English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

RADEN CAFE: Tempat Tongkrongan Orang Bekasi Berjiwa Muda di Tengah Perumahan

Kamis, 25 Februari 2010

Naikkan Citra Cafe Biar Pantas Untuk Dikunjungi Siapa Saja

Harapan Baru II - kelanakuliner.com
Keinginan merubah pencitraan sebuah cafe menjadi layak dan pantas buat semua warga adalah impian dari Dave agar lingkungan Harapan Baru II Bekasi Barat ini bisa menikmati suasana kafe dengan harga makanan serta minuman yang relatif lebih terjangkau.

Coba saja Anda pesan menu masakan khas Eroba atau ala barat seperti Fried Chicken Steak, atau Sirloin Steak ala Amrik yang bukan saja rasanya menggoyang lidah Anda menari-menari dengan gembiranya, tapi juga membuatr kantong Anda tak sampai jebol.

Untuk Fried Chicken Steak, memang lumayan lezat dan gurihnya begitu terasa ayamnya (ya iya lah, masak terasa bakso sapi? Gila aja neh si kelanakuliner) walau sedikit agak keras karena mungkin terlalu terburu-buru dipanaskan minyak gorengnya setelah ayamnya dikeluarkan dari freezer, tapi secara keseluruhan sungguh sensasinya top banget. Pas buat dinikmati malam hari dan kita bisa merasa seperti di hotel berbintang.

Sedangkan Sirloin Steak yang saya nikmati di rumah bersama anak saya Lulu Ammantusra, sungguh tak bersisa sedikitpun, sampai ke salad dan kuah coklatnya (brown sauce), dan satu komentar unik dari anak saya, "Ini baru rasa steak kebetulan yang sebetulnya...." dan saya pun setuju.

Jadi ingat sama rawon iga di RM Bu'e yang pernah saya nikmati. Rasa gading eh, daging sapinya yang begitu mengundang air liur. Dan komentar kami buat Raden Cafe yang bergaya minimalis artistik ini adalah Top Markotop Banget! Bukan hanya lezat makanannya, tapi juga pelayananannya masuk kategori prima dan cepat. Anda tertarik untuk berkunjung dan berkeinginan sekadar nongkrong yang lebih nyantai dan sedap?

Sidik Rizal-dobeldobel.com

Hot Cwi Mie Malang dan Roellie's Steak Grand Wisata Bekasi

Sabtu, 09 Januari 2010

Deliverynya Terlaku di Ruko Grand Wisata


Bekasi, kelanakuliner.com
Sajian terlengkap dan populer di Bekasi, kini kian hari kian bertambah dari waktu ke waktu. Sajian resto untuk aneka ragam sajian kian menjamur, seiring dengan pembangunan yang makin hari makin tambah luas hingga ke pelosok perumahan mulai dari kelas ekonomis hingga ke kelas mewah. salah satu tempat makan favorit yang berkonsep cabang waralaba adalah Cwi Mie Malang dan the Roellie's Steak yang berlokasi di Ruko Grand Wisata.


Ada keunikan dari resto keluarga yang sering dikunjungi beberapa artis dan selebriti serta tokoh pejabat daerah ini, yakni mempunyai fasilitas lengkap dua lantai dengan satu pojokan mushola di lantai duanya. dimana dapur justru berada di lantai satu dan siap selalu menyambut tamu yang datang, seolah menyambut para pelanggan bahwa Hot CMM dan Roellie's siap sajikan masakan makanan panas-panas buat mereka.


Untuk lantai dua, sepertinya memang ditujukan buat mereka yang tidak merokok karena ruangan ber-AC. Suasana lantai dua memang lebih cocok buat mereka yang menginginkan suasana cozy (nyaman) bersama keluarga atau rekanan untuk berdiskusi sambil menunggu makanan panas disajikan. Sepertinya Hot Cwi Mie Malang dan Roellie's memang sengaja memanjakan para pelanggannya yang hendak makan dan menikmati kebersamaan keluarga ini, dan ruko Hot CMM & Roellie's buka mulai dari jam 9 pagi dan tutup hingga pukul 11 malam, setiap hari dan tak mengenal hari libur, kecuali libur nasional.


Kelanakuliner.com mencoba tiga menu unggulan, sebagai teman haus, kelanakuliner.com mencoba es jeruk dan Es Campur Shanghai, yang rasanya luar biasa segar manis dan nikmat. Untuk menu unggulannya, sang manajer, kang Sule (nama lengkapnya Sulaeman) mengusulkan menu Nasi Goreng Spesial, Cwi Mie Malang dan Sirloin Steak dari Roellie's yang begitu terkenal itu.


Pertama saya menjajal habis (soalnya kan nggak bisa dibawa pulang) Es Shanghai sambil menyeruput Es Jeruk. Hmmm lumayan seger lah. Kemudian saya mencoba nasi goreng spesial khas Roellie's, hmmm sesuap nasi goreng spesial masuk ke mulut... lumayan atau bisa saya bilang luar biasa gurih dan lezat pada kunyahan pertama. Mau yang pedas, tinggal tambah sambal, mau manis, tinggal tambah kecap manis atau asin, mau yang asam tinggal tambah saus sambal yang selalu tersaji di atas meja. Skor 7-8 untuk skalan 0 sampai 10 buat rasa dan tekstur nasi goreng spesialnya, sayang penampilannya terlalu datar nggak begitu memancing selera, kecuali buat orang yang benar-benar lapar.


Giliran Steak Sirloin yang juga sengaja disajikan di depan saya. Tampilannya cukup menggiurkan, rasanya ternyata luar biasa untuk sekelas daging sapi lokal. (Anehnya kalau daging sapi lokal saya selalu terbayang sapi yang matinya digelonggong... tau kan? Beda banget dengan sapi dari Australia atau New Zealand. Bukan amsalah gak mencintai negeri sendiri, tapi begitulah adanya dunia perdagingan di negeri kita.) Sepotong besar Sirloin daging sapi yang lezat tergeletak pasrah menunggu garpu dan pisau untuk saya kerat dan kunyah. Hmmm maknyussss! Sekali lagi lumayan lezat, apalagi dengan harga yang lumayan terjangkau.


Sekarang tinggal saya menikmati Mie Ayam Bakso Cwi Mie. Lihat penampilannya yang menggunakan mangkok dari mie kering, saja sudah bikin air liur saya jadi deras mengalir ke rongga mulut. Pasti kerenyahan mangkok pangsit dan gurihnya kuah Yamin bakso jadi kombinasi yang pas. Hmm pas banget bila disruput dengan Es Jeruk ataupun Es Shanghai. Nyamleng banget! (Oh beruntungnya gue sama lidah yang dikasih Tuhan, sehingga masih bisa merasakan sajian gratis dari semua resto yang saya kunjungi, hehehe!)


Kalau Anda mau mencoba setiap masakan yang ada di Cwi Mie Malang panas-panas, demikian pula segala menu di Roellie's maka kunjungi saja langsung ke Ruko Grand Wisata atau reservasi dengan menghubungi telp di (021) 8261.5904 atau (021) 8261.5094
bisa langsung dengan sang manajer kang Sule.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Batavia Steak Cipinang: Pelopor Makanan Barat Termurah

Kamis, 07 Januari 2010

Dibayangi Pesaing Tetapi Tetap Steaknya Terfavorit di Cipinang


Jakarta, kelanakuliner.com
Yang namanya makanan ala barat seperti Steak memang selalu identik dengan harga mahal dan mewah. Tapi perkiraan itu ternyata telah berlalu, setelah kemunculan gerai murah meriah dan heboh ala Batavia Steak, yang semenjak buka dua tahun yang lalu sudah diikuti pesaing dengan jenis produk yang sama persis. Setidaknya itulah yang jadi alasan kenapa Batavia Steak tetap mempertahankan produk kuliner yang masih digemari oleh pelanggannya di wilayah belakang penjara Cipinang.


Ada lagi keistimewaan Ayam bakar Celupnya yang memang luar biasa lezat. Bumbu khas bandung yang bernama Kubang Beleud, hmmm patut dicoba.


Bertemu dengan sang pemilik yang juga adalah bekerja sebagai sang koki, ini, Batavia Steak memang berangkat dari niat usaha yang berusaha tampil beda dengan harga yang bisa dijangkau oleh para pelanggannya. Konsep resto mini untuk makan steak bersama keluarga menjadi tujuannya dari didirikannya Batavia Steak.

(tulisan berlanjut nanti)

IN RACHSY, Nabila Cafe & Resto dibuka di Rawalumbu Bekasi

Rabu, 28 Oktober 2009

Selama masa promo soft opening
Bawalah printout tulisan webblogs ini dan
dapatkan diskon hingga 20% dan gratis 1 scoop Ice Cream



Bekasi, kelanakuliner.com
Kini jalan Pramuka semakin ramai saja dengan wisata kuliner. Banyaknya tempat jajanan di sepanjang jalan Pramuka hingga Jembatan Kosong terus ke perumahan Rawalumbu sampai Jembatan 14 mempunyai nuansa tersendiri bagi warga Bekasi yang selalu melewati jalan tersebut.

Mulai dari makanan ala tradisional nusantara hingga ala luar negeri ada di sepanjang jalan Pramuka ini. Sebutlah sebuah tempat baru seperti cafe dan resto yang menyajikan makanan ala Eropa atau western kini hadir dengan konsep minimalis dan dikombinasikan dengan salon kecantikan dan klinik spa yang berlabel iNrachsy, Nabila Cafe & Resto. Di tempat yang bernuansa warna merah ini juga menyajikan menu Japanese, Chinese dan Indonesian Cuisine pastinya.

iNrachsym Nabila Cafe and Resto sendiri didirikan setelah usaha salon dan klinik kecantikannya sukses lebih dahulu ujar pasangan suami istri H. Heru Syam dan Hj. Nani. H. Heru sendiri membeberkan bahwa usahanya ini memang ditujukan buat anak-anak mereka kelak, "Bagi anak-anak saya, mereka bisa memulai hidup ini dari angka enam. Kalau kami memulai usaha ini dari nol, maka biarlah mereka nantinya mulai dari enam," jelasnya berfilosofi. Saya pun sangat menyetujui filosofinya yang dalam dan penuh hikmah itu, seperti kisahnya kepada saya tentang betapa banyaknya hikmah pelajaran dari perjalanan hidupnya terutama sekali baru dia mengerti maksud dan alasannya mengapa Tuhan memberikan kepada dirinya dan keluarganya saat dia pergi haji ke tanah suci. Karena perjalanan agung ke Mekkah itulah, akhirnya dia berkongsi dengan teman-temannya membuka usaha perjalanan ibadah umroh dan haji plus.

"Sedikitnya ada 4 peristiwa yang menurut saya penuh dengan keajaiban yang saya alami ketika di Masjidil haram dan Masjid Nabawi," ungkapnya mengenang perjalanan ibadah yang akhirnya mengubah perjalanan hidup dan pandangannya kepada kehidupan. Mulai dari menolong seorang perempuan tua dengan membawakan tas berat yang tak dirasakannya. Kemudian pada saat boarding pass barang-barang cargo bawaannya di bandara King Abdul Aziz saat pulang, dirinya mendapatkan kemudahan dan tak ada hambatan, sekalipun bawaannya itu masuk kategori "over weight", sementara teman-teman jama'ah haji lainnya yang tidak terlalu berlebihan bawaannya malah mendapat kesulitan untuk bisa lolos seklipun mereka mau membayar biaya kelebihan barang bawaan itu. Dan banyak lagi peristiwa aneh penuh hikmah ketika thowaf mengitari Ka'bah dimana dia bertemu lelaki tua yang membantunya membimbing do'a setelah itu dia memberikan shodaqoh kepadanya, entah bagaimana lelaki itu hilang  entah kemana dalam sekejap walaupun ia sudah cari tengok kemana-mana. "Masih banyak lagi peristiwa aneh yang sangat berbekas," ujarnya dan kemudian dia menceritakan semua peristiwa itu kepada saya sambil tak lupa memesankan karyawannya untuk membungkus pesanan Chicken Cordon Bleu untuk saya bawa pulang. (Hmmm yummmy!)


iNrachsy, NABILA CAFE & RESTO
Tempat yang nyaman dan representatif buat bersantai dengan teman atau keluarga ini terletak tepat di depan sebuah rumah sakit keluarga. Di cafe yang dikelola Hj. Nani yang juga pengusaha salon dan klinik kecantikan Nabila Beauty Care Clinic di daerah Narogong ini, sebenarnya sudah lama hendak dibangun di pinggir jalan raya depan RS Hosana Medika, ungkap H. Heru Syam kepada kelanakuliner.com. Lelaki  berusia 47 tahun berwajah tampan ini juga penyelenggara perjalanan Umrah dan Haji Plus dengan nama PT. Arminareka Perdana.


Menu apa saja yang disajikan dalam masa promosi di iNrachsy Nabila Cafe & Resto? Pada masa promosi menu sajian western, Japanese, Chinese dan Nusantara sudah siap untuk dinikmati di cafe yang luasnya sedikitnya 400 meter persegi dengan lahan parkir sekitar 3 mobil dan memanfaatkan para pengunjung RS yang ada di depannya. Sepertinya H. Heru Syam dan sang istri, Hj Nina ingin sekali mengembangkan satu usaha yang terpadu dan berhubungan dengan keahlian mereka di bidang usaha klinik kesehatan & kecantikan dan juga bisa diwariskan kepada semua anak mereka. Mulai dari sang anak pertama, Ineke yang lebih cenderung mempunyai keahlian di bidang marketing public relation, dimana ia sering sekali mempromosikan usaha kafe dan kliniknya ke teman-teman sekolahnya. Kemudian juga anak lelaki mereka Iqbal yang mempunyai cita-cita menjadi dokter ini setelah melihat semua usaha dan kegiatan harian ayah bundanya di bidang klinik kesehatan. Dan yang terakhir adalah Nabila yang juga mempunyai hobi mirip dengan kakak perempuannya ditambah kebisaannya dan hobinya di bidang seni desain. Sepertinya keluarga Hj. Nina dan H. Heru Syam ini sudah lengkap manajemen keluarganya dan tinggal apakah bisa mereka melanjutkan usaha keluarga itu hingga ke anak cucu mereka.


Bila kita bicara manajemen usaha, maka kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha sebagai bagian dari marketing mix (bauran pemasaran). Kebetulan kafe keluarga ini terletak tepat di depan rumah sakit  yang kategori kelas menengah atas, maka format dan konsep usaha kulinernya pun dibuat sedemikian rupa mampu memenuhi selera segmen pasar tersebut ditambah nilai plus lainnya. Hal ini bisa dilihat dari sajian utamanya yang bernuansa internasional tapi dengan harga sangat atraktif dan kompetitif, seperti:
- Chicken Gordon Bleu Rp. 13.000,-
- Chicken Crispy Steak Rp. 10.000,-
- Beef Burger Rp. 6.000,-
- Spaghetti Rp. 11.000,-
Buat  penggemar masakan Nusantara dan Chinese Cuisine, Anda bisa pesan Mie Ayam Jamur Rp. 10.000,- atau Nasi Goreng iNrachsy Rp. 13.000,- Untuk minuman aneka jusnya Anda bisa memesan segala jenis buah dan cukup merogoh kocek sebesar Rp. 7.000,- demikian ujar Hj. Nina, wanita yang mempunyai bakat alami mampu mencecah sebuah resep masakan hanya dengan membawa pulang makanan di resto yang dikunjunginya bersama keluarga dan mencicipinya di rumah. Wajar saja saat Hj. Nina yang bernama asli Ida ini bersama anak-anaknya dan suami berwisata kuliner di satu resto favorit mereka, maka dapat dipastikan mereka akan memesan seporsi makanan untuk dibawa pulang dan dicoba untuk bisa dibuat sendiri di rumah, "Biasanya, saya bisa membuat menu masakan tersebut setelah mencoba beberapa kali dan akhirnya dijadikan sebagai menu sajian di kafe kami," ungkapnya meyakinkan.


Itulah sebabnya saya jadi penasaran untuk membawa satu porsi masakan khas menu rahasia dari Hj. Nina dan setelah tiba di rumah saya mencoba sajian utama kegemaran keluarga H.Heru Syam, yakni Chicken Gordon Bleu, masakan khas Eropa ini memang terbilang murah bila dibandingkan masakan khas hotel-hotel yang harganya bisa 3 hingga 4 x lipat. Namun begitu, masalah rasa saya bisa memberikan acungan jempol, apalagi saus coklatnya yang pas dan begitu juicy di lidah saya. Buat Anda yang ingin merasakan olahan ayam digulung tepung dan berlapis dengan keju yang dinikmati bersama potongan kentang goreng serta waortel dan sawi hijau, wortel dan buncis lalu dituang saus coklatnya gurih lezat dan lumayan mantap, segera meluncur ke iNrachsy, Nabila Cafe & Resto, Rawalumbu. Saya jamin maknyosss! 


Tertarik mau memesan tempat minta antaran kirim atau persiapan buat paket ulang tahun, Anda bisa menghubungi nomor (021) 821.7007 atau langsung datang ke Jl. Pramuka Raya No. 113 bekasi Timur (tepat depan RS Hosana Medika).
Atau Anda bisa langsung berhubungan dengan sang pemilik H. Heru Syam / Hj. Nani di
(021) 9400.8569  
0812.8530.111 dan 0813.9803.3322

Sidik Rizal - kelanakuliner.com

Burger & Grill: The Smart Choice for Rendezvous

Rabu, 19 Agustus 2009


Mau Ngeburger atau Nyetik,
Ya Cuma Burger & Grill lah Tongkrongannya!


Jakarta, kelanakuliner.com
I have wandered for several place in Kalimalang, and I found the nice and cozy place to visit. Yes, I saw it was used to be the Wong Solo the Ayam Bakar restaurant. I knew from the internet that the place of Ayam Bakar Wong Solo did not run well for some reason. And for subtitution, we can find the new resto and cafe for youngster. Burger & Grill Kalimalang, I call it, located in the corner of T-junction of Kalimalang and Durensawit. The same as the other Burger & Grill outlet, hte main menu is burger and steak (ya iya lah burger dan steak masak singkong dan keju?)

But the most interesting I found in this resto cafe was the hospitality and service for customer. I thought it was deserved the highest score for them. After they knew I was a blogger journalist, they still treated me like the customer, and they recommended the Marketing and Promo, Mr. Dwi to me. Well, as a journalist, I thought it was interesting for being served like other used to be.

From Dwi, I knew that this cafe resto has 9 outlets (branches). Four of them have other brand, Hot Planet, and the rest still have the Burger & Grill brand.
And for other place of Burger & Grill I try to collect some info and writes from other blogger. It's a piece of cake. Here we are the other story of this western cute resto.

Burger & Grill Gandaria Branch located in the corner in intersection between Jl. Gandaria Tengah III and Jl. Ahmad Dahlan. Main menu is burger and steak. But they have a slogan, We Grill Everything. So they don’t just sell burger and steak, but everything. From grilled soto (Indonesian style soup), grilled spaghetti, to grilled rib soup. But relax, you won’t find charcoaled soto because they only grill the meat, not entire soto.

I’ve tried their burger, steak, grilled soto, and rib soup. The burger is average, taste and price is considerable. The steak is fairly delicious too. But the special ones is their other grilled thing. Their rib soup is very delicious, with 2 big ribs, and only priced Rp. 34,500. If you don’t eat much, maybe it’s enough for 2 people.

Maybe the reason a lot of people come here every day is the atmosphere. Burger & Grill’s location in the corner of intersection make it cozy for hangout. There’s big screen facing street. In soccer event time, this place is always full of people watching soccer. Too bad I don’t like soccer.

Jl. Raya Kalimalang,
pertigaan Durensawit
Jakarta Timur

Jl. Gandaria Tengah III No.1.
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon, : 021-68679194

Gandaria Steak: Tempatnya yang Berjiwa Muda Bertemu

Selasa, 18 Agustus 2009

Where the Good Taste Begins
Pelopor Makanan Enak Dimulai di Tempat Ini


Jakarta, kelanakuliner.com
Pada mulanya saat saya bertemu dengan sang General Manager, Deddy Ardianto adalah saat saya berkunjung ke BCP (Bekasi Cyber Park). Kebetulan setelah saya diperkenalkan dengan seorang kolega, maka Deddy Ardianto, yang kebetulan juga mempunyai outlet New Sunda Gandaria ada di sana.

Dari rencana awal mengangkat makanan lokal di BCP, milik New Sunda Fandaria, akhirnya saya diminta oleh sang manajer yang sudah bertahun-tahun bekerja di bidang usaha resto ini, meminta saya untuk berkunjung ke Gandaria Steak.

Kedengarannya suatu hal yang menyenangkan, kenapa nggak. Saya pun segera mengatur janji dan sudah nggak sabar meluncur ke tempat makanan ala western ini di bilangan Kebayoran Baru. Semua orang sudah mahfum lah, kalau Blok M dan sekitarnya itu memang gudangnya resto keren dan factory outlet serta pusat perbelanjaan modern. Ohhhooooiiii, jadi kepengen aja ke sono.

Di hari yang telah dijanjikan kami saling bertemu, dan setelah muter-muter seputar Gandaria serta Radio Dalam, saya cari tempat Gandaria Steak nggak terlalu njelimet, karena di samping hampir semua orang tahu tempat itu, mulai dari tukang parkir, polisi dan pedagang gerobak di pinggir jalan kayaknya lokasi Gandaria Steak memang lumayan strategis dan mudah aksesnya dari semua arah.

Mau dari arah Kebayoran Lama, atau Pondok Indah atau dari arah Blok M? Semuanya gampang menuju tempat yang lumayan etnis dan modern di bagian dalamnya ini. Setelah memarkir kendaraan motor saya, saya pun segera masuk dan menemui waiter yang sedang bertugas dan bilang ke dia mau bertemu dengan Mr. Deddy Ardianto. And well, I've got to take a seat. And I got a lemon tea for a start.

Good news for me.... Ya emang seh kebetulan aja gue udah bikin janjian. Padahal sewaktu gue temuin si Deddy, dia sedang berbincang dengan staffnya. Gak pake lama, begitu ngelihat gue, sang general manager ini meminta saya untuk duduk di tempat bagian yang paling nyaman dekat saung Gandaria Steak. Saya pun melihat ada beberapa brand lain yang bekerja sama dengan Gandaria Steak. For a good sake, I asked him did I have to write down that brand... He just said no, I didn't have to.

Sebentar kemudian, akhirnya saya pun ditawari makan menu andalannya yakni Sirloin Steak dengan bumbu barbeque dan siraman mayonaise. Sebotol sambal pedas menemani piring Sirloin Steak Gandaria. Hmmmmm dari tampilannya saya nggak jadi berniat bawa pulang dan minta steak ini dibungkus. Nggak tahan euy, lihat bentuknya. Mending gue nikmati sendiri, kali aja memang pantas untuk dinikmati sendiri. Dasar rakus beutz...

But what a heck... sehabis gue menyantap habis itu steak, badan gue terasa panas mulai dari perjalanan pulang hingga tiba di rumah. Sialan! ternyata steak Gandaria memang luar biasa panasnya. Mungkin karena efek mayonaise yang menghiasi steak lezat ini. Gila aja, masa rasa panasnya turun ke bawah. Padahal gue nggak yakin, kalo steak ini bakalan sepanas ini. Apa bisa gue masukin kategori aphrozidiaks kali yah. Libido (maaf... mungkin lebih tepat "hasrat" kali yah?) gue kayaknya seh nggak terlalu tinggi, tapi rasa panas di dada dan perut yang lumayan bikin gue berkeringat habis, mau nggak mau ya gue mandi berlama-lama di kamar mandi. Tadinya gue mau berendam di bak mandi. Tapi.... ah lupakan... nanti bisa-bisa gue berbuat yang nggak-nggak di dalam bak.

Pada intinya, Sirloin Steak dari Gandaria Steak memang Ruaarrrrr Biasssah... bukan hanya lezat, tapi bisa bikin badan kita hangat sekaligus.... hmmmm (gue nggak yakin akan sama efek buat setiap orang) libido kita naik... (mudah-mudahan gue bohong neh... hehehe... karena bisa-bisa kalo bener begitu yang bakalan jadi sponsor neh restoran cuma Kratingdaeng, Hemaviton, Hormoviton... atau lebih parah lagi DUREX atau FIESTA... huhuhu :P)

Mau coba Gandaria Steak yang berlokasi di Gandaria Tengah II no. 7, Jakarta Selatan ini?
Gue jamin romantisme antara Anda dan pasangan naik seratus delapan puluh derajat! (Huwaduh apa iya yah?)

Sidik Rizal - dobeldobel.com
Tulisan lain yang berkaitan dengan Gandaria Steak adalah berikut ini:

Di Kebayoran, nama Gandaria Steak tak asing lagi di telinga. Salah satu resto steak yang hadir dikawasan gandaria tahun 2002 silam ini telah mengalami peningkatan omzet per harinya yang mencapai 300 orang dalam satu hari.Semenjak berdiri, tempat makan yang menghadirkan steak sebagai menu favorit ini tidak pernah mengalami penurunan pelanggan.


Pelanggannya berasal dari anak muda dan eksekutif muda. Tempat ini juga dapat dijadikan ajang arisan oleh para ibu-ibu karena tempatnya yang nyaman. Selain itu acara meeting dan gathering sering diadakan di sini.
Dibukanya Gandaria Steak ini tentu saja didasari atas potensi pasar yang besar dan terus meningkat di kawasan Jakarta Selatan khususnya di daerah Kebayoran yang mayoritas masyarakatnya berada digolongan menengah ke atas. Meningkatnya kebutuhan kaum urban akan makanan dan suasana yang nyaman itulah yang kemudian ditangkap oleh Gandaria Steak.
Gandaria Steak menawarkan aneka menu lokal dan impor. Menu favoritnya antara lain tenderloin setak import maupun sirloin steak lokal. Untuk menu Indonesianya bisa dipilih masakan seperti Timbel Komplit dan Sop Buntut Goreng yang segar.
Kapasitas tempat duduknya mencapai 134 orang dengan perincian dua VIP Room yang dapat menampung 24 orang, dua buah saung yang masing-masing dapat mempung 10 orang, teras 60 orang dan Dining Room 30 orang. Gandaria Steak buka dari pukul 10 pagi hingga tengah malam.

Gandaria Steak ini menawarkan berbagai macam menu internasional dan lokal. Menu favoritnya antara lain tenderloin setak import maupun sirloin steak lokal. Untuk menu Indonesianya bisa dipilih masakan seperti Timbel Komplit dan Sop Buntut Goreng yang segar. Sedangkan untuk menu chinese food banyak diminati menu masakan ayam seperti Ayam Goreng Rica-Rica, Nasi Goreng Seafood, Gurame Asam Manis dan Gurame Goreng. Selain itu Gandaria Steak juga ber-partner dengan Ayam Bakar Ghantari di pojokkan bulungan yang sudah terkenal kelezatannya untuk mengisi menu di sana.

Berdasarkan nostalgia dua tahun lalu, malam itu kami memesan dua porsi steak Gandaria yaitu steak potongan has dalam (tenderloin) dengan sedikit lemak. Saus black pepper untuk istri ku dan mushroom untuk ku. Sedangkan minumnya adalah ice lemon tea.

Steak hadir di atas hot plate dengan asap yang mengepul. Aroma yang keluar benar-benar menggoda hati ingin segera menyantapnya. Irisan dan suapan pertama segera kulakukan. Wah kok alot dan kering begini ? Ini tanda-tanda steak yang terlalu matang. Setelah kuingat-ingat ternyata aku yang lupa untuk meng-order yang "medium rare".

Menurut teori, steak yang dimasak dengan tingkat kematangan medium akan jauh lebih empuk dan nikmat dibandingkan dengan yang "well done".

Sausnya lumayan lah namun sepertinya restoran ini menggunakan saus instan dan bukan yang home made langsung. Saus jamur yang kurasakan di warung pinggir jalan ala hawkerant Mak Place di Singapore jauh lebih nikmat dan makyus. Porsi kentang goreng dan sayurannya jauh menurun dibanding dua tahun lalu, padahal untuk harga telah terjadi penyesuaian yang tadinya hanya Rp25rb menjadi Rp35rb seporsinya.

Ya sudahlah mungkin malam itu cuma kami saja yang sial karena kokinya baru :) Lain kali aku akan pesan ayam bakarnya saja yang rasanya lebih stabil enaknya.
-----------------------------------------------------------------------

Kebayoran baru surganya makanan dan FO. Salah satu yang cukup tersohor dan masyhur di kawasan ini adalah Ayam Bakar Ganthari cabang dari Kebon Jeruk yang berlokasi di Gandaria Steak House dan Burger Cooker (mungkin akibat dari menjamurnya burger blenger dan sandwich bakar di seantero Jakarta).

Tujuan pertama, adalah Steak House Gandaria. rumah makan dengan banyak cermin di dalamnya. sayangnya, mungkin gue perginya pas waktu berbuka jadi terlalu banyak orang di dalam situ sehingga para pegawainya terkesan menyuekin gerombolan kita. Bad impression dech. makanannya sendiri gak begitu mahal hingga yang mahal juga ada.

Ayam bakar gantharinya memiliki sambel yang enak sekali, Patut lah buat dicoba! Dengan harga 11000 untuk nasi dan ayam, wah worthed banged tuch. Minumannya gue kebetulan bawa dari rumah. Untuk acara makannya sendiri bisa milih, bisa di bagian dalam atau di luar, di area pondokan. Cukup worthed buat dicoba, walaupun pelayannya agak agak cuek sama pengunjung yang datang. Bad impression sedikit dech, namun akhirnya tersenyum ramah juga
tujuan kedua adalah Burger Cooker.

Sidik Rizal - dobeldobel.com (disarikan dari berbagai sumber)

Joe's Steaks and Burgers - Condet: Tempatnya Steak Murah

Rabu, 12 Agustus 2009


MAU KEMANA LAGI CARI STEAK?
KALAU BUKAN KE JOE'S

Tempat Nongkrong Menikmati Steak dan Burger


Jakarta, kelanakuliner.com
Kalau kita berkendaraan melewati sepanjang Jl. Condet Raya dan melihat Alfa Midi Supermarket, maka tepat persis di depannya ada tempat tongkrongan gaul yang sajikan makanan ala barat dengan harga sangat terjangkau. Jadi kalau kamu mau ningkatin gizi, nambah gaya dan ngajak sohib, kencan atau temen di tempat yang nggak malu-maluin, ya cuma di Joe's Steak and Burgers.

Parkir motor lumayan luas, tempatnya juga lumayan cozy, dengan alam terbuka dan payung tenda bikin kita jadi akrab dengan alam lingkungan namun tetap bisa menikmati atmosfer yang menyenangkan di ramainya lalu lalang kendaraan sepnjang jalan Condet Raya. Apalagi banyak sekali fasilitas umum mulai dari warnet, laundry dan supermarket Alfa Midi yang siap untuk memenuhi segala kebutuhan kamu-kamu.


Terus apa istimewanya Joe's Steak and Burger dibandingkan tempat lain yang sejenis? Yang pasti adalah rasa dari steaknya, sergah Jodi kepada kelanakuliner.com. Karena menurut lelaki kelahiran 17 Oktober 1975 ini berdasarkan pengalamannya selama bekerja 8 tahun lebih di kapal pesiar (Cruiser atau Yacht), maka menu masakannya Steak ala dirinya dan sahabatnya Edi (yang juga lulusan perhotelan) lebih dekat dengan lidah orang kita yang kebanyakan suka dengan rasa yang cukup Spicy (tajam atau kaya bumbu).

Menurut lelaki beranak 2 ini, menu steak ala barat lebih cenderung hambar bila dibandingkan steak yang dibuatnya yang cenderung spicy dan lebih nenadang serta lebih menggigit rasanya. Bial orang barat akan menambahkan lada atau garam saat mereka menikmati steak yang dibuat, maka di Joe's Steak and Burgers, para pelanggan bisa juga melakukan hal serupa. Tapi biasanya orang Indonesia berlidah lokal, lebih menyukai masakan (apapun itu - apalagi steak) dengan rasa yang lebih kuat (bisa juga pedas) dan lebih spicy (berempah-rempah).

Kelanakuliner.com yang diwakili, Adi, Yudhi dan Sidik mendapat kesempatan untuk merasakan Menu andalan istimewa mereka, Steak Cordon Bleu. Hmmmmm, kami bertiga sepakat untuk memberikan penilaian total di atas rata-rata.

Sidik yang giginya sangat peka memberikan skor 3 untuk rasa dan 3 untuk tekstur daging sedangkan penampilan Sidik memberikan nilai 3,5 artinya nilai rata-rata di atas 3. Sedangkan Adi dan Yudhi keduanya sama-sama memberikan skor 3 sampai dengan 4 untuk rasa dan tekstur serta penampilan. Artinya secara keseluruhan menu Steak Cordon Bleu yang disajikan di Joe's Steak and Burgers memang harus kamu-kamu cobain. Uwennak tenan pokoke!

Sayang area lokasinya yang tidak terlalu luas, seandainya lahan parkir yang tidak terlalu dekat dengan meja payung tenda mungkin Joe's Steak and Burgers bisa menampung calon pelanggan yang pastinya akan membludak menjelang bulan puasa nanti.

Hal ini bisa dipastikan, karena menjelang masa berbuka dan malam untuk bersahur, lokasi jalan raya Condet memang cukup strategis buat ngabuburit ataupun hang-out buat bangunin orang sahur. Tapi yang jadi masalah... apakah orang sahur memang harus dan atau perlu makan steak?
Tentunya hanya berbuka dan setelah sholat Maghrib, steak bisa jadi pilihan berbuka karena ia masuk makan berat dan cocok untuk makan malam setelah tarawih berjamaah di wilayah yang cukup apik dan asri untuk rendezvous ataupun kaum muda nongkrong. Belum lagi fasilitas warnet dan lainnya yang sangat cocok buat komunitas untuk berkumpul. Joe's memiliki segala kelebihan itu, tinggal bagaimana memenuhi selera pelanggan.

Kembali untuk memenuhi selera mereka yang akan jalan-jalan kelilin sepanjang jalan Condet Raya, ya mereka bisa memesan burger di cafe ini. Pesana burger khusus adalah Big Joe's. Masalah rasanya percayakan saja kepada duo sahabat Jodi dan Edi yang masing-masing ahli di bidangnya. MUlai dari Joe yang mengerti banyak tentang hospitality, lalu Edi yang berlatar belakang pendidikan perhotelan yang juga menyukai dunia cooking masakan al Eropa. So pastinya kamu-kamu akan dimanjain lidah dan pelayanan yang bisa didapatkan. Buruan kamu-kamu datang ke san bersama teman menghabiskan waktu bulan puasa bersama teman, sahabat ataupun pacar, kalau perlu ajak keluarga kamu menikmati suasana berbuka di bilangan Condet.

Tertarik dengan menu ala barat tapi harga terjangkau dengan kocek kita?
Hubungi no telpon berikut untuk reservasi dengan Joe's:

(021) 9888.3888
JOE'S STEAK AND BURGERS
Jl. Raya Condet, depan Alfa Midi
Fotografer : Yudhi
Reporter: Indra
Editor: Sidik Rizal - dobeldobel.com

Obonk Steak and Ribs Jatiasih dan Bekasi Timur Pilihan Warga Bekasi

Selasa, 04 Agustus 2009

Obonk Steak & Ribs Jatiasih - M. Hasibuan
Rasa Bintang lima Harga Kaki Lima
Lokal (Sirloin Steak, Tenderloin Steak, Chicken, T-Bone), Special Barbeque (Obonk, Ribs, Hot Tuna, Gindara & Cumi), Import (Sirloin, Tenderloin, Ribs Eye), Crispy Steak, Drinks (Fresh Juice, Milk Juice, Float n Punch)

Jatiasih, kelanakuliner.com
Jauh sebelum peristiwa tertangkap dan ditembaknya pentolan yang diduga teroris di wilayah Jatiasih, saya sudah berusaha cari tahu apa seh kelebihan dari tempat yang memang terkenal cukup sepi ini. Wajar lah, kalau Jatiasih mulai dari pertigaan tol (depan Giant) hingga ke arah Komsen hingga tembus ke Bantar Gebang sebagai tempat yang lumayan sepi dan pastinya bisa dijadikan pilihan (alternatif) para teroris atau kamu pejabat menyimpan istri muda mereka...
Hehehehehe, becanda euy!

Untungnya Obonk Jatiasih nggak masuk wilayah abu-abu itu. Justru lokasi Obonk Jatiasih yang tepat di pojokan pertigaan jalan provinsi pintu Tol Jatiasih yang aksesnya dari dan ke Pekayon dan Pondokgede serta Bantar Gebang. Strategis banget... Apalagi ada banyak pabrik manufaktur di lokasi tersebut.

Adalah Obonk Jatiasih dan Obonk M. Hasibuan, dekat Radio M2 Bekasi di bawah pengawasan seorang manajer muda dengan pengalamn lebih dari 8 tahun bekerja di Obonk, bernama Sutrisno. Lelaki yang mempunyai tinggi nyaris 185 cm dan berperawakan atletis ini memang punya pengalaman yang tak kalah dengan para pengelola resto bertarah internasional. Lelaki kelahiran Jogja ini justru berangkat dari bawah sekali saat Obonk masih bernama Casper, Steaks and Ribs.

Adalah pemilik resto makanan ala barat ini, yang bernama Soegondo ingin mengembangkan produk makanan bercitarasa internasional dengan harga yang pas di kantong orang Indonesia. Khususnya berangkat dari kota yang memang akrab dengan wisatawan bule. Dengan konsep makan Eropa atau Amerika bercitarasa khas Jogja, tentunya bukan hal yang mudah, namun dengan belajar dari keinginan pelanggan, sang pemilik, Soegondo merubah-rubah konsep branding sehingga akhirnya terpilihlah merk Obonk. Menurut, Sutrisno, manajer otodidak yang telah lama mengabdi pada perusahan keluarga ini, bahwa nama Obonk sendiri diambil dari istilah bakar (obong dalam bahasa Jawa = bakar) untuk memasak makanan menu utama yang berupa steak, yang kemudian dipatenkan dengan merk Obonk.

Beberapa keluarga Soegondo, seperti anaknya juga membuka usaha seru[a dengan nama merk Warung Steak. Tapi melihat permintaan pasar yang tinggi dari beberpa investor, khususnya di luar pulau Jawa, akhirnya waralba lah yang jadi pilihan. Sedangkan untuk pulau Jawa, keluarga Soegondo lebih menyukai ekspansi dengan modal sendiri, walau ada yang berbagi hasil dengan rekanan, namun hal ini tidak dirinci oleh Sutrisno kepada kelanakuliner.com

Konsep Resto Keluarga yang Sukses Diterima Semua Kalangan

Sukses yang didapat Obonk ternyata bukan hal yang instan dan mudah, jelas Sutrisno. Manajer yang akhirnya mendapatkan jodohnya dari tempat bekerjanya ini, mengakui bahwa bagaimana dia berpindah-pindah dari satu cabang outlet Obonk yang baru saja dibuka. Jadi saya mungkin lebih sering ditugaskan oleh pimpinan sekaligus pemilik untuk membuka cabang baru dan setelah berjalan lancar barulah kemudian diserahkan kepada penerusnya di bawah bimbingannya. Bagi kelanakuliner.com sendiri hal ini adalah wajar, karena dengan penampilannya yang tinggi dan pengalamannya selama beberapa tahun telah membuktikan bahwa sebuah cabang rumah makan Obonk akan berjalan lancar dan baik bila tepat memilih harga pokok bahan pendukung dan menentukan harga jual yang sesuai dengan pasar. Itulah sebabnya setiap lokasi cabang Obonk memiliki kebijakan harga yang sesuai dengan harga dari bahan pendukung.

Yang disebut bahan pendukung, jelas Sutrisno lebih rinci adalah sayur-sayuran dan bumbu, sedangkan bahan utama tetap disuplai dari pusat dan import dari New Zealand serta Australia. Dulunya sempat didatangkan daging import dari Amerika, tapi karena ada masalah kasus penyakit Anthrax, maka dihentikan. Kini hanya diimport dari Australia dan Selandia Baru saja. Dan untuk menu-menu tertentu juga menggunakan dading lokal dengan persyaratan standard kualitas yang ketat dari pusat langsung dari Jogjakarta.

Obonk Jatiasih mempunyai kapasitas parkir yang lumayan luas dan sama dengan Obonk M. Hasibuan. Bila Obonk Jatiasih yang baru berusia kurang setahun ini tapi telah menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa. Mulai dari pelanggan yang kebanyakan adalah keluarga dan berkelompok atau komunitas tertentu. Seperti halnya Obonk M. Hasibuan yang berdekatan dengan Radio M2 tentunya pengunjung dari komunitas relatif lebih banyak pada hari-hari tertentu.

Terlepas dari itu semua, keberhasilan cabang Obonk baru memang banyak yang datang dari manajemen tangan dingin lelaki beranak dua ini. Sudah sepatutnyalah Sutrisno saya nilai mempunyai faktor tangan dingin dengan sekor di atas rata-rata dari seorang middle management yang telah dipercaya oleh sang owner dan top management untuk membuka usaha baru bagi Obonk. Di Obonk sendiri struktur organisasi manajemennya setiap manajer membawahi KO (Kepala Outlet) dan setiap KO diperbantukan oleh beberapa Penanggungjawab, seperti Penanggungjawab layanan (servis), Penanggungjawab Dapur (Produksi) dan Penanggungjawab Keuangan. Setiap cabang memiliki kebijakan belanja dan penganggaran yang berbeda sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

Sekarang bagaimana penilaian kelanakuliner.com terhadap menu utama Obonk. Menu yang disajikan dan jadi pilihan saya adalah Steak Original barbeque. Pilihan lain Brown Sauce sebenarnya hanya dibedakan oleh saus coklat yang berbahan dasar gula nira dan bumbu-bumbu rempah yang dituankan dengan disajikan secara hotplate. Kebetulan sudah terbiasa dengan sajian hotplate, maka saya mau mencoba Steak barbeque. Akhirnya adalah skor nilai 3,5 bintang untuk skala dari 1-5.

Daging import yang bagi saya memang jauh lebih bertekstur dan kenyal serta rasa bakarannya yang meresap ke dalam daging. Agak berbeda dengan daing lokal yang memang lebih juicy, sehingga daging lokal lebih cocok untuk steak crispy.

Untuk minumannya pun saya mencoba Obonk Punch. Padahal ada minuman favorit pilihan pelanggan, yakni chocolate milk shake, avocado milk shake. Saya justru mau mengetahui dan merasakan minuman unik yang tidak sering saya jumpai di lain tempat. Ternyata, Obonk punch, yang dibuat dari soda plus perasan jeruk lime serta sirup import sejenis Marjan yang entah merknya apa, tapi intinya rasanya begitu segar dan melegakan serta hilangkan rasa haus tenggorokan saya seketika. Untuk minuman saya pribadi bisa rekomendasikan buat Anda untuk dicoba, 3 bintang untuk skala 1-5.
Untuk minuman, Obonk tidak jauh berbeda dengan restoran lain yang menyediakan berbagai jenis jus buah dan minuman bersoda. Namun, di dalam daftar minuman terdapat sesuatu yang tidak ada di restoran lainnya, yaitu Obonk Punch dan Obonk Sparkling. Kalau Obonk Punch dibuat dari campuran soda, lemon, dan sirup jeruk, Obonk Sparkling terbuat dari Pepsi Blue yang dicampur dengan lemon, nanas, dan sirup jeruk. Mana yang lebih enak? Jawabannya tergantung selera Anda.

Bila suasana yang nyaman di Obonk M. Hasibuan lebih dominan buat keluarga dan komunitas tertentu sehingga ada ruang ber-AC yang Non-Smoking dan ruang bagi perokok, maka untuk Obonk Jatiasih, ada ruangan yang tatanan mejanya seperti sofa dan masuk menjorok ke dalam dengan sesekali terdengar suara musik yang pelan. Sayang di tempat itu tidak life music, tapi memang para pelanggan yang datang ke Obonk rata-rata adalah orang yang ingin makanan berat, bukan untuk sekadar duduk kongkow dan menikmati minuman kopi semata.

So bila Anda mau makan malam yang mengenyangkan dan tentunya dengan menu bergaya Eropa atau barat bersama keluarga dan kolega atau komunitas khusus Anda, maka pilihan Obonk M. Hasibuan bila Anda ada di sekitar Bekasi Timur, sedangkan bila Anda ada di sekitar Jatiasih, Bekasi Sletan dan sekitarnya, Obonk Jatiasih bisa saya rekomendasikan sebagi tempat dinner yang menyenangkan dengan harga pas di kantong Anda, dijamin!

Untuk reservasi Anda bisa menghubungi no telp berikut: 08151.4653.610
kontak persona Sutrisno.
Sidik Rizal - dobeldobel.com
-------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Cabang lain anda bisa dapatkan di kawasan Margonda Raya, Depok, cabangnya memang tersebar di seluruh penjuru kota Jakarta. Sekedar informasi, di Jakarta restoran ini memiliki 20 cabang. Di Jalan Margonda Raya saja, Obonk mempunyai dua cabang.

Buka sejak bulan November 2007, Obonk cabang Margonda ini tidak pernah sepi pengunjung. Selalu saja ada pelanggan yang datang untuk menikmati makanan khas Obonk. Dari nama restorannya saja, kita bisa langsung mengetahui bahwa makanan unggulan di restoran ini adalah steak. Berbagai macam jenis steak disediakan di sini. Namun, pengelola cabang ini mengakui bahwa steak favorit di Obonk ini adalah Ribs Steak. Menu ini menjadi favorit pelanggan Obonk karena rasa dan kelembutan dagingnya. Berbeda dengan menu yang lain, Ribs Steak ini terlebih dahulu direbus sebelum dibakar dengan arang.

Kalau Anda penasaran dengan rasa makanan dan minuman khas Obonk, silahkan datang dan rasakan sendiri. Restoran ini buka dari pukul sebelas siang sampai sebelas malam. Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Salah satu yang membuat Obonk terkenal adalah harganya yang terjangkau. Jadi, kalau Anda masih bingung mau makan di mana hari ini, kenapa tidak segera bergegas ke cabang restoran ini? (cdr)
----------------------------------------------------------------
Tulisan lain tentang Obonk
deckie @ www.benih.net.id


Sekali-sekali kita jalan dan pengen banget untuk memburu makanan dan atau minuman yang agak kebarat-baratan pun tidak menjadi suatu masalah kan. Yang menjadi masalah, soalnya banyak dari makanan (asli) barat mencapai harga yang cukup mahal dan cukup menguras isi dompet tentunya. Nah, kali ini kita bakalan mengulas habis salah satu depot atau warung atau rumah makan dan kalau tidak boleh kita sebut sebagai restoran, Obonk Steak & Ribs, tentu sudah tidak asing di telinga kita, bukan ?
Kebetulan yang kali ini menjadi korban pencicipan lidah dan citarasa saya adalah Obonk Steak & Ribs yang ada di jalan Salemba Tengah, tepat berada di depan RS. Thamrin Jakarta. Masuk ke lahan Obonk, kesan pertamanya, sumpek, ribet dan ga lega. Parkirannya membuat pening kepala para pengunjung yang kebetulan naik mobil. Mungkin hanya cukup untuk memarkir dua mobil saja, siasatnya, mari kita parkir di halaman parkir Rumah Sakit saja. Jalan sebentar bisa lebih aman dan ga pusing melihat sempitnya lahan parkiran. Tapi bagi para pengendara motor, ga perlu kuatir karena tersedia lahan parkir yang cukup.
Turun dari kendaraan, kita bisa melihat 3 set table di luar atau area outdoor yang memanfaatkan lahan teras rumah tersebut sebagai tempat bersantap. Sekali lagi, saya memutuskan untuk melangkah ke dalam warung itu saja, kenapa, karena kalau memilih makan diluar dipastikan bakal menjadi tontonan para mahasiswa BSI yang kebetulan juga berada di depan warung itu. Di dalam, kalau tidak salah hitung ada sekitar 10 atau lebih set table untuk empat orang di masing-masing table. Sederhana dan berusaha memanfaatkan space yang ada. AC ?? Ada, jangan kuatir kita tidak akan merasa kegerahan kok kalau makan di dalam. Smoking area ? All spots are available for smokers. Comment about this thing, No comment ah.
Sekarang mari kita memburu makanan dan minumannya. Sangat beragam, mulai dari appetizer sampai dengan hidangan penutupnya ada komplit. Nah kalau namanya saja ada embel-embel Steak & Ribsnya, tentu pikiran pertama kita akan berasumsi bahwa makanan paling lezat untuk disantap disitu adalah steak dan ribsnya dunk tentu saja. Tapi dugaan saya ternyata salah. Menu paling enak buat saya di situ ternyata hanya Chicken Wings nya saja. Yang lainnya, standard banget. Steak disajikan dalam kategori 3 olahan kalau tidak salah, steak BBQ, Hot Plate dan Steak Import. Yang paling enak, tentunya yang import. Jadi sensasi pengen mencicipi steak generik ala kocek yang masuk akal dan dengan cita rasa yang memuaskan, tidak berhasil dicapai oleh obonk. Sebut saja Beef atau Chicken atau tenderloin, sirloin, t-bone atau oxtongue sekalipun, semuanya terasa terlalu dipaksakan. Penyajian komposisi di atas piring atau plate yang akan kita santap, bisa menurunkan selera makan kita. Tidak rapi dan tercecer disana sini, seolah-olah sang penyaji sedang diburu hantu saat menatanya sehingga terkesan berantakan dan payah.
Cream soupnya boleh dicoba, tapi jangan lupa bilang jangan terlalu asin yah. Mungkin chef disitu masih lajang dan kebelet kawin kali. Atau tambahi merica aja kalau pengen menghantam asinnya dengan sensasi pedas menggigit. Chicken wings nya yummy dan empuk, makan aja chicken wings ini sama nasi, pasti kenyang kok. Jangan kuatir ada nasi putih dijual disini. Steak impor dibanderol sekitar 40ribuan lebih. Cukup murah untuk ukuran steak saji import, ga terlalu mengecewakan lah. Enak bisa bikin kenyang juga.
Minuman dan ice cream. Semuanya standard, dari yang ala sparkling, splash, juice atau es biasa, semuanya bisa diminum tapi kualitasnya masih biasa-biasa saja. Kurang mak nyuss. Ice creamnya, sama saja. Membuat gigi dan lidah dingin kelu bukanlah tujuan kita memakan es krim tentunya. Mungkin karena disesuaikan dengan harganya yah.
Pelayannya, cukup kooperatif kok, helpful juga, tapi sayangnya kenapa kebanyakan cowo nya yah, apa jangan-jangan apa memang hanya cowo yang diterima jadi pelayan di situ ? Entahlah. Elemen aksesories seperti poster atau handicraft untuk mempermanis tata interior sepertinya juga tidak diperhatikan. Terakhir kesana banyak poster atau gambar yang (entah sengaja atau tidak) dipasang miring ga karuan.
Bawa 50 ribu bisa makan kenyang berdua atau bertiga malahan. Berarti ga jauh beda sama pizza hut donk kalau gitu pricingnya ? Hahahaha
Terlepas dari review saya ini, cobalah mampir kesana, makan secicip dua cicip lalu bandingkan dengan penyedia steak lainnya yang menyasar segmen yang sama. Pilihlah, lidah ga akan bisa menipu selera kita kan ?

Artikel Unggulan

Pasang AC Anti Virus Bakteri

Melindungi anggota keluarga dan semua orang dalam satu ruangan tanpa perlu masker

Pasang Iklan Anda Di Sini!

Pengusir Jin Setan

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. Comedy Club Indonesia - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger