orang warga Bekasi maka diambillah nama Soto Betawi PMI. Keunikan Soto Betawi yang dibuat dengan santan dan susu inilah yang menjadi andalan baru warung makannya. Pengalamannya sebagai manajer Summa Restaurant yang ada di Aryadutta Hotel telah mengajarkan bagaimana melayani pelanggan. Makanya sajiannya diberi harga di bawah Rp.10.000,- untuk menjaring target pasar karyawan-karyawan percetakan yang ada di sekitar wilayah Bulan-Bulan Bekasi. Untuk satu porsi Soto Bekasi dihargai Rp.9.000,- ditambah nasi putih Rp.3.000,- sekalipun begitu Toyo mengakui bahwa harganya itu masih terlalu mahal.

Kemudian sajian yang lebih dahulu dibuat berupa Ayam Goreng Presto, yang lunak hingga ke tulang-tulangnya itu tetap ia sajiakan sebagai menu utama berikutnya. Kalau dari pengalamannya berdagang bubur lebih dari 7 tahun dimana pada tahun 2000, pelanggan sampai antri saat dia buka dari pagi-pagi sekali. Namun karena krisi yang diawali dengan kenaikan harga BBM pelanggannya mulai menurun. Kalau pelanggannya biasa datang bersama keluarganya, setelah krisis moneter dan naikknya harga BBM, yang berkunjung tinggal bapaknya atau ibunya saja, kemudian hilang sama sekali. Sebelum rugi sama sekali dirinya langsung merubah menu jadi Soto Betawi yang lebih lama waktu makannya, bukan untuk sarapan saja tapi bahkan bisa jadi makanan malam.


Apakah Anda terarik ingin menikmati masakan Soto Betawi khas Kwitang atau Pancoran, tanah kelahiran sang istrinya Yuli ini. Dengan harga yang sangat terjangkau dan akan lebih nikmat lagi bila Anda memesan Jus Strawberrynya yang menurut pengakuan Toyo paling laku untuk memesan tempat atau order Anda bisa menghubungi telp (021) 885.2077 - 884.2889

Sidik Rizal (dobeldobel.com)

Soto Kwali TOMYAM dan PECEL MADIUN Kalimalang Bekasi

Selasa, 21 Juli 2009

KWALI TANAHNYA BILA DITUANG AIR JADI KALDU SOTO

Bekasi, kelanakuliner.com
Soto Kwali Tomyam yang terletak di Kalimalang sebelum RS Global ini memang mempunyai makanan unggulan yang sangat digemari oleh lidah orang Bekasi. Pelanggannya kebanyakan adalah orang kantoran yang berlokasi di sepanjang kalimalang termasuk rumah sakit di sampingnya. Tak heran, pada jam-jam makan siang maka rumah makan khas Solo yang menu sajian utamanya adalah Soto Kuali dan Sate Kerang Ijo ini paling sering diserbu para tamunya.

Sang pengelola KRT , pensiunan dan penggemar jajanan kuliner ini menyatakan bahwa RM Soto Kwali Tomyam yang ada di Kalimalang ini justru kalah rame dengan yang ada di cabang Bambu Apus. Sebenarnya yang di Bambu Apus adalah yang pertama, dan bukan cabang, wajar bila di sana jauh lebih ramai dibandingkan dengan cabang Kalimalang.

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger